 |
|
 |
|
NASIONAL |
 |
| |
Jelang Mukernas Ribuan Kader PKS Berbondong-bondong ke Bali
Denpasar, 30 Januari 2008 09:50 Ribuan kader dan pengurus Partai Keadilan Sejahtera (PKS), bersama keluarga mereka, berbondong-bondong ke Bali, menjelang Musyawarah Kerja Nasional (Mukernas) PKS, untuk pertama kalinya di pulau itu.
"Kami sampai kewalahan menangani keperluan penginapannya. Peserta Mukernas bersama keluarganya berdatangan lebih awal untuk sekalian piknik," kata Ketua Departemen Dakwah Wilayah NTB-NTT DPP PKS, Dwi Triyono, SH di Denpasar, Rabu (30/1).
Karena kamar hotel yang disediakan di Sanur hanya dikhususkan bagi pengurus PKS, baik dari DPP, DPW maupun DPC, maka anggota keluarga yang ikut serta terpaksa harus dibantu mencarikan hotel di sekitar lokasi Mukernas, katanya.
Untuk keperluan Mukernas yang sekaligus mendeklarasikan keberadaan PKS sebagai partai terbuka, tidak lagi hanya melibatkan umat Islam itu, disediakan tiga hotel, yakni Inna Grand Bali Beach, Sanur Paradise dan Sanur Beach.
Menurut Triyono, fasilitas penginapan yang disediakan hanya untuk sekitar 2.000 peserta, baik dari DPP, 33 DPW berjumlah 330 orang, 820 pengurus DPC, 200 pengurus DPW/DPC di Bali, 45 anggota DPR dari PKS, selain Ketua MPR Hidayat Nurwahid dan tiga menteri Kabinet Indonesia Bersatu dari PKS.
Untuk menandai keberadaan PKS sebagai partai terbuka, seluruh peserta Mukernas akan mengenakan destar atau udeng, sebagai salah satu ciri khas budaya masyarakat Bali.
Anggota keluarga pengurus PKS, seperti dari Jakarta, Bandung, Sumatera dan Kalimantan, yang telah berdatangan, walaupun Mukernas baru akan dibuka Jumat (1/2) malam, dicarikan hotel yang ada di sekitar lokasi kegiatan tersebut dengan biaya sendiri.
"Konfirmasi mendadak datang lebih awal dan membawa banyak anggota keluarga inilah yang cukup merepotkan untuk membantu mencarikan hotelnya. Tapi ini sekaligus juga menguntungkan, karena berarti lebih meramaikan kunjungan wisatawan domestik ke Bali," kata Triyono yang alumnus Universitas Udayana.
Anggota keluarga pengurus PKS umumnya telah merancang sejumlah rencana melalui perusahaan biro perjalanan untuk mengunjungi berbagai obek wisata di Bali. "Program pikniknya lumayan lama, sampai penutupan Mukernas Minggu (3/2), sehingga akan banyak yang bisa dikunjungi," tambahnya. [TMA, Ant]
|
|
| | |
 |
| KOMENTAR PEMBACA |
 |
| | |
| |
sekali2 gak pa2 wisata yg penting ttp islami (tornado1, 31/01/2008 19:07) gak pa2 dong wisata ke bali..nistjaya bnyk kader PKS yg blm pernah ke bali..sekali2 bolehlah ber-senang2 dg keluarga..sambil tjari pengalaman baru..yg penting tak melanggar syariat islam..gitu sj kok repot..jgn sedikit2 ditjurigai trs..hdp PKS, semoga tetap bersih dan peduli..trims. | |
 |
| | |
| |
Orang-Orang PKS Apa yang Kalian Cari? (abdulhadi44@ya..., 31/01/2008 11:05) PKS ambisi untuk bisa jadi partai besar, dengan mengorbankan idealisme perjuangan. Orang-orang PKS ga ngaca pada pengalaman sejarah,sebesar apapun partai kalo ga solid pasti akan hancur. Dan ini awal kehancuran PKS setelah selingkuh dalam sejumlah PILKADA dg orang-orang bermasalah. Kalau begitu apa jadinya partai dakwah ini. Partai dakwah kok bikin acara di Bali,mau pake niru2 orang Hindu lagi.Kemana tuh orang2 ahli agamanya. Kok makin keblasan aja. Udah tahu rakyat lagi susah mereka senang2 ke ... <48 huruf lagi> | |
 |
| | |
| |
udah kaya banyak uang he..he... (dongkel1@ya..., 30/01/2008 20:02) biasa lah...
dulu miskin...bawa agama cari kekuasaan
dapat kekuasan..tinggalin agama dan ikut jadi sekuler,,
pasti suara pks jatuh,mereka dipilih karena religius...
maklum udh banyak uang...
ck..ck..ck...uang darimana tuh..... | |
 |
| | |
| |
Musyawarah atau wisata murah? (Dewo.tn@Gm..., 30/01/2008 16:13) Musyawarah sambil ngemong anak cucu wisata di Bali. Kok seperti oknum pejabat jaman dulu yang dinas keluar negeri sambil jalan-jalan cuci mata cari angin.ama anak bini... | |
 |
| | |
| |
amar ma'ruf (ktlangit@ya..., 30/01/2008 12:57) bukannya PKS partai Islam?? kini mau menjadi partai terbuka? pastinya seperti apa?hm...apa...asasnya tdk lagi Islam menjadi sekuler/nasionalis ?kader dan pengurusnya tdk lagi umat ISlam tapi juga melibatkan non muslim? akan mengangkat pemimpin non muslim? atau bagaimana persisnya? Saya jadi ragu neh sama PKS. WAkwaw... Hati2 lho PKS jangan tergiur dunia, apa sudah? Oya dengan memakai ikat kepala khas BAli apakah tidak termasuk tasyabuh? | |
 |
| | |
| |
PKS kurang simpati wong cilik (arjunalebax@ya..., 30/01/2008 11:09) PKS ternyata tak beda jauh dengan partai lain seperti PDIP, PD dan lain-lain. Yakni mereka kurang simpati terhadap keadaan wong cilik. Ketika masalah pangan rakyat yang suram, mereka dengan enaknya berpiknik ria dan mukernas di Bali. Sungguh ini adalah perbuatan mubazir yang sangat dekat dengan syetan. | |
 |