spacer spacer spacer spacer
HUT RI ke-63 spacer Gatra Mobile

All Daily News Magazine
spacer spacer spacer spacer spacer spacer spacer
spacer

User ID :
Password :
Anggota baru ?
Lupa password ?

[ Indeks Berita ]
[ Daftar Komentar ]
sudut
spacer
spacer
spacer
NASIONAL
spacer
 
Imbauan Ma`ruf Amin
Lakukan Persuasif Edukatif Hadapi "Da'i Militan"

Jakarta, 8 Maret 2007 09:32
Ketua Komisi Fatwa Majelis Ulama Indonesia (MUI) Ma`ruf Amin, mengakui masih ada "da'i militan", yang mempunyai fanatisme tinggi, sehingga ketika berdakwah kerap menggunakan "ayat-ayat perang", memusuhi kalangan tertentu padahal situasi Tanah Air dalam keadaan damai.

Para da'i militan dan punya fanatisme berlebihan itu memang harus diberi pemahaman yang tepat , katanya, di Jakarta, Kamis, ketika dimintai tanggapannya seputar komentar Menteri Urusan Keislaman, Wakaf, Dakwah dan Penyuluhan Arab Saudi, Sheikh Saleh bin Abdul Aziz bin Muhammad bin Ibrahim Al-Seikh bahwa para da'i militan di negerinya dapat diperbaiki.

Sheikh Saleh sebelumnya bersama rombongan bertemu dengan Menteri Agama, Muhammad Maftuh Basyuni di Jakarta, Selasa, untuk membicarakan berbagai hal, antara lain penyelenggaraan pendidikan swasta dan pemberdayaan dana zakat.

Juga dibicarakan kerja sama memerangi terorisme dan pendidikan/ pelatihan mengelola zakat, wakaf dan dakwah. Rencananya, realisasi kerja sama tersebut akan dirumuskan dalam bentuk naskah saling pengertian (MOU) bilateral.

Menteri Sheikh Saleh mengatakan, di negerinya para da'i memiliki izin dalam berdakwa. Ketika para da'i tersebut punya fanatisme berlebihan, maka mereka harus diperbaiki dengan cara mengikuti pendidikan sehingga dapat diluruskan pikirannya.

Kalaupun tak dapat diperbaiki lagi, maka da'i bersangkutan tak dapat lagi melakukan aktifitasnya.

Perbaiki da'i
Untuk di tanah air, kata Ma`ruf Amin, tak ada lembaga yang ditugasi untuk memperbaiki para da'i yang dinilai punya paham "militan". Kendati diakui masih ada da'i punya fanatisme dan sampai kini tak ada yang dilarang untuk berdakwah.

Ia setuju jika para da'i memiliki persepsi yang sama dalam berdakwah, sehingga dalam pelaksanaanya pun tak keluar dari ketentuan dan koridor ajaran Islam. Namun untuk meniru sepenuhnya seperti di Saudi Arabia, maka hal itu tak mungkin dapat dilakukan.

Yang penting, kata dia, agar da'i dapat melaksanakan tugasnya dengan baik maka perlu ada kesamaan langkah antarulama, termasuk MUI. Pola yang digunakan untuk meningkatkan kualitas para da'i adalah persuasif edukatif.

Dengan demikian, ajakan memerangi kelompok lain menggunakan "ayat perang "dapat dihindari.

"Di Indonesia sekarang tak ada perang, sehingga jangan gunakan "ayat perang" . Itu faham yang salah, misalnya untuk ngebom," ujar Ma`ruf Amin.

Diakui jika da'i salah `menerjemahkan` ayat maka akan timbul bahaya di tengah masyarakat. " Pahamnya sih tak salah, tapi bisa salah paham," ujar dia.

Mengenai kemungkinan da'i tak dipakai atau dinonaktifkan karena punya faham militan, Ma`ruf mengatakan, Indonesia adalah negara yang demokratis. Jika pendekatan kepada para da'i dilakukan dengan cara-cara represif maka akan mendapat tantangan.

"Itu pasti ditolak," katanya.

Jadi, menurut dia, pendekatan yang tepat adalah persuasif edukatif. Harus ada perbaikan dan penyamaan persepsi sehingga materi dakwah yang disampaikan kepada masyarakat akan memberikan kesejukan dan kedamaian. [TMA, Ant]

printer Versi Cetak email Kirim Berita ke Teman komentar Komentar Anda

 
spacer
sudut spacer sudut  

sudut spacer sudut
search calendar
<< 30 July 2010 >>
SuMTW ThFSa
dotdotdotdot123
45678910
11121314151617
18192021222324
25262728293031
spacer

All Daily News Magazine
sudut spacer
sudut sudut
spacer