 |
|
 |
 |
 |
 |
 |
 |
|
|
 |
| |
Sekolah Gratis Tuntutlah Ilmu ke Sekayu
Kabupaten Musi Banyuasin sukses mengembangkan pendidikan gratis dan bermutu. Dalam menyampaikan pelajaran, guru tak lagi menggunakan kapur, melainkan cukup klik dari laptop yang dihubungkan dengan sebuah liquid crystal display (LCD) proyektor. Materi pelajaran diproyeksikan ke layar putih tepat di depan ruang kelas. Tak ada waktu terbuang hanya untuk mencatat di papan tulis. Selain setumpuk fasilitas pokok tersebut, terdapat pula beberapa pendukung kegiatan ekstrakurikuler, seperti 10 sarana olahraga dan sejumlah alat musik. Selain itu, tersedia pula sebuah stasiun radio sekolah. Suara Smanda, namanya. Alumninya banyak diserap di berbagai perguruan tinggi papan atas. Dalam tempo lima tahun, Sekayu berhasil disulap mengimitasi Yogyakarta. Di sekolah-sekolahnya yang gratis, mereka menyisihkan kuota 20% untuk menampung pelajar dari luar Muba. Padahal, tujuh tahun silam, Musi Banyuasin tak lebih dari kabupaten miskin dengan 12.000 penduduk buta huruf.
[Pendidikan, Gatra Edisi 38 Beredar Kamis, 2 Agustus 2007] [ Print | Email ]
|
|
| |
|
|
|
 |
 |
| YANG HANGAT |
 |
| |
Happy Salma Kurang Pede Nyai Ontosoroh Happy
Happy Salma main teater, mememerankan tokoh Nyai Ontosoroh, dalam pentas Teater Nyai Ontosoroh di TIM, Jakarta. Mementaskan tokoh rekaan karya Pramudya Ananta Toer dalam novel Bumi Manusia itu, membuat Happy kurang pede. Padahal pementasannya hari Minggu (12/8). Happy mengaku tak mau pusing, apakah aktingnya akan sesuai dengan selera penonton atau tidak. Ia memikirkan prosesnya saja. [ Print | Email ]
Gus Pur Hilang Cemas Gus Pur
Berperan mirip Gus Dur rupanya sempat bikin waswas Dokter Handoyo alias Gus Pur. Meski Gus Dur tidak masalah, ia takut para pendukung fanatik Gus Dur tidak terima tokohnya diparodikan. Tapi saat diundang tampil dalam Resepsi Puncak Hari Kelahiran ke-9 PKB, Gus Pur justru mengocok perut para petinggi partai itu. [ Print | Email ]
Marsha Timothy Emosi Setelah Syuting Marsha
Marsha Timothy mengaku suka terbawa emosi, seusai syuting film Merah Itu Cinta, karena tokoh Raisa yang diperankannya memiliki karakter emosi yang naik turun; labil, dan selalu berubah-ubah. Padahal proses baca naskah dan persiapan mendalami karakter yang diperankannya, begitu singkat. Syutingnya pun terbilang singkat, kurang dari satu bulan. Alhasil, ia merasa perannya ini sebagai beban berat yang harus dipikulnya. [ Print | Email ]
Korban Tewas Akibat Ledakan Belum Dievakuasi
Ledakan Besar di Pasuruan Hancurkan 8 Rumah
Hakim Agung Akui Banyak Hakim Nakal
Presiden Minta Riau Kerja Sama dengan Malaysia dan Singapura
Ribuan Pak Rokok Diselundupkan dalam 33 Peti Mati
|
|
Wulan Guritno Tujuh Lap Wulan Guritno
Mengendarai mobil bukan hal baru bagi Wulan Guritno. Tapi menggeber mobil balap single seater dengan kecepatan 200 kilometer per jam baru dialaminya di Sirkuit Sentul, Bogor, pada program Formula BMW Experience. Karena stamina ibu satu anak ini kurang mendukung, ia hanya tahan tujuh lap. [ Print | Email ]
Maia Estianty & Dul Dul Mitra Panggung Maia
Penyanyi Maia Estianty sudah mendapat pasangan baru di atas panggung. Setidaknya, itu terjadi pada pergelaran operet ulang tahun ke-18 stasiun RCTI. Dul, panggilan anak bungsu Maia, Abdul Qodir Jaelani --hasil perkawinannya dengan Ahmad Dhani, bertugas jadi pembuka buku gede. Menurut pentolan kelompok musik Ratu itu, Dul paling penurut dibanding kedua abangnya, Al dan El. Termasuk, saat membintangi iklan televisi. [ Print | Email ]
Cindy Fatikasari Nge-rock Cindy di Depan Anak-anak
Cindy Fatikasari akan menggebrak blantika musik Indonesia bersama kelompok musik yang pernah diikutinya, Galeri. Menurut suaminya, Tengku Firmansyah, ketiga anak mereka belum pernah melihat ibunya tampil di panggung membawakan lagu-lagu rock sambil nge-band. Kalau mendengar lagunya, sudah. "Saya pengen liat muka anak-anak saya kalau ibunya nge-rock," aku bintang sinetron ini. [ Print | Email ]
Panitia Tak Sediakan Bonus bagi Pemecah Rekor
Muhammad Yunus: "Grameen Bank" Bisa Diterapkan di Indonesia
Wapres Bantah Potong Anggaran Departemen
Produsen Psikotropika Dijatuhi Hukuman Mati
Barang Pribadi Milik Alm Koesnadi Hardjasoemantri Dilelang
|
|
 |
|
|