spacer spacer spacer spacer
HUT RI ke-63 spacer Gatra Mobile

All Daily News Magazine
spacer spacer spacer spacer spacer spacer spacer
spacer

User ID :
Password :
Anggota baru ?
Lupa password ?

[ Indeks Berita ]
[ Daftar Komentar ]
sudut
spacer
spacer
spacer
NASIONAL
spacer
 
Bencana Alam
PBNU: Bangsa Indonesia Harus Tobat

Jakarta, 16 Januari 2007 17:00
Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) menyeru pemimpin dan seluruh rakyat Indonesia bertobat dan meminta pertolongan Tuhan atas beruntunnya bencana sosial dan bencana alam yang menimpa bangsa ini.

Ketua Umum PBNU KH Hasyim Muzadi di Jakarta, Selasa, mengingatkan, seluruh potensi bangsa seperti kemampuan ilmu, keuangan, birokrasi, keamanan, telah dikerahkan untuk mengatasi bencana sosial dan alam tersebut, namun terbukti tidak mampu menyelesaikan.

"Beruntunnya bencana sosial dan bencana alam yang sampai hari ini belum ada tanda-tanda peredaan menurut perhitungan rasional sudah berada di atas batas kemampuan masyarakat dan pemerintah untuk mengatasinya," katanya.

Karena itu, tambah Hasyim, tidak ada cara lain kecuali meminta pertolongan Tuhan yang dimulai dengan bertobat secara nasional.

"Ada ketidakberesan di negara ini yang dimulai secara kolektif yang oleh karenanya harus diakhiri secara kolektif pula," kata pengasuh Pondok Pesantren Al Hikam, Malang, Jawa Timur itu.

Hasyim mengaku telah berusaha mencari literatur mengenai asal-muasal bencana dan jawaban yang pas dengan situasi yang terjadi di Indonesia justru terdapat di kitab suci Alquran.

Ia lantas mengutip Alquran, Surat An Nahl, ayat 112. Di situ disebutkan "Dan Allah memberikan contoh sebuah negeri yang aman tenteram, rizki melimpah datang di negeri itu dari segala tempat, kemudian penduduk negeri itu durhaka dan ingkar terhadap nikmat-nikmat Allah, maka Allah menimpakan pakaian kelaparan dan ketakutan disebabkan apa yang mereka perbuat sendiri".

Dalam terminologi Alquran, kata Hasyim, ada dua macam bencana. Pertama, bencana yang memang semata-mata kehendak Allah. Kedua, bencana akibat kesalahan manusia, baik kesalahan fisik seperti perusakan hutan yang mengakibatkan banjir dan kekeringan serta kesalahan moral seperti kemaksiatan yang merajalela, pengkhianatan terhadap amanat, hukum, kebohongan dan kepura-puraan.

"Yang diberi amanat untuk memikirkan rakyat justru menelantarkan, berbuat zalim atas nama keadilan, keserakahan, bersikap palsu atau pura-pura, keserakahan, itu semua mengundang bencana dan harus dihentikan," katanya.

Sebagai organisasi keagamaan, kata Hasyim, NU memiliki kewajiban moral untuk mengingatkan umat pada ajaran agama, termasuk dalam menyikapi berbagai bencana yang menimpa.

Untuk itu, menjelang tahun baru Hijriah 1428, PBNU mengimbau umat Islam agar melakukan puasa sunnah "Tasu`a" dan "Asyura" pada 1-10 Muharram atau 20-30 Januari dengan sebanyak mungkin memohon ampun dan memohon kekuatan pada Allah.

Selanjutnya, umat diminta lebih mendekatkan diri kepada Allah dengan bertobat, berlaku jujur, meningkatkan ibadah, zikir, bersedekah, menyantuni korban bencana dan melaksanakan salat ghaib bagi korban bencana atau kecelakaan yang tewas.

"Umat dan pemimpin juga harus menjauhi perbuatan yang langsung atau tidak langsung menyebabkan murka Allah, seperti kezaliman, kepalsuan, pengrusakan kehormatan dan martabat sesama, perusakan alam, keserakahan, pengkhianatan amanat dan hukum, menelantarkan penderitaan rakyat kecil dan sebagainya," kata Hasyim. [TMA, Ant]

printer Versi Cetak email Kirim Berita ke Teman komentar Komentar Anda

 
  
spacer
KOMENTAR PEMBACA
spacer
  
  entar lagi juga ditenggelamin,... (obbiq@ho..., 20/01/2007 12:30)
Banyak para ahli agama cumanya bisa ngomong doang,... agama hanya berlaku untuk umat saja tapi kalau untuk sendiri tidak berlaku,... kelakuan pejabat negara, MPR/DPRD, Aparat hukum, apalagi rakyatnya bejat semua, sama dengan orang2 jahiliah,... tinggal tunggu waktulah buat di tenggelamin,.... di Airport sukarno hatta aja, semua isinya pereman alias tukang palak dari imigrasi, bea cukai, keamanan pokoknya satu bandara semuanya bejat .... saya hanya bisa nyumpahin semoga cepet2 kana azab yang pali... <66 huruf lagi>
 
 
spacer
  
  Jangan melihat Pemimpin (joelnapit@ya..., 19/01/2007 20:53)
Benar bangsa ini harus bertobat, jangan melihat Pemimpinnya tapi mulailah bertobat dari diri sendiri, keluarga, lingkungan dan seterusnya dan dengan sendirinya para pemimpinnya juga akan tobat.
Jadi kalau mau tobat jangan menunggu orang lain atau pemimpin tapi mulailah dari dari sendiri.
Coba renungkan apakah yang kita kerjakan/lakukan selama ini telah sesuai dgn tuntunan agama yang kita anut???????
 
 
spacer
  
  tobat nasional.... sudah dari dulu (muhtadi_didi@ya..., 18/01/2007 21:43)
Seruan tobat nasional dan sejenisnya sebenarnya sudah dari dulu disampaikan ketika bangsa ini terus menerus didera berbagai macam krisis. Cuma karena waktu itu yang menyerukan adalah Amien Rais, seorang tokoh yang dianggap kontroversial dan dianggap garis keras, maka seruan itu dibantah oleh tokoh-tokoh yang lain. Ada yang bilang "kalau tobat mah sendiri-2 aja dech.. gak usah pake nasional2 begitu..." dst. yang intinya tidak setuju dengan seruan tobat nasionalnya pak Amien Rais. Nah, kalau sek... <195 huruf lagi>
 
 
spacer
  
  Lihatlah sejak tahun '98. (d_seik@ya..., 17/01/2007 13:58)
Sejak tahun 1998 politik mulai panas,dari politik terjadi kekejaman-kekejaman manusia satu terhadap manusia lain.Dari keributan di gedung GPR/MPR sehingga Soeharto turun sampai di Ambon dan Poso, dan terjadi juga di jakarta.Kekejaman manusia indonesia saat itu sudah melebihi limit Dosa yang ditentukan Tuhan.Pembunuhan,pemerkosaan,penganiayaan dan penghancuran rubah ibadah sudah tidak bisa di tolerir lagi buat Kecusian Tuhan.Itulah yang diperhitungkan Tuhan saat ini agar semua mengerti bahwa perb... <153 huruf lagi>
 
 
spacer
  
  Elit Yang Diatas yang harus memberi teladan (arjunalebax@ya..., 17/01/2007 07:36)
Saya masih teringatkakata-kata seorang lelaki (guru SMA Mojosari) dari penanggungan mojokerto sebelum krisis ekonomi menimpa. Dia berkata indonesia begini karena surat Al Isra ayat 16 yang pada intinya sebelum Allah menghancurkan negeri ini, maka diberikan peringatan kepada elit-elit politik (penggede2 -jawa), namun jika mengabaikan peringatan tersebut maka negara tersebut dihancurkan sehancur2nya. Semoga tidak ada lagi KKN di DPR, PBNU (dana abadi umat), bahkan Pemerintah..tapi sulit kayaknya.... <158 huruf lagi>
 
 
spacer
  
  para pemimpin negara and agama juga (kuple_69@ya..., 17/01/2007 07:34)
iya jangan hanya rakyatnya aja yang harus bertobat... para pemimpin negara beserta pembantu2nya alias menteri2nya dan juga para ustadz2,kiayi dan alim ulama nya harus bertobat...
Para ustadz, kiayi dan alim ulamanya hanya bisa berpoligami dan merusak keluarga orang
 
 
spacer
sudut spacer sudut  

sudut spacer sudut
search calendar
<< 30 July 2010 >>
SuMTW ThFSa
dotdotdotdot123
45678910
11121314151617
18192021222324
25262728293031
spacer

All Daily News Magazine
sudut spacer
sudut sudut
spacer