spacer spacer spacer spacer
HUT RI ke-63 spacer Gatra Mobile

All Daily News Magazine
spacer spacer spacer spacer spacer spacer spacer
spacer

User ID :
Password :
Anggota baru ?
Lupa password ?

[ Indeks Berita ]
[ Daftar Komentar ]
sudut
spacer
spacer
spacer
HUKUM & KRIMINALITAS
spacer
 
Kriminalisasi Bangsa
Laku Teruk Orang Malay

Donald Luther Colopita; Korban Penganiayaan Polisi Malaysia (Antara/Ismar Patrizki)Tambah teruk saja aksi penjenayah asal Malaysia terhadap warga Indonesia. Terbukti mereka meracuni pula anak bangsa ini dengan narkoba. Lihat saja dua kasus penimbunan ekstasi di Jakarta yang menghebohkan itu. Ternyata biang keroknya warga Malaysia.

Pengungkapan kasus ekstasi di Jakarta Barat, 22 November lalu, menjaring lima tersangka, dua di antaranya warga Malaysia, yakni Lim Jit Wee dan Chua Lik Chang. Polisi mengamankan ekstasi hampir 500.000 butir dan mengejar tiga warga Malaysia lainnya yang diduga bos sindikat tersebut.

Pengungkapan kedua berlangsung sepekan berselang di perumahan elite Kelapa Gading, Jakarta Utara. Tersangka tunggal yang dicokok bernama Ong Seng Chye. Dari kediaman yang dikontrak tersangka, polisi mengamankan 410.000 butir ekstasi.

Para penjenayah narkoba dari negeri jiran terbukti mencoba mengedarkan pil gedhek secara besar-besaran. Mereka menyelundupkannya dari Hong Kong melalui Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta Utara.Yang dapat disita saja hampir 1 juta butir. Diperkirakan, jumlah yang sempat beredar dan meracuni bangsa ini jauh lebih besar.

Banyak pihak geram dibuatnya. "Tak boleh dikasih hati. Jatuhi hukuman mati, dan harus betul-betul dilaksanakan. Kalau tidak, mereka akan terus beraksi di negeri ini karena merasa aman, merasa hukumnya ringan," kata Sofyan Ali, Koordinator Posko Nasional Gerakan Rakyat Anti-Madat.

Kriminolog dari Universitas Indonesia, Erlangga Masdiana, mengingatkan, kalau penegakan hukum terus lembek, dikhawatirkan sindikat narkoba makin membesar. "Kita seharusnya belajar dari Cina. Mereka berani mengambil sikap memerangi pelaku kejahatan narkoba dan koruptor. Dihukum mati, dan itu diumumkan," katanya.

Anggota Komisi I DPR dari Fraksi PDI Perjuangan, Andreas H. Pareira, tampaknya lebih gondok lagi. Ia menilai tindak kriminal yang dilakukan warga Malaysia sudah keterlaluan. "Mereka bukan hanya dalang pembalakan liar, gembong terorisme, tapi terbukti pula menjadi gembong besar narkoba," ujarnya.

Sebelum kasus narkoba itu mencuat, serangkaian aksi kriminal warga Malaysia sudah banyak terjadi. Antara lain aksi hipnotis, pembobolan kartu kredit, pembalakan liar, dan penistaan terhadap warga Indonesia. Di luar itu, yang paling menghebohkan, ya, teror bom yang ditebar Noor Din Mohd. Top dan Dr. Azahari, gembong teroris asal Malaysia.

Modus aksi hipnotis tergolong sederhana, tapi selalu saja makan korban baru. Pelaku, dengan logat Melayu kental, biasanya mengaku sebagai awak kapal dan berlagak menanyakan alamat, tapi ujung-ujungnya menawarkan jam Rolex (tentu saja palsu). Di bawah pengaruh hipnotis, korban mau saja membeli jam palsu itu dengan harga mahal.

Bahkan tidak jarang korban sampai mencairkan depositonya, meski belum jatuh tempo. Misalnya yang dialami Conny, beberapa tahun lalu. Warga Kota Bogor, Jawa Barat, ini menguangkan depositonya Rp 26 juta untuk menebus jam yang harganya di pasaran cuma Rp 100.000 itu. Setelah uang melayang, barulah ia sadar tertipu.

Kasus pembobolan kartu kredit dengan dalang orang Malaysia pernah diungkap pihak Kepolisian Kota Besar Medan, Desember dua tahun silam. Sayang, dalangnya lolos. Polisi hanya membekuk dua tersangka yang menjadi kaki tangan si dalang. Kawanan pelaku sempat membobol dua penyelenggara kartu kredit ternama senilai Rp 5 milyar.

Pembalakan liar pun acap terjadi. Disinyalir melibatkan cukong-cukong besar di Malaysia. Kabarnya pula, mereka tak segan menggeser patok perbatasan sehingga mencaplok areal hutan dalam wilayah RI.

Lalu, ini yang selalu terjadi, aksi kriminal terhadap warga Indonesia di negeri jiran itu. Pelakunya justru kaum "baik-baik", setidaknya dilihat dari atribut yang disandang: majikan, anggota Rela, dan anggota Polisi Diraja Malaysia. Yang paling sengsara akibat perlakuan mereka, ya, kaum tenaga kerja.

Para tenaga kerja itu, yang berperan besar dalam memajukan ekonomi Malaysia, malah jadi sasaran pemerasan, dikejar-kejar, disiksa, dan dinista. Tak sedikit yang sampai sekarat dan pulang ke Tanah Air tinggal jasad. Wisatawan, termasuk pebisnis, tak luput dari pemerasan dan penganiayaan.

Bahkan wasit karate Donald Luther Colopita babak belur dihajar polisi brengsek Malaysia. Padahal, Donald adalah anggota kontingen karateka Indonesia yang tengah mengikuti event olahraga atas undangan Pemerintah Malaysia.

Kecaman pun meluncur deras, yang menilai pemukulan itu cermin arogansi sekaligus sikap primitif secara diplomatik. Penilaian ini makin terbukti menyusul aksi penangkapan Muslianah Nurdin, istri Atase Pendidikan KBRI Kuala Lumpur, Imran Hanafi, oleh Rela Malaysia, beberapa waktu lalu.

Padahal, Muslianah telah menunjukkan identitas berupa kartu diplomatik yang dikeluarkan pihak imigrasi Malaysia. Tapi anggota Rela (kelompok relawan rakyat Malaysia yang kerap merazia warga asing) menyatakan, kartu itu palsu. Muslianah baru dilepas setelah menelepon keluarga di kediamannya, agar membawakan paspor diplomatnya.

Di negeri jiran itu, orang Indonesia sama sekali tak dianggap. Hal-hal buruk selalu ditimpakan pada orang Indonesia. Bahkan banyak aksi kejahatan di Malaysia yang mengambinghitamkan warga Indonesia. Belakangan terbukti, aksi-aksi kriminal di negeri itu justru dilakukan warga Malaysia.

Di luar semua itu, orang Malaysia masih juga melakukan kriminalisasi di bidang budaya. Contoh yang masih hangat, pencaplokan kesenian angklung dan reog Ponorogo. Juga pencaplokan beberapa lagu daerah Indonesia.

Kenapa Malaysia melakukan aksi tak terpuji terhadap Indonesia yang selalu disebutnya sebagai saudara serumpun? Menurut Dr. Hariyadi Wirawan, Ketua Departemen Hubungan Internasional, FISIP Universitas Indonesia, hal itu disebabkan Indonesia punya kelemahan dari segi hukum dan aparatnya.

"Hukum yang tak solid, tak tegas, ditambah aparat yang korup, semakin menambah mudahnya ekspansi kejahatan orang-orang Malaysia di Indonesia," ujar Hariyadi. Yang agak mengejutkan, Hariyadi menyodorkan dugaan bahwa aksi itu dimotori kelompok "The Malay Supremacy" di sayap pemuda UMNO.

Menurut Hariyadi, sekitar lima bulan lalu, laporan intelijen Cina menyatakan, di Malaysia ada gerakan "The Malay Supremacy", orang-orang Melayu yang ingin mendominasi perpolitikan tidak hanya di Malaysia, juga Asia Tenggara. Dicurigai, di belakangnya adalah Wakil Perdana Menteri Malaysia, Najib Tun Abdul Razak, yang menginginkan Melayu superior.

Hariyadi menduga, kelompok itu tak suka Indonesia sebagai rumpun terdekat terlalu mendengung-dengungkan demokrasi. Sebab, apabila demokrasi sampai masuk ke Malaysia, superioritas Melayu akan diganggu oleh dua etnis lain, yakni Cina dan India. Terbukti, belum lama ini terjadi demonstrasi besar etnis India menuntut haknya.

Untuk itulah, masih menurut Hariyadi, kelompok ini terus-menerus mengaduk-aduk Indonesia, baik dari segi politik, budaya, maupun ekonomi. "Harapannya, Indonesia akan chaos, sehingga bisa mengembalikan pemerintahan yang lebih keras, yang bisa menampik demokrasi," kata Hariyadi.

Mungkin dugaan itu terlalu berlebihan. Pihak Kedutaan Besar Malaysia sendiri belum bisa dimintai komentar. Toh, pihak kepolisian sudah pasang kuda-kuda, antara lain meningkatkan pengumpulan informasi intelijen. "Jangan terlena oleh pengakuannya (Malaysia) sebagai saudara serumpun," ujar Kadiv Humas Mabes Polri, Inspektur Jenderal Sisno Adiwinoto. Iya tuh!

Taufik Alwie, Bernadetta Febriana, Deni Muliya Barus, dan Basfin Siregar
[Hukum, Gatra Nomor 5 Beredar Kamis, 13 Desember 2007]

printer Versi Cetak email Kirim Berita ke Teman komentar Komentar Anda

 
  
spacer
KOMENTAR PEMBACA
spacer
  
  Hukuman Mati (cerminhitam@ya..., 23/12/2007 19:23)
Di Malaysia juga diberi hukuman mati terus.
Bahaya pil ini.
Tapi ini bukan orang Malay ya.
Itu orang Cina.
Tapi tidak kiralah sesiapa pun.Yang pasti dadah sebanyak itu juga sudah meracuni rakyat Malaysia.

Dihukum bunuh aja!
Kawanku ada yang ketagihan kerana benda itu!!
 
 
spacer
  
  tak tau malu (september_kelabu2000@ya..., 19/12/2007 21:43)
mnealaysia seharus berterimakasih kpd indonesia karna negara indonesia dl yg mengajari cara menanam kelapa sawit, dasar malaysia gak tau diri dan tak punya maluuuuuuuuuuu
 
 
spacer
  
  pemerintahan dan orangrpibuminya yg teruk (tuanboo@gm..., 19/12/2007 20:18)
banyak layaknya orang2 kita menghukum seseorang dr dimana dia berasal.Saya yg hampir terombang ambing hidup diseluruh dunia selama 15tn & banyak berjumpa beraneka ragam manusia.Layaknya pergaulan dirantau bayak saya jumpa orangMalasya yg nonMalay.maratabat dan kehormatanmereka yg terinjak2 karena mereka bukan melayu. Walaubagaimanapun asal mereka dr china ataw india tetapi yg mereka tahu mereka lahir dimalasya. pemerintahan malasya tidak ada bedanya dgn naziHITLER yg mencoba menghapus semua suku... <91 huruf lagi>
 
 
spacer
  
  Jangan persalahkan orang melulu (jnlilo@ya..., 19/12/2007 20:09)
Para pengedar narkoba itu tidak akan berhasil kalau tidak ada yang mendahnya. Orang (yang dalam hal ini dari Malayasia itu) tahu mentalitas orang indonesia: gampang dikibuli karena memang banyak yang hidup dan dibesarkan dalam budaya itu. Bilangnya A padahal B maksudnya.SElain itu mental aji mumpung indonesia terbaca jelas bagi negari TRULY ASIA itu.

Wong di Indoensia penjahat selalu dilindungi koq. Pembom bali dll masih bebas koq, katanya sesama muslim tidak boleh saling melukai. Gimana nih ... <127 huruf lagi>
 
 
spacer
  
  terlalu lemah (yamaha_yes@ya..., 19/12/2007 17:21)
kalau bisa hentikan pengiriman TKI ke malay,toh masih banyak negara yg mau menerima para tki,contohnya Korea dan Jepang.saya yakin kalau ga ada tki di malay ekonomi malay akan hancur bahkan turun sampai45%.Dimana Martabat bangasa selalu di injak2 oleh malay terus sampai kapan?Di mana ketegasan Pemerintah?Hanya Mikirin perutnya sendiri?apa ga malu dengan sumpah di atas AL-QURAN?kalu berani gengam tanah lalu ucapkan sumpah?itu aja makasih.
 
 
spacer
  
  negara jiran "malaysia" (balikuok@ya..., 19/12/2007 15:57)
jij kebakaran brengos sih, salah sendiri kenapa tidak menata diri dalam negeri dulu, benahi semuanya hukum, tatanan negara, bersihkan dari koruptor, tegakkan aparat yang bersih tidak asal duit beres. Jiran tahu tentang asal duit beres makanya mereka memandang rendah indonesia dan mau meng-obok-obok seenaknya.
 
 
spacer
  
  malaysia keterlaluan (dikmejo@ya..., 19/12/2007 14:13)
kita harus waspada terhadap gerakan2 semacam itu, mbok sekarang coba lah kita ubah pola pikir kita agak mendunia, masak kita selalu didengung2kan waspada gerakan2 yang didalam tetapi yang diluar dan nyata didepan mata malah kita memalingkan muka, jangan2 kita semua juga tidak siap untuk menderita demi mepertahankan harga diri bangsa.....kalo bener begitu berarti jiwa2 kita telah terpengaruh aroma kapitalis.
 
 
spacer
  
  ganyang tuh malaysia (jomblotingting@ya..., 19/12/2007 14:04)
sangat,sangat dan amat sangat setuju. org malaysia sok suci,sok paling bener, tapi kelakuannya lebih bobrok.hukum gantung aja, bikin rusak bangsa kita. org mereka tuh nggak perlu dikasih hati.
 
 
spacer
  
  hahaha, provokatif nih ye (klatenisto@ho..., 19/12/2007 13:46)
mo pelaku dalam negeri kek, luar negeri kek, pengedar narkoba kelas kakap gini mah emang lebih baik dihukum mati aja. tapi kalo menengok kasus adelin kmaren .... capek de.
 
 
spacer
  
  provokatif nasionalis (ngee@ro..., 19/12/2007 12:58)
akan sangat baik kalo pelaku kejahatan ditindak dengan hukuman yang cukup berat(baca: Mati) tidak didepan Malaysia saja Indonesia akan kelihatan punya taring, tapi di Asia juga bisa dihargai, bahkan dunia, lantas siapa yang harus memamerkan taringnya lebih dahulu?? jelaslah penegak hukum yang harus menjadi pihak yang paling dulu melihatkan taringnya.
bagaimanapun juga dibenak saya, Malaysia sudah saya cap sebagai negara yang suka mengambil hak orang laen.,,,,
 
 
spacer
   
spacer
sudut spacer sudut  

sudut spacer sudut
search calendar
<< 30 July 2010 >>
SuMTW ThFSa
dotdotdotdot123
45678910
11121314151617
18192021222324
25262728293031
spacer

All Daily News Magazine
sudut spacer
sudut sudut
spacer