 |
|
 |
|
NASIONAL |
 |
| |
Alutsista Pemerintah Lanjutkan Peremajaan Hercules
Jakarta, 26 Januari 2008 09:16 Menteri Pertahanan Juwono Sudarsono mengatakan, pemerintah setuju untuk melanjutkan retrovit (peremajaan) empat pesawat angkut berat Hercules TNI AU.
"Departemen Keuangan (Depkeu) dalam TA 2006, telah setuju untuk melanjutkan program peremajaan empat Hercules TNI AU," kata Juwono, sebagaimana dilansir dari Antara, di Jakarta, Jum`at (25/1).
Juwono mengatakan, peremajaan empat Hercules itu sesuai dengan program pertahanan pemerintah untuk 70 persen diprioritaskan pada alat utama sistem senjata (alutsista) angkut untuk mendukung operasi militer kemanusiaan.
Pada kesempatan terpisah, Kepala Staf Angkatan Udara Marsekal Madya Soebandrio mengatakan, program peremajaan Hercules merupakan prioritas TNI AU untuk meningkatkan kesiapan operasional TNI AU. "Kini semua tergantung pada pemerintah (Depkeu) apakah program bagaimana agar program itu dilanjutkan," ujarnya.
Dari empat Hercules, dua unit C-130 Hercules pertama akan di-retrovit di Singapura, sekaligus mengirimkan teknisi TNI AU untuk meningkatkan kemampuannya dalam pemeliharaan dan perbaikan pesawat Hercules.
Peningkatan kemampuan pesawat Hercules TNI AU yang dilakukan di Singapura mencakup perbaikan air frame (badan pesawat), modifikasi avionik dan modifikasi mesin.
Retrovit dua pesawat Hercules terakhir akan dilakukan di Depo Pemeliharaan 30 Pangkalan Udara Abdurrahman Saleh yang mencakup peningkatan kemampuan mesin dari T56-7 ke T56-15 atau ditingkatkan dari tipe B ke tipe H.
Sementara itu, peningkatan kemampuan yang dilakukan di Depo Pemelihartaan 10 Pangkalan Udara Husein Sastranegara, Bandung, mencakup perbaikan badan pesawat dan modifikasi avionik.
Peningkatan kemampuan dua Hercules di Depo 10 dan 30 sudah dilakukan sepenuhnya oleh teknisi-teknisi TNI AU yang sebelumnya dikirim ke Singapura. [EL, Ant]
|
|
 |