BALI & NUSA TENGGARA [ GATRA Printed Edition ]

Warga Tiga Desa Konsumsi Air Kali

Ende, 18 Juli 2010 10:28
Warga tiga desa di Kecamatan Kota Baru, Kabupaten Ende, Flores, Nusa Tenggara Timur, terpaksa mengonsumsi air kali, karena tidak ada jaringan air bersih yang masuk ke wilayah mereka.

Camat Kota Baru Gabriel Dala yang dihubungi di Ende, Minggu, mengatakan tiga warga desa di wilayah kecamatannya yang belum menikmati fasilitas air bersih itu adalah Desa Tou, Tou Timur dan Desa Kota Baru.

"Kondisi yang dihadapi masyarakat tiga desa itu, boleh dikata sudah turun-temurun. Ada proyek air bersih yang masuk ke wilayah kami, namun sampai detik ini belum mendistribusikan air ke pemukiman penduduk," katanya.

Dala menambahkan untuk kebutuhan sehari-hari, ada warga yang mengandalkan air sumur, namun hampir sebagian besar warga di tiga desa itu memanfaatkan air kali yang jaraknya sekitar satu kilometer dari pemukiman mereka.

Ia mengatakan, kondisi air pada saat musim hujan sangat kotor karena bercampur dengan banjir dan lumpur, namun masyarakat tiga desa itu tetap memanfaatkannya karena tidak punya pilihan lain.

"Jika musim kemarau tiba, warga desa harus berebutan dengan kerbau dan sapi yang berkubang di kali untuk mendapatkan air. Hal ini karena pada puncak musim kemarau, beberapa sumber mata air yang bermuara pada kali tersebut, mengalami kekeringan," katanya.

Ia menambahkan kondisi air minum yang dikonsumsi masyarakat setempat belum memenuhi standar kesehatan, namun masyarakat tetap memanfaatkannya karena tidak punya pilihan lagi.

"Kalau di beberapa tempat, konsumsi air kali itu barang biasa karena mereka punya teknologi penyulingan air. Untuk kita di sini, palingan masak sampai mendidih baru minum, namun tidak menghilangkan kotoran dan warnanya," katanya.

Dala mengungkapkan sebelumnya sudah ada proyek air bersih dari pemerintah setempat untuk penduduk di tiga desa itu, namun proyek itu hanya membangun jaringan perpipaan dan tidak mengalirkan air.

Untuk mengatasi kondisi yang dihadapi masyarakat setempat, kata dia, para kepala desa dan para mosalaki (tokoh masyarakat) setempat telah bersepakat untuk menyerahkan pengelolaan air di wilayah itu kepada Perusahan Daerah Air Minum (PDAM) Kabupaten Ende.

"Kami sudah konsultasikan dengan pihak PDAM, dan mereka menyatakan bisa mengambil alih pengelolaan air di tiga desa itu, asalkan jaringan pipa yang rusak itu diperbaiki terlebih dahulu," katanya.

Anggota DPRD Ende Yustinus Sani mengatakan untuk mengatasi kondisi kesulitan air yang dialami tiga desa itu, tidak bisa hanya mengandalkan APBD setempat.

Dia menawarkan agar pemerintah setempat dapat membuat proposal ke Pemerintah Provinsi NTT karena di Balai Pengairan Provinsi NTT, ada proyek air baku untuk masyarakat pedesaan.

"Kami dari Komisi B DPRD Ende telah berkonsultasi ke Balai Pengairan Provinsi NTT, dan di sana ada proyek air baku. Tinggal saja kita membuat pemetaan, berapa banyak desa di Kabupaten Ende yang masih kesulitan air bersih," katanya. [TMA, Ant]
URL: http://www.gatra.com/2010-07-30/versi_cetak.php?id=139829