 |
|
 |
|
WISATA & HIBURAN |
 |
| |
Malaysia Klaim Reog Milik RI
Johor Bahru, 6 Desember 2007 07:48 Para seniman Reog Ponorogo di Batu Pahat, Johor Bahru, juga tidak setuju jika keseniannya diakui sebagai milik Malaysia, karena memang kesenian asalnya dari Ponorogo, Jawa Timur, senimannya pun merupakan keturunan Ponorogo yang sudah jadi warga negara Malaysia.
"Kesenian Reog ini memang berkembang di Malaysia. Kami pun sangat senang dapat mempertahankan dan mengembangkan kesenian Reog. Tapi kami tidak setuju jika diklaim sebagai kesenian Malaysia, karena asalnya memang dari Ponorogo," kata Ketua Sanggar Tari Sri Wahyuni, Mohd Marzi, sebagaimana dikutip dari Antara, di Batu Pahat, Rabu (5/12).
"Saya generasi kedua keturunan warga asal Ponorogo, para seniman kami semua keturunan masyarakat Jawa Ponorogo, sebagian TKI asal Ponorogo. Sebagian besar alat-alat kesenian, kami beli langsung dari Jawa. Jadi memang ini kesenian Ponorogo, Jawa Timur, Indonesia," katanya menegaskan.
Ia pun menyesalkan sikap media massa Malaysia yang terlalu dikontrol kerajaan Malaysia menanamkan pengertian kepada rakyat Malaysia seolah-olah rakyat Indonesia, khususnya masyarakat dan seniman Ponorogo, melarang kesenian Reog Ponorogo dipentaskan di Malaysia atau ke pentas internasional.
"Kami paham yang diinginkan masyarakat Indonesia. Mereka senang kesenian reog Ponorogo berkembang di Malaysia, tapi harus diakui dan dikatakan ini kesenian asal Ponorogo, Jawa Timur, Indonesia. Itu saja. Mereka sama sekali tidak membatasi atau melarang," katanya menambahkan.
Persoalannya memang menjadi rumit jika sudah dicampuri oleh urusan politik, katanya.
Mohd Marzi bersama dengan Sanggar Tari Sri Wahyuni akan terus mempertahankan kesenian reog Ponorogo di Malaysia, karena rakyat Indonesia-Malaysia memang satu rumpun dan tidak peduli dengan kontroversi yang muncul, karena masyarakat Ponorogo, Jawa Timur, dan rakyat Indonesia tidak pernah melarang keseniannya berkembang di mana pun di dunia ini. [EL, Ant]
|
|
| | |
 |
| KOMENTAR PEMBACA |
 |
| | |
| |
BUDAYA "MAMPIR'.. (juanditea@ya..., 22/12/2007 22:57) Indonesia memang tidak keberatan budayanya dipelajari dan di kembangkan oleh bangsa lain di dunia ini, tapi untuk mengaku2 budaya itu sebagai miliknya memang tidak bisa diterima dan harus ditentang. saya rasa, malaysia mengklaim reog itu kesenian dan kebudayaan mereka, karena malaysia tidak mempunyai lagi bahan yang menarik untuk di jual bagi pariwisata mereka. jadi, mereka hanya bisa meniru dan mengaku2 budaya negara lain sebagai budaya mereka. kesian deh loe, malaysia..! | |
 |
| | |
| |
generasi Muda Indoensia kemana (jacky_bagoes@ya..., 17/12/2007 10:50) Reog lebih berkembang di Malaysia. Sementara di indonesia Reog hanya tampil berkala pada acara-acara tertentu saja. Kalo terus begini, kesenian Reog di indonesia bisa punah dari negri ini. Generasi muda harus bersikap dan mencintai budaya sendiri. | |
 |
| | |
| |
Seni asal Indonesia milik siapa? (priharjo@BT..., 13/12/2007 23:02) Masalah tentang klaim pemerintah Malaysia yang terkait dengan seni reog asal Ponorogo menjadi kajian menarik tentang masa depan budaya dan kesenian Indonesia di masa datang. Sebenarnya, ini bukan masalah baru dan kalau anda sempat pergi ke Malaysia atau melihat promosi wisata budaya mereka, ada berbabagai kesenian yang aslinya dari Indonesia mereka ambil dan klaim sebagai bagian kesenian Malaysia. Sebagai contoh kalau anda sempat ke central market di Kuala Lumpur, banyak kerajinan di sana seper... <905 huruf lagi> | |
 |
| | |
| |
hikmah dibalik semua (siswadi02@ya..., 06/12/2007 10:29) Akhir-akhir kontroversi dengan negeri jiran Malaysia sedang dirasakan tinggi, khsususnya dalam 'klaim' Malaysia atas beberapa hasil budaya bangsa Indonesia. Saya secara pribadi melihat hikmah yang mendalam dari semua ini, sebenarnya kita semua harus berterimakasih ke negara jiran ini. Setidaknya telah muncul rasa nasionalisme dari kita dalam hal budaya. Kita semua mulai tersadarkan bahwa banyak hal yang bernilai tinggi yang ada pada kita yang terus dilirik oleh orang luar. Dengan beberapa kejadi... <491 huruf lagi> | |
 |