Kupang, 12 Juli 2010 15:18 Nelayan di Kabupaten Rote Ndao panen teripang dan biota laut, yang banyak mereka tangkap di perairan sekitar Pulau Nasir.
"Nelayan Rote sudah turun-temurun menangkap teripang di sekitar Pulau Pasir. Karena hasil tangkapan melimpah, mereka bisa melaut tiga bulan untuk keperluan hidup selama satu tahun," kata anggota DPRD Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) Somy Pandie yang baru kembali dari melakukan kunjungan ke Kabupaten Rote Ndao.
Ia mengatakan, Australia sudah memperbolehkan para nelayan Indonesia melaut di perairan sekitar Pulau Pasir, dengan syarat menggunakan perahu layar, dan tidak boleh ada mesin serta tidak menggunakan alat tangkap modern.
"Artinya, nelayan yang melaut di perairan sekitar Pulau Pasir benar-benar nelayan tradisional yang menangkap hasil laut untuk menghidupi keluarga," ujarnya.
Tradisi melaut ke Pulau Pasir dilakukan turun-temurun, sehingga meskipun ada larangan dari pemerintah Australia, para nelayan tetap ngotot kesana.
Para nelayan, kata dia, biasanya mengumpulkan teripang dan biota lalu dijemur sampai kering dan membawanya ke Rote untuk siap dijual kepada pedagang pengumpul.
Dalam sekali melaut, satu kelompok nelayan yang rata-rata terdiri atas lima orang, mampu menghasilkan uang minimal Rp30 juta/orang atau disetarakan dengan pendapatan Rp2,5 juta perbulan.
Dengan uang inilah, lanjut dia, warga nelayan bisa bertahan hidup sampai musim tangkap tahun berikutnya. Para nelayan biasanya berangkat ke perairan sekitar Pulau Pasir pada awal bulan Juli, ada yang bertahan tiga pekan, tetapi ada yang lebih lama lagi, menunggu sampai hasil laut kering, sebelum diangkut ke Rote.
Pelayaran dari Rote ke perairan sekitar Pulau Pasir, menurut dia, membutuhkan waktu sekitar delapan jam, bisa lebih cepat jika angin bertiup baik "mengantar" para nelayan segera menjangkau lokasi tujuan.
Salah seorang nelayan dari Papela, Kecamatan Rote Timur Sadli yang pernah tiga kali ditangkap petugas patroli Australia mengatakan, nelayan Rote tidak akan berhenti melaut ke wilayah sekitar Pulau Pasir, karena itu sudah dilakukan sejak lama. Buktinya, di gugusan Pulau Pasir ada sumur yang digali nelayan Rote, juga ada pohon kelapa yang ditanam dan ada kuburan nelayan yang meninggal ketika sedang melaut. [TMA, Ant]URL: http://www.gatra.com/2010-07-30/versi_cetak.php?id=139589