 |
|
 |
 |
 |
 |
 |
 |
|
|
 |
| |
Agar Kota Tambang Tidak Mati
Tanpa perencanaan yang tepat, wilayah yang bergantung pada pertambangan akan mengarah jadi daerah mati. "Ketika timah habis, yang tinggal hanyalah sumur-sumur tua. Bangka Belitung pun akhirnya jadi kota hantu." Begitulah penyataan menyedihkan yang senantiasa didengungkan pencinta lingkungan di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung. Gubernur Babel mengakui bahwa telah terjadi kerusakan lingkungan amat parah akibat penambangan timah. Menurut catatan Gatra, di Babel setidaknya terdapat 887 kolong (cekungan besar bekas penambangan timah, dengan garis tengah ratusan meter dan kedalaman puluhan meter), yang menganga tanpa terurus. Kalimantan Timur melakukan reinvestasi hasil tambang ke bidang perkebunan dan perhutanan. Alternatif yang bisa disodorkan, antara lain, pengembangan perkebunan dan kehutanan di lahan bekas tambang serta kegiatan agroindustri, seperti melakukan pengembangan dengan tanaman karet 100%, atau pengembangan sawit 100%. Selain dampak buruk itu, proses penambangan juga memberikan multiplier effect di bidang perekonomian yang luar biasa.
[Lingkungan, Gatra Nomor 40 Beredar Kamis, 16 Agustus 2007] [ Print | Email ]
|
|
| |
|
|
|
 |
 |
| YANG HANGAT |
 |
| |
Shinta Septiadewi Mutasi Kebetulan Shinta
Shinta Septiadewi, 21 tahun, duta Bangka Belitung (Babel) di Pemilihan Puteri Indonesia 2007, adalah seorang polwan berpangkat Bripda. Kabarnya, gara-gara ikutan kontes ini, Shinta dapat mutasi, dari Polres Bangka Tengah ke Polda Babel. Namun gadis berkulit putih ini membantah kabar miring itu, karena mutasi lazim terjadi di tubuh kepolisian setiap enam bulan sekali. Ia kini jadi Sekretaris Pribadi Pimpinan, Kapolda Babel. [ Print | Email ]
Asep Ramdhani Sanggar Independen Anak Sepatu
Asep Ramdhani sudah membela hak-hak anak anak yang bekerja di industri alas kaki di Cibaduyut, Bandung, sejak enam tahun lalu. "Saya meminta agar kesejahteraan pekerja anak ditingkatkan. Mereka harus dibayar sama dengan pekerja dewasa," kata Asep, bersemangat. Asep, yang lulusan SD, bekerja serabutan. [ Print | Email ]
Ida Kusumah Adegan Rokok Pertama Ida
Ida Kusumah dipaksa Rudy Soedjarwo, sutradara film Cintapuccino, untuk merokok dalam adegan film yang diangkat dari novel karya Icha Rachmanti itu. Padahal, selama setengah abad karirnya di dunia film, belum seorang sutradara pun berhasil membujuknya merokok saat syuting. "Saya itu anti-rokok, baunya aja saya sudah pusing. Tapi di sini saya diharuskan merokok karena karakternya merokok," katanya. [ Print | Email ]
Wasit Indonesia Dipukuli Empat Polisi Malaysia
Aksi Bajak Laut di Selat Malaka Turun Drastis
Pengadilan Khusus Tipikor Akan Hadir di Makassar
Di Amerika, Pakai Celana Melorot Bisa Didenda
Ketua F-Partai Golkar DPRD Maluku akan Dinonaktifkan
|
|
Kadek Ridoi Rahayu Gadis Seribu Aktivitas
Kadek Ridoi Rahayu terpaksa meninggalkan bangku sekolah untuk sementara waktu. "Saya sudah minta dispensasi dari sekolah sebulan ini karena harus ikut latihan pasukan pengibar bendera (paskibra)," ujar Doi, panggilan akrab Kadek. Untunglah, perngorbanan itu dibayar tuntas. Sederet prestasi dapat dikoleksinya. [ Print | Email ]
Joko Sukamto Bahasa Gaul Perlindungan Anak
Joko Sukamto, siswa kelas III IPA SMA Negeri 1 Cepogo, Boyolali, Jawa Tengah, aktif membela hak-hak anak sejak tiga tahun lalu. Aktivitas putra petani ini mendapat respon dari Unicef. Waktu Gunung Merapi meletus, ia dan teman-temannya menghimpun anak-anak pengungsi agar tetap bisa belajar dan bermain. [ Print | Email ]
Dian Sastrowardoyo Bangga Warna Kulit Dian Sastro
Dian Sastrowardoyo pede dengan warna kulitnya yang khas Indonesia; agak-agak gelap, dan tak tertarik dengan pemutih kulit. Menurut ikon sabun Lux ini, kulit gelapnya itu lebih klop dengan pakaian khas Indonesia. Ia yakin, warna kulitnya ini lebih menunjukkan identitasnya sebagai orang Indonesia. Seandainya mengenakan pakaian berwarna terang pun, nggak akan seheboh kalau yang mengenakannya berkulit putih. [ Print | Email ]
Iga Mawarni Akan Manggung Bersama Waljinah
Santos Akan Bangun Museum Pele
Polres Magetan Akan Tindak Polisi Penganiaya Anak
AS Ucapkan "Dirgahayu Indonesia"
Ber-KTP Ganda Bisa Dipenjara Dua Tahun
|
|
 |
|
|