 |
|
 |
|
JAWA |
 |
| |
Jakarta Masih Berpotensi Banjir
Jakarta, 17 Januari 2007 14:54 Meskipun musim hujan 2007 di bawah normal atau bersifat kering, namun diprediksi mulai akhir Januari hingga Februari curah hujan akan meningkat dan bisa membuat ibukota Jakarta mengalami banjir dalam sehari-dua hari.
"Di Jakarta, kalau terjadi hujan lebat di atas 15 mm per jam di area 50 km2 selama dua jam maka akan terjadi banjir," kata pakar fisika ITB Prof The Houw Liong di kantor BPPT Jakarta, Rabu.
Menurut The Hou Liong, untuk surut di area dengan kondisi alam dan drainase seperti Jakarta memerlukan waktu 30 jam, sehingga jika dalam waktu tersebut hujan terus-menerus mengguyur, bisa diperkirakan Jakarta akan tergenang air.
Meskipun demikian, menurut prediksi dengan metode Adaptive Neuro-Fuzzy Inference System (ANFIS), musim hujan Indonesia 2007 tidak akan sebesar musim hujan 2002 dan lebih mirip musim hujan 2005.
Metode ANFIS adalah metode yang menggunakan deret bilangan berpola di masa lalu untuk memprediksi masa depan, seperti pola curah hujan, permukaan air, pola aktivitas matahari hingga dinamika sistem sungai besar di Jakarta seperti sungai Ciliwung, Pesanggarahan dan Sunter.
"Semakin bagus data yang dimasukkan, misalnya data curah hujan sejak tahun 1950an, maka hasil prediksinya akan semakin akurat. Ketepatan metode ini mencapai 90 persen untuk prediksi bulanan. Tetapi untuk prediksi harian, kesalahan akan semakin besar," katanya.
Ia juga mengatakan, pola aktivitas matahari berulang dalam waktu 10-13 tahun atau rata-rata 11 tahun, sehingga jika terdapat iklim yang ekstrem pada 2002, maka kondisi ekstrem juga akan terjadi pada sekitar 2013.
"Miliaran bom nuklir meledak setiap saat di matahari dan mempengaruhi kondisi di bumi," katanya.
Selain itu, urainya, fenomena la nina juga menimbulkan dua pola musim hujan, yakni ketika la nina berada di puncak teratas grafik maka terjadi hujan lebat menyeluruh di Indonesia dan pola la nina ketika di titik terbawah maka hujan lebat tidak menyeluruh.
"Saat ini kolam panas di samudera Pasifik menjauh dari Indonesia sehingga laut Indonesia menjadi dingin dan musim hujan menjadi di bawah normal, kecuali Aceh dan Sumatera Utara," katanya.
Demikian pula fenomena dipole mode di samudera Hindia yang jika laut di kawasan itu memanas maka terjadi hujan lebat di Indonesia bagian Barat. [TMA, Ant]
|
|
 |