 |
|
 |
|
APA & SIAPA |
 |
| |
Dandim Lebak Suka Menyamar Jadi Tukang Becak
Lebak, 8 September 2007 08:40 Komandan Distrik Militer (Dandim) 0603 Kabupaten Lebak, Letkol Inf Bambang Heriadi, suka menyamar jadi tukang becak, karena rasa ingin tahu yang begitu besar akan nasib dan penderitaan orang-orang kecil, seperti penarik becak, pedagang kaki lima dan pedagang asongan di Kota Rangkasbitung.
"Saya banyak menerima keluhan orang-orang kecil sering diganggu aparat pemerintah maupun oknum TNI, sehingga saya menyamar sebagai penarik becak itu," kata Bambang Heriadi, Jumat.
Selama menyamar, ia mengaku, menemukan laporan seorang pedagang nasi di Pasar Rangkasbitung, karena beberapa oknum TNI dari kesatuan tertentu tidak membayar setelah makan di warung itu.
Dari laporan tersebut, ia langsung menelepon Komandan Rayon (Danyon) kesatuan mereka, agar mau bertanggung jawab untuk membayar uang makan itu.
"Alhamdulilah, setelah saya telepon Danyon itu mau bertanggungjawab dan membayarnya," katanya.
Setelah itu, ia juga melihat secara langsung penertiban Pedagang Laki Lima (PKL), sehingga akhirnya Bambang meminta aparat Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP), agar memberikan tindakan persuasif dan jangan sampai kekerasan yang dilakukan petugas.
Akibat saran yang diberikannya, ia sempat digertak oleh petugas Satpol PP.
"Saya langsung menelepon komandan Polisi Pamong Praja itu, agar bertindak lebih manusiawi lagi kepada rakyat kecil, seperti PKL itu," katanya.
Pengalaman penyamaran, kata dia, ternyata sangat positif mengingat selama ini masyarakat yang tertindas oleh aparat tidak segera melaporkan karena takut.
"Saya akan memberikan sanksi berat jika menemukan anak buah yang menyakiti rakyat kecil itu. Sebab, TNI adalah milik rakyat dan harus dekat dengan rakyat," ujarnya.
Menurut dia, pekerjaan orang kecil, seperti penarik becak, PKL dan pedagang asongan patut dihargai, karena mereka bekerja untuk membantu orang lain, serta memenuhi kebutuhan keluarganya. [TMA, Ant]
|
|
| | |
 |
| KOMENTAR PEMBACA |
 |
| | |
| |
Pemimpin rakyat (swarasakti@ya..., 17/09/2007 10:15) Selamat "komandan", semoga bapak jadi pemimpin bangsa ini. Hal2 seperti ini harusnya dicontoh atau malah dikerjakan oleh para pemimpin bangsa ini baik eksekutif, legislatif ataupun yudikatif. | |
 |
| | |
| |
CALON PEMIMPIN MASA DEPAN (anak2_bangsa@ya..., 16/09/2007 00:00) Inilah salah satu contoh figur yang pantas untuk dipilih menjadi pemimpin bangsa di masa depan. Seandainya kita memiliki pemimpin seperti Pak Dandim ini tidak mustahil bangsa dan rakyat Indonesia akan makmur sejahtera, aman sentosa yang sebenar benarnya. Bravo pak! | |
 |
| | |
| |
Menyamarlah semua!!! (lukman@th..., 15/09/2007 13:39) Jika saya jadi milyuner, dengan uang trilyunan, saya ingin menyamar jadi orang miskin, kemudian membantu mereka mandiri dan sejahtera, Jika saya jadi pejabat yang kaya, saya ingin menyamar jadi rakyat biasa, biar bisa membantu rakyat yang tak berdaya, Jika saya jadi dandim saya akan seperti Pak Dandim Rangkas, tapi biasanya Para Dandim seperti Juragan, tiap berkunjung harus disiapkan keperluannya oleh koramil, sampai-sampai danramilnya hutang sana, hutang sini untuk beli oleh-oleh pak Dandim...
... <4 huruf lagi> | |
 |
| | |
| |
Bgm dgn Pemda DKI (stellatisa@ya..., 13/09/2007 14:05) Jika saja para pejabat DKI Jakarta juga berbuat demikian, mungkin tidak akan keluar Perda baru (ada diberita Gatra) yang akan semakin menyengsarakan rakyat kecil, menghapus kehidupan, mata pencaharian orang kecil karena mungkin menurut mereka Jakarta khusus milik orang kaya, sedangkan rakyat kecil tidak layak hidup di jakarta.
Ya semoga ada perda yang mengangkat kehidupan rakyat kecil bukan justru mematikan rakyat kecil. | |
 |
| | |
| |
pejabat " rasakan " (ddodojakaria@ya..., 08/09/2007 13:56) pejabat adalah gelar terhormat tapi rasa hormat dan wibawa mereka selewengkan demi statusnya itu yang merasa " paling " tapi apalah arti suatu jabatan kalau semua itu membuat kita jauh dari sang KUASA dan rakyat yang dipimpinya,semoga kebaikan ini menular kepejabat lain dan rasakan penderitaan orang -orang kecil yang harus susah payah cari sesuap nasi. | |
 |
| | |
| |
Seandainya Pejabat... (sins_sinbad@ya..., 08/09/2007 11:35) Kepedulian akan ketidak nyamanan yang dimiliki oleh masyarakat, khususnya yang mencari nafkah dengan cucuran keringat untuk mendapatkan sesuap nasi adalah sesuatu yang sulit ditemukan. berita yang selalu kita dengar jeritan dan tangisan dalam mempertahankan haknya yang dirampas oleh situasi yang tidak dimengerti oleh pencari nafkah, kenapa barangnya harus dirampas, diusir dan tak pernah dengar bagaimana solusi, agar kenyamanan dan ketenangan dalam mencari nafkah. ya.. seandainya pejabat negara i... <37 huruf lagi> | |
 |
| | |
| |
Penghargaan Buat Beliau (wahyusaja@ho..., 08/09/2007 10:24) Itulah, seorang pengayom dan pemimpin sejati. Tidak asal ABS (Asal Bapak Senang) menerima laporan dari bawahan dan melihat langsung polah anak buahnya. | |
 |
| | |
| |
Kita Butuh Umar bi Khatab lebih banyak (isetiadi@mi..., 08/09/2007 09:02) Seandainya lebih banyak lagi dari para pelayan kita (baca pejabat) mau melakukan hal seperti ini untuk mengetahui kondisi riil masyarakat kita, akan semakin mudah buat kita bangsa Indonesia bangkit dari keterpurukan. Kita butuh Umar bin Khatab lebih banyak lagi. Yang tak segan memanggul sendiri makanan untuk warganya. Salut buat pak Dandim dan salam. | |
 |
| | |
| |
Ksatria Sejati (b_manumoyoso@ya..., 08/09/2007 08:55) Salam,
Di saat minimnya perwira tinggi TNI yang punya karakter ksatria, justru ada seorang perwira menengah yang mau dan mampu mengamalkan sikap ini. Dia menjiwai betul sikap kejuangan Soedirman yang pro rakyat. Dan dia menjiwai betul cita cita NKRI yang diproklamasikan oleh Soekarno-Hatta.
Perwira macam gini yang seharusnyalah jadi Jenderal, bukan mereka yang suka main fitnah, khianat dan ngebunuh bangsa sendiri. Salam saya buat beliau ini, salam hormat. | |
 |
| | |
| |
Salut Buat Pak Dandim (mardani@ru..., 08/09/2007 07:37) Alhamdulillah, ada juga pejabat yang peduli dengan 'orang kecil' seperti tukang becak, pedagang PKL, dll. Semoga langkah-langkah yang diambil bisa dijadikan contoh oleh pejabat-pejabat lain dalam hal perhatiannya terhadap 'orang kecil'.
Satu hal yang perlu lagi adalah bagaimana mengembangkan kesejahteraan mereka, sehingga mereka bisa menyekolahkan anaknya atau beralih profesi ke arah yang lebih baik.
Salut... | |
 |
| | Daftar Seluruh Komentar
| |
 |