Gunung Batutara Meletus Nelayan Dilarang Dekati Pulau Lembata
Jakarta, 22 Maret 2007 11:08 Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) Badan Geologi meminta nelayan untuk tidak mendekati Pulau Lembata, Nusa Tenggara Timur (NTT), setelah Gunung Batutara (750 meter di atas permukaan laut/Mdpl) yang berada di pulau tersebut meletus pada 17 Maret 2007.
Kepala PVMBG, Dr Surono, di Jakarta, Kamis, mengatakan, selama ini keberadaan pulau tersebut menjadi persinggahan bagi para nelayan di wilayah tersebut, hingga akan berbahaya bagi keselamatannya mengingat Gunung Batutara meletus.
"Pulau Lembata itu tidak ada penghuninya, tapi sering dijadikan sebagai tempat persinggahan bagi nelayan setempat," katanya.
Mengingat keadaan pulau yang tidak berpenghuni itu, kata dia, pihaknya hanya menaikkan status gunung api tersebut dari "Aktif Normal" atau Level I menjadi "Waspada" atau Level II.
Ia mengatakan di Gunung Batutara itu, memang tidak ada posko pemantauan gunung api mengingat lokasinya yang tidak berpenghuni, sedangkan pos pemantauan gunung api yang terdekat berada di 60 kilometer dari gunung tersebut atau Pos Pemantauan Gunung Api Lewotolo.
Akibatnya , kata dia, ketika menerima laporan adanya letusan itu dari nelayan pada 17 Maret 2007, petugasnya langsung mengecek secara visual dan hasilnya benar telah terjadi letusan yang mengeluarkan semburan material vulkanik abu setinggi 1.500 meter.
"Sampai sekarang, petugas kami belum bisa mendekati pulau tersebut mengingat gelombang laut yang cukup tinggi," katanya.
Dikatakannya, awal adanya informasi letusan itu, berasal dari nelayan yang saat melewati pulau itu melihat adanya asap dan letusan dari Gunung Batutara hingga melaporkan kepada pemda terdekat. Kemudian pemda setempat melakukan verifikasi dan berkoordinasi dengan petugas PVMBG di NTT.
"Setelah dicek secara visual, memang benar jika Gunung Batutara itu meletus hingga kami menetapkan statusnya menjadi Waspada," katanya. [TMA, Ant]URL: http://www.gatra.com/2007-03-22/versi_cetak.php?id=103209