 |
|
 |
|
NASIONAL |
 |
| |
Beasiswa Mahasiswa RI Sering Telat
Brisbane, 25 Maret 2009 06:24 Keterlambatan pengiriman uang beasiswa sejumlah mahasiswa pasca sarjana Universitas Queensland (UQ) oleh Direktorat Jendereal Pendidikan Tinggi Departemen Pendidikan Nasional (Depdiknas), mengundang keprihatinan Pengurus Perhimpunan Mahasiswa Indonesia di Universitas Queensland (UQISA).
Presiden UQISA, Dimas Wisnu Adrianto, di Brisbane, Selasa (24/3), mengatakan, keterlambatan pengiriman dana beasiswa itu merupakan masalah serius karena berdampak pada pembayaran uang kuliah pada waktunya.
Untuk membantu kelancaran studi para mahasiswa program beasiswa Dikti di UQ itu, pihaknya berinisiatif mendata mereka sebagai langkah awal, sebelum pihaknya bertemu otoritas terkait UQ, agar mereka mengetahui keberadaan dan dinamika persoalan yang dihadapi para penerima beasiswa pemerintah RI tersebut.
Pihak UQ telah mendengar tentang adanya sejumlah mahasiswanya yang didanai beasiswa Diknas RI, namun belum menerima pemberitahuan resmi dari lembaga terkait Indonesia tentang mereka, katanya. "Kami berharap pihak terkait di Tanah Air lebih sensitif terhadap nasib rekan-rekan mahasiswa penerima beasiswa Dikti ini. Kami juga mendorong terbangunnya komunikasi antara Dikti dan universitas-universitas penerima mahasiswa program Dikti," katanya.
Terlepas dari kondisi yang menuntut perbaikan ini, Dimas mengatakan, pihaknya sangat mengapresiasi program beasiswa Dikti bagi para dosen perguruan tinggi negeri dan swasta untuk melanjutkan studi mereka di luar negeri.
Australia merupakan negara tujuan terfavorit para dosen perguruan tinggi Indonesia penerima beasiswa program doktor dan master Dikti.
Pada 2008, dari 1.104 penerima beasiswa, sebanyak 262 orang di antaranya memilih Australia. Australia adalah salah satu dari 32 negara di dunia yang menjadi tempat belajar para penerima beasiswa Depdiknas. [EL, Ant]
|
|
| | |
 |
| KOMENTAR PEMBACA |
 |
| | |
| |
bukan hanya di australia (rddadan_ramdan@ya..., 25/03/2009 13:15) bukan hanya di australia loh, di berbagai negara lain seperti jepang dan inggris mengalami hal yang sama. bahkan yang di jepang, sebelum di terima mahasiswa udah dipotong ini itu | |
 |