spacer spacer spacer spacer
HUT RI ke-63 spacer Gatra Mobile

All Daily News Magazine
spacer spacer spacer spacer spacer spacer spacer
spacer

User ID :
Password :
Anggota baru ?
Lupa password ?

[ Indeks Berita ]
[ Daftar Komentar ]
sudut
spacer
spacer
spacer
NASIONAL
spacer
 
Kawal Jakarta, Kuasai Negara

Cover GATRA Edisi 19/2007 (GATRA/EY/NFU/Antara-Audy Alwi)Babak baru pertarungan bakal calon Gubernur DKI Jakarta dimulai. Pekan lalu, arena perebutan suara mulai menyempit dan seolah berporos pada dua nama: Adang Daradjatun dan Fauzi Bowo. Peluang nama-nama kondang lain, semisal Agum Gumelar, Sarwono Kusumaatmadja, Faisal Basri, atau Rano Karno, tampak mulai redup.

Dari lima jatah tiket masuk pencalonan Gubernur Jakarta, empat sudah ludes "terjual". Satu tiket produk Partai Keadilan Sejahtera (PKS) telah dikantongi Adang Daradjatun, 58 tahun, sejak Desember 2006. PKS adalah peraup modal politik terbesar di DKI karena memiliki 18 kursi DPRD. Tiga tiket lain diborong sekaligus oleh Fauzi Bowo, 59 tahun, Kamis pekan lalu.

Benarkah ini pertarungan ideologis Islamis dan nasionalis? Sinyalemen ini didasarkan pada upaya mengerem laju ideologi Islamisme usungan PKS yang kerap mencemaskan partai lain berhaluan nasionalis sekuler.

Muara Islamisme itu seringkali diidentikkan dengan maraknya pembentukan peraturan daerah (perda) bernuansa syariat. Misalnya Perda Anti-Pelacuran di Kota Tangerang serta Rancangan Perda Anti-Maksiat di Kota Depok dan DKI Jakarta.

Sinyalemen pertarungan ideologis itu juga diperkuat oleh pernyataan-pernyataan lepas tokoh partai penopang koalisi yang mengedepankan argumen kemajemukan bangsa dan nasionalisme. Itu tema-tema yang kerap dipakai untuk merespons laju formalisme Islam.

"Ini koalisi merah-putih," kata Tjahjo Kumolo, tokoh PDI Perjuangan. Pada saat yang sama, Fauzi Bowo digambarkan dalam website-nya sebagai sosok yang plural dan perintis forum kerukunan antaragama di Jakarta. Sekolah menengahnya di Kanisius, tapi kini memimpin organisasi ulama.

Tapi analis politik Muhammad Qodari menolak koalisi ini cerminan pertarungan ideologis. Buktinya, dalam koalisi ini ada PPP yang juga partai Islam seperti PKS. Lagi pula, Adang, menurut Qodari, bukanlah "exemplar par excellent" dari tokoh Islam. Pengerucutan dukungan ini lebih menunjukkan kepiawaian Fauzi menggalang dukungan aneka partai politik. Adang sendiri menyangkal dirinya sebagai penopang ideologi Islamisme. "Dari sisi saya, Pancasila, NKRI, dan Merah-Putih itu sudah final," katanya.

Namun, anggota tim sukses Fauzi, Ryaas Rasyid menandaskan, konsolidasi sejumlah partai menghadang PKS lebih karena kalkulasi riil politik. Bukan faktor ideologis, termasuk membendung corak keislaman yang diusung PKS.

"Partai-partai itu hanya berpikir bagaimana bisa menang dulu," tutur Ryaas. "Lagi pula, Adang bukan sosok yang ideologis amat." Beberapa partai besar yang ada berhitung, bila mereka maju sendiri-sendiri dengan mengusung jago masing-masing, bisa jadi akan kalah. Solusinya, mereka terpaksa berkoalisi.

Ryaas mengakui, proses politik di DKI Jakarta ini memiliki kaitan dengan agenda politik partai-partai dalam Pemilu 2009. "Itu sangat berhubungan erat secara psikologis," katanya. Momentum ini secara tidak langsung memberi ruang pada partai-partai yang tergabung dalam koalisi untuk bertarung. Mereka ingin menjadi bagian dari pemenang pilkada DKI. "Kalau sama-sama menang, pilpres mendatang bisa lebih santailah kerjanya," ucapnya.

Sebaliknya, bila kalah di DKI, partai akan menanggung beban psikologis politik sebagai pecundang pada pemilihan presiden mendatang. Soalnya, kata Ryass, "Pilkada DKI merupakan pintu gerbang agenda politik pemilihan presiden mendatang." Itulah sebabnya, Demokrat dan PDI Perjuangan, meski bisa maju sendiri-sendiri, segera berkongsi "menanamkan saham" pada pencalonan Fauzi Bowo. Tak ada urusan, walau di tingkat nasional, pucuk pimpinan keduanya, SBY dan Megawati, berseberangan.

Asrori S. Karni, Anthony, Mukhlison S. Widodo, dan Rach Alida Bahaweres
[Laporan Utama, Gatra Nomor 19 Beredar Kamis, 22 Maret 2007]

printer Versi Cetak email Kirim Berita ke Teman komentar Komentar Anda

 
  
spacer
KOMENTAR PEMBACA
spacer
  
  Jangan menyerah PKS... (joni_hublu@ya..., 24/03/2007 17:38)
Walaupun Adang hanya diusung satu partai, yaitu PKS, tapi yakinlah dan jangan takut sedikitpun, kalau Allah berkehendak, tidak ada yang bisa menghalangi...urusan gitu mah gampang...
 
 
spacer
  
  Bersatulah semua untuk Indonesia (gozali42@ya..., 22/03/2007 23:15)
Supaya adil, gimana kalau langsung diangkat aja: Pak Adang sebagai Gubernur dan Pak Fauzi wakilnya. Adilkan, sesuai jumlah kursi di DPRD Jakarta, toh yang memilih rakyat juga dan bisa mengurangi biaya yang sangat besar untuk pesta pemilihan kepala daerah Jakarta, lebih baik uang tersebut dipergunakan buat kesejahtraan orang miskin, misal: membiayai orang yang sakit tapi tidak mampu untuk biaya operasi dsb. Setelah bersandingnya Pak Adang dan Pak Fauzi, bersama-sama memberantas KKN disegala bidan... <469 huruf lagi>
 
 
spacer
  
  Berkedok agama Islam (c9mice@ya..., 22/03/2007 22:36)
Sebagai seorang muslim, saya jenuh memantau para politik yang berkedok agam Islam melulu, sekarang lebih menyeramkan mereka bersorban, pakai pakaian muslim, Indonesia semakin jauh terpuruk karena korupsi. Para politician pada hafal ayat-ayat Qur'an dan artinya tetapi tidak dijalankan dalam membangun negara Indonesia. Yang penting buat rakyat adalah pekerjaan stabil, murah sandang pangan.
 
 
spacer
  
  Selamat Buat PKS (kourniawan@ya..., 22/03/2007 21:47)
Waw, partai politik baru muncul kemarin dikeroyok partai-partai besar. Ada apa gerangan?

Barangkali anda terbukti mampu mendobrak dunia perpolitikan kita yang selama ini terbukti "membusuk".

Selamat Buat PKS, Anda Layak Dapat Bintang Bung!
 
 
spacer
  
  Partai-partai besar pada bernyali kerdil (sarizal2507@ya..., 22/03/2007 18:36)
Kayaknya partai-partai besar pada ngeper duluan mau ngadepin PKS, jadi daripada jagonya PKS menang mendingan gabung kekuatan aja buat ngalahin PKS, dan calon yang agak kuat untuk bisa diajukan yaitu Foke.
Nanti setelah menang baru pada minta jatah buat pemilu 2009. Kalau PKS yang menang pasti nanti digangguin di parlemen, sama kaya di DPRD Depok. liat aja, nanti siapa yang menang?
 
 
spacer
  
  Selalu agama diributkan (raturina@ho..., 22/03/2007 18:34)
Kenapa ya pemimpin2 kita ini kalo mau ada pemilihan selalu berkedokan agama, apakah kalau dengan berkedokan islam pemimpin tsb bisa memajukan negara kita??? Saya seorang muslim, merasa tidak rela, kok rasanya agama islam itu dijadikan tameng dan disalah gunakan untuk mendapatkan power dari rakyat, yang memang rata2 majoritas beragama islam. Jadi rakyat itu sepertinya merasa salah kalau mereka memilih pemimpin yang tidak mendahulukan islam, tetapi mereka memberikan kesejahteraan, ketentraman, k... <1400 huruf lagi>
 
 
spacer
  
  ternyata islamphobia juga ada di Indonesia (indra.purnama@in..., 22/03/2007 17:17)
sangat menggelikan memang koalisi yang katanya mengagendakan kelangsungan nkri, emangnya pks itu virus kok bisa2nya partai2 lain takut, itu artinya memang partai lain itu tidak ada kader yang solid cuma ada kader duit, kalo pks kadernya ngaji, shalat, shaum, orang islam kok takut sama islam.Allahu Akbar..... kita buktikan bahwa kita tetap harus istiqomah kemenangan bukanlah tujuan yang mutlak, biar rakyat akhirnya tahu siapa2 orang yang takut bangsa ini menjadi lebih baik.
 
 
spacer
  
  Memimpin-lah dengan Bijaksana (ricky.rinalto@ai..., 22/03/2007 16:09)
Ibarat menanam tumbuhan, maka perlu dirawat dan dijaga, supaya dapat tumbuh dan berbunga/berbuah dengan baik.
begitu pun pula dengan menjadi pemimpin.
harus pandai merawat dan menjaga pikiran/tingkah laku, sehingga akan menghasilkan kepemimpinan yang berkualitas.
bukan hanya untuk agama, golongan, partai tertentu.
harus diingat, bahwa masyarakat akan mengingat dan mengenang baik dan/atau buruk seorang pemimpin.
Jakarta bukan hanya untuk satu agama tetapi semua agama yang berdasarkan ketuhan... <531 huruf lagi>
 
 
spacer
  
  Kok gak malu ya.... (rias@ma..., 22/03/2007 13:28)
Sudah sekian puluh tahun merdeka tapi model-model sektarian kok masih disukai. Benarkah seharusnya mengusung isu agama untuk kepentingan parti itu "SARU dan mesti malu" lantaran sulit ditagih di kemudian hari.
Yang dibutuhkan rakyat itu sederhana; cukup sandang, makan, papan, dan kesempatan berkembang. Lha hal itu kan amat mendasar dan sebagian besar rakyat sudah merasa dikibuli janji-janji. Misalnya janji gratis sekolah.... apa bisa terwujud ? Kalau skalanya kecil bisa tapi klau seluruh Indone... <166 huruf lagi>
 
 
spacer
  
  islamisme dan nasionalisme... entar dulu bang (gosbam@gm..., 22/03/2007 11:36)
Hahaha, redaksi menulis sebagai pertarungan kelompok islam"isme" dengan nasional"isme"...

Yang benar adalah kalimat redaksi berikutnya, ... menang dulu, urusan belakang... rakyat melarat dan rakyat bangsat alias moral diluntang-lantung oleh pemimpin!!!

mudah2an salah dua calon itu tidak satupun yang menang...

---artinya carikan calon lain dong?
 
 
spacer
sudut spacer sudut  

sudut spacer sudut
search calendar
<< 22 March 2007 >>
SuMTW ThFSa
dotdotdotdot123
45678910
11121314151617
18192021222324
25262728293031
spacer

All Daily News Magazine
sudut spacer
sudut sudut
spacer