 |
|
 |
|
JAWA |
 |
| |
Transportasi Umum Jakarta Sutiyoso Berharap Proyek Subway Selesai Sebelum 2014
Jakarta, 14 Pebruari 2007 00:58 Gubernur DKI Jakarta Sutiyoso mengharapkan proyek pembangunan subway dapat selesai lebih cepat daripada perencanaan tim asal Jepang yang memproyeksikan selesai pada 2014.
Hal tersebut dinyatakan Gubernur DKI Jakarta di Balaikota Jakarta, Selasa (12/2), usai bertemu dengan tim teknis Mass Rapid Transportation (MRT) asal Jepang.
"Saya tanyakan ke mereka kapan MRT itu akan selesai dan dikatakan beroperasi pada 2014. Saya tanya lagi apakah membuat jalur sepanjang 14,5 km memerlukan waktu selama itu, mereka menjawab karena teknologi tinggi dan perencanaan merupakan salah satu kunci keberhasilan," kata Sutiyoso.
Ia menambahkan, tim penasehat yang akan mendampingi Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta selama pembangunan subway tersebut akan terdiri dari empat orang tenaga ahli asal Jepang dan empat orang tenaga ahli asal Indonesia.
"Mereka tentunya memiliki sejumlah latar belakang, ada yang transportasi, ekonomi, media dan juga teknik sipil. Itu akan menjadi satu tim dan akan mendampingi kita dari mulai tahap pembangunan fisik hingga operasional," paparnya.
Sutiyoso juga menyatakan, bila nantinya akan dibentuk sebuah konsorsium pengelola, pihaknya telah mengajukan BUMD yang dianggap layak untuk ikut serta.
Pada 28 November 2006 pemerintah Jepang memberikan bantuan dana sebesar 817,5 juta dolar AS untuk pengembangan dan pembangunan subway di Jakarta pada awal tahun 2009.
Proyek yang akan dibangun itu adalah pembangunan subway atau kereta bawah tanah sepanjang 14 km dari Lebak Bulus menuju Dukuh Atas (tahap pertama). Selanjutnya antara Dukuh Atas ke Kota (tahap kedua).
Pinjaman itu merupakan jenis STEP (Special Term for Economic Partnership) dengan tingkat bunga 0,40 persen per tahun dengan masa pembayaran kembali selama 40 tahun, termasuk 10 tahun masa tenggang, dan metode pengadaan barang dan jasa. [EL, Ant]
|
|
 |