spacer spacer spacer spacer
HUT RI ke-63 spacer Gatra Mobile

All Daily News Magazine
spacer spacer spacer spacer spacer spacer spacer
spacer

User ID :
Password :
Anggota baru ?
Lupa password ?

[ Indeks Berita ]
[ Daftar Komentar ]
sudut
spacer
spacer
spacer
NASIONAL
spacer
 
Pak Harto, Demokratis dan Konstitusional

Soeharto (Yahoo! News/REUTERS/Enny Nuraheni)"Kita tidak bermaksud mengagung-agungkan masa lalu.
Namun masa lalu janganlah dibiarkan berlalu begitu saja.
Sebab masa lalu mengandung sejumlah pelajaran dan kearifan sebagai bekal
Untuk menatap masa depan yang lebih cerah."


Itu kebijakan yang akan membawa kebajikan bagi seluruh rakyat Indonesia. Batu ujiannya adalah bagaimana sikap sebagai seorang pemimpin dalam situasi kenegaraan yang sangat gawat dan rumit dan harus memutuskan sesuatu?

Hal tersebut tampak pada kebijakan Pak Harto yang menegaskan sikapnya, selaku Panglima Komando Keamanan dan Ketertiban (Pangkopkamtib), terhadap Bung Karno pada 7 Maret 1967.

Pak Harto berpendapat, tidak cukup menunjukkan sikap sebagai Pangkopkamtib, tapi lebih tinggi sampai di forum Sidang Istimewa MPRS dalam kedudukannya sebagai penjabat presiden pada 13 Maret 1967. Kedudukan Pak Harto pada 1965, 1967, dan 1968 berturut-turut adalah Panglima Komando Strategis Angkatan Darat (Pangkostrad), Panglima Komando Operasi Pemulihan Keamanan dan Ketertiban (Pangkopkamtib), pengemban Tap MPRS Nomor IX Tahun 1967, dan penjabat presiden.

Simak saja pidato Pak Harto sebagai Pangkopkamtib di hadapan Sidang Istimewa MPRS pada 7 Maret 1967 dan pidato kenegaraan Pak Harto sebagai penjabat presiden pada 13 Maret 1967, antara lain sebagai berikut:

1. Riwajat patriotik perdjuangan Bung Karno, jang sedjak masa remajanya telah berjuang secara aktif didalam gelanggang politik untuk kemerdekaan dan kebebasan Bangsa Indonesia secara berani dan tak kundjung menjerah sampai keluar masuk pendjara dan pengasingan, Bung Karno berjuang untuk melawan kolonialisme jang menjajah kita.

2. Demikian pula beliau jang secara resmi menemukan kembali dasar-dasar falsafah kepribadian Bangsa Indonesia ialah Pantjasila jang hingga kini tetap berkumandang di dalam dan di luar negeri dan telah kita terima bersama dan bertekad untuk mempertahankan setjara mati-matian.

3. Kemudian kenjataan bahwa Bung Karno adalah Proklamator dari Negara Kesatuan Republik Indonesia ini sungguh mempunjai arti yang tinggi yang harus kita hargai dan mulyakan bersama.

Dengan alasan-alasan jang mendalam itu, maka dengan segala pengertian dan pengetahuan mereka terhadap kesalahan-kesalahan Bung Karno dewasa ini, secara irrasionil dan dengan iktikad baik diharapkannja agar supaja Bung Karno tidak diperlakukan secara tidak adil. Jangan sampailah generasi dewasa ini dipersalahkan oleh generasi jang akan datang karena memperlakukan pemimpin rakyat jang patriotik tidak sewajarnya (Sidang Istimewa MPRS, 7 Maret 1967).

Disamping alasan psycologic --praktis tersebut diatas, perlu kami jelaskan kepada seluruh rakyat Indonesia, bahwa berdasarkan keterangan team dokter yang kompeten, yang diberikan atas sumpah jabatan, bahwa sebenarnya keadaan kesehatan Bung Karno sudah sedemikian mundurnya, sehingga wadjarlah apabila kita sebagai Bangsa jang berjiwa kebesaran Pantjasila, akan memperlakukan beliau sesuai dengan keadaan kesehatannya tersebut (Pidato penjabat presiden, 13 Maret 1967).

Penegasan Pak Harto pada waktu itu terhadap Bung Karno dapat dikatakan melawan arus, karena sebagian besar masyarakat menghendaki Bung Karno diadili. Walaupun ada Pasal 6 Tap MPRS Nomor 22, Februari 1967, yang bunyinya: "Menetapkan penjelasan persoalan hukum selanjutnya jang menjangkut Dr. Ir. Sukarno, dilakukan menurut ketentuan-ketentuan hukum dalam rangka menegakkan hukum dan keadilan, dan menyerahkan pelaksanaannya kepada Pejabat Presiden," Pak Harto memperlakukan Bung Karno tetap berdasarkan kepada sikap mikul duwur mendhem jero sampai akhir hayat Bung Karno. Bahkan untuk menghormati dan menghargai jasa Bung Karno, dibangunlah Patung Proklamator. Demikian pula Bandar Udara Cengkareng diubah namanya menjadi Bandar Udara Soekarno-Hatta.

Bagaimana perlakuan seluruh bangsa Indonesia dewasa ini terhadap Bapak Pembangunan Indonesia, Bapak H.M. Soeharto? Karena apa? Karena umur manusia adalah di tangan Allah SWT. Karena itu, saya berpendapat, memulihkan kesehatan Pak Harto yang kondisinya menderita macam-macam memang merupakan masalah tersendiri yang berakibat timbulnya "komplikasi medis". Tapi, sebagai bangsa Indonesia yang berideologi Pancasila, mengapa kita tidak mewujudkan petuah mikul duwur mendhem jero. Artinya, kalau memulihkan kondisi kesehatan Pak Harto masih merupakan dilema tersendiri, mengapa kita tidak bersikap untuk memulihkan nama, martabat, dan kehormatannya.

Sekarang "tangan sejarah" ada di tangan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono untuk menyatakan: "Pulihkan nama, martabat, dan kehormatan Bapak H.M. Soeharto."

Semoga "tangan Allah SWT" membimbing Bapak H.M. Soeharto pada saatnya dengan tenang kembali ke hadirat Allah SWT dengan "khusnul khatimah".

Ismail Saleh
Penasihat pribadi H.M. Soeharto
[Kolom, Gatra Nomor 11 Beredar Kamis, 24 Januari 2008]

printer Versi Cetak email Kirim Berita ke Teman komentar Komentar Anda

 
  
spacer
KOMENTAR PEMBACA
spacer
  
  Krismon, warisan ORBA (frentosuharto@ya..., 10/02/2008 10:31)
akhir dr warisan ORBA adalah krismon dan krisis multidimensional. Apakah ini tidak cukup utk mengatakan ind di titik 0, saat ditinggal pak harto?
Pertanyaan; Kok bisa selama 32 thn?
Lalu kenapa CUMA p harto sendiri yg disuruh mikul beban ini?....YANG LAIN dimana?
 
 
spacer
  
  Heran .... (Heyu4x4@ya..., 10/02/2008 07:48)
Heran sama pak Ismail Saleh ini, katanya intelektual tapi mengambil kesimpulan hanya berdasarkan pidato Alm Suharto saja. Lucu ! Seharusnya lihat juga tindakannya waktu itu, sama tidak dengan pidatonya seperti: Apa yang dilakukan Alm thdp Sukarno, Petisi 50, anak2 mahasiswa di Eropa timur yg tidak bisa pulang, kutipan2 illegal thd gaji PNS untuk yayasan2... dll ... dll. Baru ambil kesimpulan pak Harto demokratis & konstitusional atau tidak. Begitu bung ! Masa gitu aja harus diajari sih ...
 
 
spacer
  
  Selamat jalan Pak Harto (ichaharta@gm..., 05/02/2008 12:42)
Tapi yang tidak bisa kita pungkiri, selama Bpk Harto yang mimpin negeri ini, rakyat kecil (wong cilik) hidup mereka makmur. Tidak ada antrian minyak tanah dan sembako seperti sekarang. Kita seperti kembali keZaman orde lama, bedanya dulu kita ngantri sembako pesawat2 tempur diatas kepala kita sedangkan sekarang dizaman yang sudah internet dimana2 kita masih antri juga. Korupsi itu tidak akan habis di negara kita, karena sudah menjadi sifat orang2 asia dimanapun dia berada. Asal sudah dapat kesem... <416 huruf lagi>
 
 
spacer
  
  Selamat Jalan Orang Besar (nurasyl@ya..., 04/02/2008 11:45)
Diktator...? Pada kemana ya selama ini wong Pak Harto dipilih dan diangkat oleh wakil rakyat kok...? (salahkan aja tuh para wakil rakyat yang ada cari keuntungan sendirian)
Korupsi...? Ayo dunk para penegak hukum buktikan apa Pak Harto korupsi atau tidak jangan hanya teriak2 aja jangankan Pak Harto yang presiden sampe 32 tahun coba lihat tuh para excutif muda kekayaannya atau para atasan peg negeri atau BUMN ... peg yang baru lulus
Nepotisme....? masak sech sptnya malah banyak yang memanfaati ... <175 huruf lagi>
 
 
spacer
  
  Kebangkaran jenggot (Bramwahid@ya..., 04/02/2008 10:48)
Orang yang selama ini selalu menghujat Pak Harto lagi kesal banget nampaknya seperti 2 penjahat bloon dalam film Home Alone karena siasat dan tipu daya mereka selama hampir 10 tahun ternyata tidak berhasil. Rakyat ternyata masih sangat mencintai Pak Harto.
 
 
spacer
  
  sadar sebagai manusia (angrokk@ya..., 04/02/2008 06:47)
jadilah bangsa yang menhormati sejarah.jangan lupa manusia tak ada yang sempurna.soeharto juga manusia seperti kita.dulu dibawah pimpinanya semua serba murah,tapi kini makan tempe aja kagak bisa ,apa pemerintah sekarang harus kita puja.mana perubahan yang dijanjikan, mending jaman orba,semua enak, tul kan
 
 
spacer
  
  sudahlah terima aja (theresiamp@ya..., 04/02/2008 05:35)
hai org2 yg beriman, janganlah mengutuk beliau yg sdh meninggal iklaskan beliau semoga perpulang dgn tenang seperti yg kel.beliau mau? rakyat indonesia sendiri sdh melihat bagaimana beliau sblm meninggal sdh tersiksa didunia bertahun2?.... nggak perlulah nyumpain beliau, tanpa disumpahin juga beliau sdh sengsarakhan?.. semoga lagi yg berkuasa sekarang bisa ambil hikmahnya. amin.
 
 
spacer
  
  Selamat jalan Pak Harto (doni_sahban@ya..., 28/01/2008 22:54)
Selamat jalan buat pak harto...and be ready to face for everything you've done because the hell is waiting for you..Good luck !!
 
 
spacer
  
  Penjajahan di Indonesia (riated_3010@ya..., 28/01/2008 21:37)
Waktu saya di sekoah dasar (SD), dalam sejarah saya harus menghafalkan bahwa Indonesia dijajah olleh :
- BELANDA selama 350 tahun
- JEPANG selama 3.5 tahun,
ternyata kita masih belum merdeka, sampai hari Senin (27 January 2008), karena kita dijajah SUHARTO selama 32 tahun.

Itupun belum dikatakan merdeka, karena kroni-kroni SUHARTO masih gentayangan. Kapan kita akan merasakan 100 % KEMERDEKAAN??????
 
 
spacer
  
  Biarlah Pak Harto Pergi Dalam Kedamaian (aeripur@ya..., 28/01/2008 11:19)
Bapak Ismail Saleh,
Berbicara kesalahan untuk manusia (Alm.Bpk.H.M.Soeharto), maka mungkin kita selalu berkutat-kutit pada permasalahan itu-itu saja. Koruptor-Diktator dan sebagainya. Tapi jarang ada yang melihat dari sisi : MOTIVATIR-INSPIRATOR-DINAMISTAOR dan FASILITATOR dalam membangun bangsa ini. Saya melihat saat ini adalah yang bisa dilakukan menghadirkan para saksi selama beliau menjabat Presiden. Karena kesalahan beliau tidak lepas dari sistem manajemen pemerintahan yang ada saat itu. ... <899 huruf lagi>
 
 
spacer
   
spacer
sudut spacer sudut  

sudut spacer sudut
search calendar
<< 02 September 2010 >>
SuMTW ThFSa
dotdotdot1234
567891011
12131415161718
19202122232425
2627282930
spacer

All Daily News Magazine
sudut spacer
sudut sudut
spacer