 |
|
 |
|
APA & SIAPA |
 |
| |
Tamara, Dian, & Luna Teori Mandi ala Bintang Lux
Dalam sebuah acara yang digelar secara mewah di Rumah Imam Bonjol, Jalan Imam Bonjol, Jakarta, tiga ikon produk sabun mandi Lux, Tamara Bleszynski, Dian Sastrowardoyo, dan Luna Maya, menuturkan makna membersihkan diri. Luna, menyebut mandi sebagai salah satu caranya mengenali dirinya sendiri. "Aku bisa berdialog pada diri sendiri. Kita jadi tahu, setelah beraktivitas seharian, kita melupakan badan dan kulit. Kadang kita perlu waktu untuk diri sendiri," tuturnya.
Sedangkan bagi Tamara, mandi adalah salah satu ritual yang bisa mentransformasi mood dirinya. Mandi adalah penggerak awal sebelum dirinya beraktivitas dalam satu hari penuh. Begitu pula sebaliknya. Setelah melakukan kegiatan seharian penuh, mandi adalah saatnya untuk memanjakan diri. "Itu sudah seperti ritual dengan diri sendiri setiap harinya. Saya merasa dimanjakan, ya for me, myself, and I," kata ibu satu anak ini.
Soal mood, Dian punya "teori" serupa dengan Tamara. Namun setelah membersihkan diri, menurut Dian, seorang wanita harus yakin bahwa dirinya sudah merasa nyaman dengan dirinya itu. "Asal kita bisa nyaman dulu sama diri kita, jadi kita harus menerima diri kita dulu." Lalu, lanjut Dian, janganlah terlalu berlarut-larut dengan hal-hal yang berujung pada stres pikiran. "Lebih banyak ketawa. Itu lebih cantik lho! Kita nggak boleh stres. Kalau kita nggak sering tertawa, itu nggak menarik auranya," Dian berpetuah.
Selain berbagi soal perawatan kecantikan luar, ketiga wanita cantik ini sepakat jika seorang wanita harus "punya otak". "Kalau outer look aja yang dirawat, tapi dia tidak memiliki wawasan yang luas, diajak ngomong tidak nyambung, dia tidak akan terlihat cantik," kata Luna. "Seseorang terlihat sangat cantik, kalau dia itu pinter," tambahnya. Tamara pun menambahkan, kecantikan ibarat sebuah `perayaan`. "Life is a celebration. Bagaimana kita merawat kecantikan itu juga celebration." [EL]
|
|
 |