spacer spacer spacer spacer
HUT RI ke-63 spacer Gatra Mobile

All Daily News Magazine
spacer spacer spacer spacer spacer spacer spacer
spacer

User ID :
Password :
Anggota baru ?
Lupa password ?

[ Indeks Berita ]
[ Daftar Komentar ]
sudut
spacer
ASIA
spacer
 
Mahathir: Malaysia Hutang Budi pada Soeharto

Kuala Lumpur, 27 Januari 2008 22:30
Mantan perdana menteri (PM) Malaysia, Mahathir Mohammad, menyatakan bahwa negaranya berhutang budi kepada Soeharto yang berperan dalam menghentikan konfrontasi dengan Malaysia setelah jenderal besar itu menjadi presiden Indonesia.

Sebagai balas jasanya kepada Soeharto, Mahathir mengatakan, "Kami melihat dia sebagai pemimpin besar dan sebagai kepala negara internasional. Bagi saya, beliau adalah personal yang baik. Saya tahu dia dan saya telah bekerja sama dengan dia untuk waktu yang lama".

"Saya menghargai dia sebagai kawan Malaysia dan sebagai kawan pribadi," kata Mahathir, di rumahnya di kawasan Sri Kembangan.

"Apa yang paling berharga dari Malaysia adalah saat-saat berakhirnya perang konfrontasi yang dipicu oleh Presiden Soekarno dan diselesaikan dengan damai oleh Soeharto. Ada banyak keinginan baik, hasrat yang mulia untuk hentikan konfrontasi. Soeharto menghargai hubungan baik dengan Malaysia," paparnya.

Mahathir mengatakan, omong kosong tuduhan pers Barat kepada Soeharto karena telah melakukan pembunuhan terhadap hampir 500.000 rakyat Indonesia, setelah berkuasa dan menggagalkan kudeta komunis pada 30 September 1965.

"Saya tahu ini berdasarkan fakta. Saya tahu apa yang terjadi. Indonesia saat itu merupakan negara anarki kemudian tidak ada yang berkuasa. Pada saat itu, dia belum menjadi presiden. Dia tidak perintahkan pembunuhan," katanya.

Mahathir mengatakan, rakyat seharusnya tidak melupakan peranan Amerika Serikat selama periode konfrontasi antara 1962 dan 1966 karena mendukung tentara Indonesia menjatuhkan Soekarno yang menentang Barat pada masa itu. "Barat juga perlu bertanggung jawab atas setiap kekerasan yang terjadi ketika pergantian kekuasaan di Indonesia," katanya

"Orang seharusnya tidak begitu saja menyalahkan presiden Soeharto sebagai orang yang bertanggung jawab atas pembunuhan 500.000 orang sebagaimana dituduhkan pers Barat," tambah Mahathir, yang sempat menengok Soeharto saat dirawat di Rumah Sakit Pusat Pertamina (RSPP), Jakarta, baru-baru ini.

Mahathir menambahkan, justru Soeharto yang memulihkan hukum dan kekuasaan pada saat itu.

Soeharto, menurut Mahathir, telah memainkan peran besar dalam pembangunan Indonesia yang memiliki lebih dari 17.000 pulau dan populasi 200 juta penduduk.

"Bahkan ada pemikiran Indonesia tidak menjalankan demokrasi sejati di era Soeharto, kenyataannya hal itu membawa stabilitas kepada Indonesia. Sudah tentu ada harga yang harus dibayar," katanya Mahathir seraya mengakui kemungkinan adanya orang yang menderita dibawah pemerintahan Soeharto.

Penderitaan akan lebih buruk jika Soeharto tidak mampu mengatasi anarki dan kekacauan hukum dan pemerintahan di negara yang memiliki jumlah penduduk terbesar ke empat di dunia.

Sementara soal pertemuan terakhirnya dengan Soeharto, Mahathir mengatakan, tidak bisa komunikasi dengan presiden RI ke-2 itu, ketika berkunjung ke RSPP, Jakarta, pada pertengahan bulan ini. "Saya pikir dia mengetahui kedatangan saya," katanya.

Atas tuduhan korupsi selama pemerintahan Soeharto, Mahathir berpendapat, "kalian tidak bisa menyalahkan kesalahan satu-satunya kepada Soeharto karena korupsi sudah berlangsung lama dan itu terjadi juga di banyak negara ".

"Bahkan korupsi pun terjadi di Malaysia. Jadi jangan salahkan semuanya kepada beliau, itu tidak benar," katanya.

Mahathir mengenang, senang dapat bekerja sama dan punya hubungan baik dengan Soeharto ketika menjadi presiden dan ketika dia menjadi PM Malaysia karena mereka dapat berbicara dengan persahabatan satu sama lain. "Ada beberapa sengketa antara kedua negara tapi sengketa itu tidak pernah menimbulkan konfrontasi antar negara. Kita punya sengketa perbatasan namun kita tidak dapat menyelesaikan semua masalah," ungkapnya.

"Kita dapat kelola perundingan satu sama lain dengan sikap persahabatan," ujar Mahathir, terkait dengan sengketa Pulau Ligitan dan Sipadan.

Indonesia dan Malaysia sepakat membawa sengketa itu kepada Mahkamah Internasional di Den Haag, Belanda, yang keputusannya kedua pulau itu adalah milik Sabah, Malaysia. [EL, Ant]

printer Versi Cetak email Kirim Berita ke Teman komentar Komentar Anda

 
spacer
BERITA TERKAIT  
spacer
 
 
spacer spacer  
  
spacer
KOMENTAR PEMBACA
spacer
  
  Setiap sejarah selalu berulang (arjunalebax@ya..., 28/01/2008 06:58)
Setiap jaman selalu berulang. Adalah opini yang kurang bermutu jika kita menjudge baik buruk orang hanya karena hubungan kerjasama duniawi. PM Malaysia berbicara hanya karena kepentingan Malaysia yang dimana sekarang sudah mengambil banyak keuntungan ekonomi dari Indonesia. Yang pasti rakyat Indonesia akan memaafkan P. Harto tetapi tidak akan pernah melupakan kesalahan untuk berjalan menjadi lebih baik lagi. Seperti kita tak akan melupakan perlakuan Malaysia yang begitu sadis terhadap Saudara ya... <31 huruf lagi>
 
 
spacer
sudut spacer sudut  

sudut spacer sudut
search calendar
<< 02 September 2010 >>
SuMTW ThFSa
dotdotdot1234
567891011
12131415161718
19202122232425
2627282930
spacer

All Daily News Magazine
sudut spacer
sudut sudut
spacer