|
 |
|
 |
|
HUKUM & KRIMINALITAS |
 |
| |
Elite Politik Terbelah Bisyaroh Ala Rokhmin
Gaya Amien Rais tak pernah berubah. Bicara blak-blakan, seakan tak peduli ucapannya bisa berbuntut perkara. Begitu juga ketika nama Amien disebut sebagai penerima duit nonbujeter Departemen Kelautan dan Perikanan (DKP), tokoh yang pasang badan pada saat gerakan reformasi bergulir ini tak mangkir. "Saya memang menerima uang dari Pak Rokhmin (Rokhmin Dahuri, bekas Menteri Kelautan dan Perikanan)," kata Amien lugas.
Amien sadar telah khilaf dan siap menghadapi risiko. "Jika dianggap sebuah kesalahan berat dan memenuhi kriteria korupsi, kemudian dipenjara 10 tahun, ya, itulah takdir. Saya siap bertanggung jawab," kata Amien. Ia malah mendorong agar kasus ini dibuka tuntas. "Karena itu, para tokoh politik yang menerima aliran dana DKP supaya gentle," tutur Amien.
Heboh aliran dana DKP ke kantong para elite politik ini terungkap dalam persidangan kasus dugaan korupsi di DKP, di Pengadilan Khusus Tindak Pidana Korupsi. Duduk di kursi pesakitan Rokhmin Dahuri, Menteri Kelautan dan Perikanan era pemerintahan Megawati, dan Andin H. Taryoto, bekas Sekjen DKP.
Adalah kesaksian Didi Sadili, kepala bagian umum di Direktorat Jenderal Pesisir dan Pulau-pulau Kecil DKP, pada sidang terdakwa Andin, Selasa 8 Mei lalu, yang membeberkan ke mana saja duit itu mengucur. Didi mengaku diserahi pengelolaan dana Rp 26 milyar dari Rokhmin dan Rp 4,3 milyar dari Andin.
Selain Amien, KH Hasyim Muzadi --pasangan Megawati ketika pilpres-- juga kesatria. Ia mengaku mendapat uang Rp 10 juta dari Rokhmin. "Yang namanya kiai, setiap hari diberi uang," kata Hasyim, sambil menjelaskan bahwa uang itu bersifat bisyaroh atau pemberian sebagai bentuk kehormatan.
Sementara Amien --dan juga Hasyim-- berterus terang, peserta pilpres lainnya ramai-ramai membantah. Susilo `SBY` Bambang Yudhoyono, presiden terpilih, lewat juru bicaranya, Andi Mallarangeng, mengaku tak pernah menerima dana itu. "Kalau ada yang bilang tim sukses yang terima, kasih tahu namanya siapa. Kami punya jutaan relawan," katanya.
Dari kubu pasangan calon presiden Megawati-Hasyim Muzadi, bantahan keluar lewat Pramono Anung, Sekjen DPP PDI Perjuangan. "Kami tetap menyatakan sama sekali tak tahu tentang aliran dana itu," kata Pram. Menurut Pram, Megawati siap diaudit dan ditelusuri kalau memang ada dana yang mengalir, baik ke PDI Perjuangan maupun ke pasangan Mega-Hasyim.
Bantahan juga meluncur dari Jenderal (purnawirawan) Wiranto, yang dalam pilpres dijagokan Golkar berpasangan dengan Salahuddin Wahid alias Gus Solah. Bekas Panglima ABRI itu mengaku tak tahu tentang uang Rp 20 juta yang disebut-sebut diterimanya.
Denny Indrayana, pakar hukum tata negara dari Universitas Gadjah Mada, Yogyakarta, misalnya, berpendapat bahwa Komisi Pemilihan Umum (KPU) seyogianya berinisiatif bekerja sama dengan penegak hukum. Jerat hukum yang bisa dipakai adalah Undang-Undang (UU) Nomor 23 Tahun 2003 tentang Pemilu. Di situ tegas dicantumkan jenis dana kampanye dan sumbernya yang masuk kategori pelanggaran tindak pidana. Antara lain, dana sumbangan dari pemerintah, BUMN, BUMD, pihak asing, dan yang sumbernya tak jelas.
Lain halnya dengan Topo Santoso, pakar hukum pidana dari Universitas Indonesia. Mengingat pemenang pilpres sudah didapat, menurut Topo, UU tentang Pemilu sulit diterapkan karena tidak berlaku surut. Satu-satunya jalan, kata Topo, adalah lewat jerat hukum UU Nomor 20 Tahun 2001 tentang Tindak Pidana Korupsi. Aturan hukum ini tidak hanya dapat dikenakan pada pejabat atau elite, melainkan juga umum.
Memang, berdasarkan penelusuran Gatra pada daftar penyumbang dana kampanye pasangan Amien-Siswono lewat situs KPU, dari 322 donatur pribadi, tak terselip nama Rokhmin Dahuri. Artinya, tak ada jaminan bahwa semua kontestan melaporkan seluruh sumbangan yang diperoleh.
Begitu juga KPK yang terkesan menunggu bola. Menurut Johan Budi, Kepala Hubungan Masyarakat KPK, pihaknya masih fokus menyelidiki dari mana Rokhmin mengumpulkan dana itu.
Johan berpendapat, pengakuan Amien menerima aliran dana dari Rokhmin adalah domain lain. Fakta-fakta adanya sejumlah tokoh politik yang menerima duit DKP, menurut Johan, muncul di persidangan. Jika dalam rangka pemeriksaan hakim minta jaksa KPK menghadirkan Amien dan tokoh lainnya sebagai saksi, barulah KPK akan memanggil yang bersangkutan. "Termasuk Amien," katanya.
Hidayat Gunadi, M. Agung Riyadi, Anthony, dan Sigit Indra
[Laporan Utama, Gatra Nomor 28 Beredar Kamis, 24 Mei 2007]
|
|
| | |  | | KOMENTAR PEMBACA |  | | | | | |
Jujur belum tentu hancur (karnali.faisal@ya..., 25/05/2007 13:13) Meski terlambat, memang sudah seharusnya Amien Rais mengakui menerima kucuran dana non budgeter dari DKP. Atas pengakuannya itu, sikap Amien harus mendapat apresiasi yang positif. Sudah sepantasnya pula bila siapa pun orangnya yang pernah menerima dana tersebut mengakui secara jujur. Toh dengan pengakuan secara jujur, belum tentu membuat hancur karir politik di masa depan. Namun demikian, masyarakat pun jangan pula bersikap apriori kepada para tokoh politik yang dituding menerima dana DKP. Sebab... <140 huruf lagi> | |  | | | | | |
akibat egoisme politisi (azwarwei, 24/05/2007 21:46) Kalau semua makluk yang bernama manusia yang mendiami persada Nusantara ini mau jujur, sebenarnya Indonesia belum siap untuk melakukan pemilihan presiden secara lansung, baik dari segi keuangan para calon, kejujuran dan pemahaman massa pemilih tentang calon yang akan dipilihnya. Tapi kaum reformis beranggapan bahwa dengan mengamandemen UUD 45 mereka sudah berhasil. Budaya permainan uang pada tingkat pemilih dilevel bawah bukan lagi rahasia umum, dan akhirnya terbukanya dana DKP adalah pertanda b... <1376 huruf lagi> | |  | | | | | |
penghargaan ke Rohim (namiquenby@gm..., 24/05/2007 16:54) Kasus dana Rohim akhirnya merebak kemane mane. Ada yang secara gentle ngaku ada yang ngelak abis. Banyak pihak angkat jempol bagi penerima yang ngaku macam Amien Rais.
Dari kasus ini ane malah meliat Rohim ini baek bener ye ngasih duit milyaran ke orang lain.salut buat elo Rohim ! Usul agar Rohim dapat penghargaan =Robinhood Award= deh atas kebaikannya.
Nah masalahnya kenapa to duitnya dikasihken ke orang2 politikus2 (tikus2 itu???) toh masih banyak nelayan yang kere om ?
Bagi yang ngaku trus... <371 huruf lagi> | |  | | | | | |
salut buat amien "the choosen" rais (unitedveron@ya..., 24/05/2007 15:28) Sudah selayaknya tindakan pak Amien Rais ditiru oleh elit politik yang lain,pak amien bukan hanya "gentle" tetapi ia mengajarkan bagaiman bertindak jujur sekaligus mengajarkan kepada kita semua, bahwa budaya korupsi yg katanya sudah menggurita bisa diatasi oleh jiwa KSATRIA,adakah para elite politik mengikuti langkah sang PROFESSOR...? Hanya yg bermental dan berjiwa berani saja yg akan mengikuti langkahnya...tegakkan kebenaran pak Amien dan teruskan cita2 reformasi-mu dgn memberantas korupsi di ... <16 huruf lagi> | |  | | | | | |
Diperdalam dan diperluas (john_johndoel@ya..., 24/05/2007 14:03) Kasus korupsi Rochmin harus tuntas dg mengusut seluruh yg terlibat (memperdalam pengusutan). Tapi jangan lupa bhw penanganan masalah (korupsi) sejenis yg dilakukan di lembaga2 pemerintah lainnya dan di BUMN juga harus dilakukan (memperluas covering). Kalau bisa begitu, baru bisa disebut tdk tebang pilih. Jangan terjebak berkutat terus pd kasus Rochmin. | |  | | | | | |
10 ALASAN KENAPA AMIEN RAIS DIBENCI (mustoffa1968@ya..., 24/05/2007 13:21) Pertama, tidak ada yang meragukan kadar kesalehan dan ketaatan Amien Rais terhadap agamanya. Sejak kecil ia dididik oleh orang tuanya untuk tekun beribadah. Ia rajin sholat tahajud dan puasa Nabi Daud tanpa henti. Amien bukan sekadar menjalankan kewajiban agamanya tapi juga mendakwahkannya kepada masyarakat luas. Syekh Maliki dari Mekah menyebut Amien sebagai rojulun solihun atau seorang yang sholeh. Dari aspek ini sulit membandingkan Amien dengan Capres lainnya.
Kedua, kebersihan moralnya. Sep... <4061 huruf lagi> | |  | | | | | |
Ayoooooo ngakuuuuuuu (n4z1d@ya..., 24/05/2007 13:20) ayo pada ngaku aja siapa yang dapat duit...gimana ni udah dapat duitnya giliran buka suara pada berkelit...tidak jantan.seperti amien rais dong juju.ayooo yang blm ngaku segera ngaku berat lho nanti balasan di akhiratnya tau apa.....NERAKA...... | |  | | | | | |
Semuanya koruptor yang munafik (c9mice@ya..., 24/05/2007 02:50) Amien Rais, Gus Solah, Hasyim, semuanya munafik, sama saja dengan koruptor lainnya. Sedihnya mereka selalu membawa-bawa atas nama rakyat dan agama. | |
 |
|