 |
|
 |
|
MALUKU & PAPUA |
 |
| |
Lebaran Muhammadiyah Ratusan Warga Shalat Ied di Timika
Timika, 12 Oktober 2007 14:02 Ratusan warga Muhammadiyah di Kabupaten Mimika, Papua, Jum`at (12/10), pukul 07.00 WIT melaksanakan shalat Idul Fitri 1428 Hijriah bertempat di Lapangan Djayanti Sempan, Timika.
Bertindak selaku imam sekaligus khotib yaitu Ustadz H Tata Taofiqurrahman yang merupakan Sekretaris Umum Pengurus Daerah Muhammadiyah Kabupaten Mimika dan Wakil Ketua Pengadilan Agama Timika.
Ibadah shalat Ied berlangsung aman dan tertib di bawah pengawasan puluhan aparat gabungan dari Polres Mimika, Satuan Polisi Pamong Praja dan Sub Dinas Perhubungan Darat Dinas Perhubungan Kabupaten Mimika.
Ketua Pengurus Daerah Muhammadiyah Kabupaten Mimika, Dahlan Penggeng, menjelaskan shalat di lapangan terbuka bagi warga Muhammadiyah di Mimika baru pertama kali dilaksanakan tahun ini kendati organisasi itu sudah terbentuk resmi di Mimika sejak tahun 2005.
Para jemaah yang hadir berasal dari kota Timika dan sejumlah Satuan Pemukiman (SP) transmigran di sekitar kota Timika. Sementara warga Muhammadiyah yang berada di areal kerja PT Freeport Indonesia (PTFI) seperti di Tembagapura, Kuala Kencana, Pelabuhan Amamapare (Portsite) baru akan menggelar shalat Ied pada Sabtu pagi bersama dengan umat muslim yang lain.
Sementara itu Ustadz Taofiqurrohman dalam kotbahnya meminta warga Muhammadiyah merayakan Idul Fitri dengan dua cara yakni mewujudkan hubungan dengan Sang Khalik (Hablun Minallah) dengan berkumandang Asmah Allah melalui takbir, tahmid, dan tahlil.
Selain itu, katanya, meningkatkan hubungan kasih sayang antar sesama mahkluk (Hablun Minannas) melalui pemberian zakat fitrah bagi kaum lemah, fakirmiskin dan orang-orang yang melarat.
Taofiqurrahman juga menegaskan perbedaan pemahaman tentang pelaksanaan shalat Ied di antara pemeluk Islam merupakan sesuatu yang wajar sehingga tidak perlu diperdebatkan.
Dalam kesempatan itu Ustadz Taofiqurrahman mengimbau umat muslim di Mimika agar dapat menjaga persatuan dan kesatuan dalam menyukseskan ajang pemilihan kepala daerah (pilkada) secara langsung di daerah ini pada 26 Maret 2008.
"Jangan karena pilkada diantara kita saling bermusuhan atau gontok-gontokan. pilkada hanyalah sarana untuk mencari pemimpin di kabupaten ini," ujar Taofiqurrahman seraya mengajak warga Muhammadyah di Mimika untuk bersama-sama dengan komponen masyarakat yang lain membangun daerah dari keterpurukan ekonomi dan sosial.
"Kita harus merasa ikut bertanggung jawab dalam menentukan kemajuan kabupaten ini dengan memilih pemimpin yang mempunyai visi dan misi yang jelas untuk perbaikan ekonomi di masa mendatang dan membawa kemaslahatan bagi semua orang," katanya.
Shalat Ied warga Muhammadiyah di Mimika diakhiri dengan acara salam-salaman di antara jemaah yang hadir. [TMA, Ant]
|
|
 |