 |
|
 |
|
JAWA |
 |
| |
Biaya Pilkada Jabar 2008, Termahal
Bandung, 6 Juni 2007 03:18 Pemilihan Kepala Daerah (pilkada) di Jawa Barat (Jabar) akan menjadi pilkada termahal di Indonesia karena menelan anggaran Rp696,1 miliar terutama bila berlangsung dalam dua putaran.
"Jumlah pemilih di Jawa Barat paling banyak dibandingkan jumlah pemilih di provinsi lain sehingga anggaran yang dibutuhkan pasti lebih besar, terutama bila digelar dalam dua kali putaran," kata Ketua KPUD Jabar, Setia Permana, usai melakukan dengar pendapat dengan Gubernur Jabar Danny Setiawan, di Gedung Sate, Bandung, Selasa (5/6).
Setia menyebutkan, jumlah pemilih pada pilkada Jabar sekitar 28,120 juta orang. Dengan jumlah tersebut, dalam menyusun anggaran, Komisi Pemilihan Umum Daerah (KPUD) Jabar sudah berupaya menekan yakni dengan perbandingan Rp17.500 per kepala (pemilih).
Anggaran pilkada Jabar untuk putaran pertama dibutuhkan sekitar Rp468,9 miliar. Sedangkan untuk mengantisipasi pilkada putaran kedua dibutuhkan dana sekitar Rp227,2 miliar.
"Karena anggarannya cukup besar, dalam waktu dekat ini akan dibentuk Tim Koordinasi Penyusunan Anggaran Pilkada Jabar. KPUD tidak bisa sendirian menetapkan anggaran itu, kami gandeng tim koordinasi biar lancar dan aman," ungkap Setia.
Peningkatan anggaran pilkada itu, lanjut Setia, tidak lepas dari perubahan kewenangan KPU sesuai UU No.22/ 2007 tentang penyelenggara pemilihan umum dimana wewenang KPU bertambah, sehingga otomatis menambah anggaran yang dibutuhkan.
Sementara itu, Gubernur Jabar Danny Setiawan mengatakan, Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jabar saat ini sudah menabung anggaran pilkada 2008 dari APBD 2006 dan APBD 2007 sebesar Rp250 miliar. Angka itu masih jauh dari mencukupi anggaran yang sudah disusun oleh KPUD Jabar.
Pemprov Jabar akan menambahnya melalui Rencana Belanja Tambahan APBD 2007, namun angkanya tidak akan terlalu besar.
"Pemprov Jabar akan berupaya mencukupi anggaran sebesar itu. Saya berharap Pilkada Jabar 2008 cukup satu putaran saja," kata Danny.
Sementara itu, tahapan pilkada Jabar mulai intensif pada September 2007 mendatang yang ditandai dengan validasi jumlah pemilih di provinsi itu serta pembentukan PPK dan KPPS.
"PPK dan KPPS sudah harus terbentuk Oktober 2007 mendatang, hampir 60 angaran untuk dana personil yang jumlahnya mencapai 700 ribu, 25 persen akomodasi dan prasarana," katanya.
Sementara itu, pelaksanaan pilkada Jabar putaran pertama paling lambat akan digelar pada 13 Mei 2008.
"KPU berusaha menggelar pada April 2008, hal itu untuk mengantisipasi pelaksanaan Pilkada dalam dua putaran," demikian Setia. [EL, Ant]
|
|
 |