spacer spacer spacer spacer
HUT RI ke-63 spacer Gatra Mobile

All Daily News Magazine
spacer spacer spacer spacer spacer spacer spacer
spacer

User ID :
Password :
Anggota baru ?
Lupa password ?

[ Indeks Berita ]
[ Daftar Komentar ]
sudut
spacer
PERSPEKTIF EEP SAEFULLOH FATAH
spacer
 
Dua Tsunami untuk SBY-JK

Pemerintahan Susilo Bambang Yudhoyono dan Jusuf Kalla (SBY-JK) dihadang dua tsunami. Satu di awal, satu lagi di ujung kekuasaan mereka. Baru dua bulan memerintah, mereka mesti menghadapi tsunami Aceh dan Nias. Di ujung pemerintahan, mereka dihadang "tsunami" krisis energi dan pangan. Kedua tsunami ini bukan saja menguras energi dan pikiran, melainkan juga anggaran pemerintahan.

Ketika Pemilu 2009 makin mendekat sekarang ini, pemerintah, sekadar misal, mesti menanggung tiga beban subsidi amat berat --subsidi listrik, bahan bakar minyak (BBM), dan pangan yang mencapai Rp 320 trilyun per tahun. Sebagai salah satu turunannya, krisis listrik jadi ancaman serius pada saat ini; sekalipun jangan terlalu berharap bahwa listrik akan padam ketika SBY dan/atau JK berpidato-kampanye di atas podium kelak.

Salah satu bagian pokok krisis energi adalah naiknya harga minyak dunia yang makin memberatkan beban anggaran kita. Ini konsekuensi serta-merta yang mesti kita tanggung karena gagal mengelola kekayaan cadangan minyak dan terpuruk menjadi importir. Maka, tiga kali sudah pemerintahan menaikkan harga BBM.

Dalam ketiga kasus itu, demonstrasi anti-kenaikan harga, sesuai dengan prediksi dan harapan pemerintah, memang tak panjang usia. Namun cerita agak berbeda kita saksikan dalam kasus kenaikan harga Juni 2008 ini. Kenaikan harga memang tak diresistensi oleh demonstrasi bernapas panjang. Tetapi reaksi di bawah permukaan terus berjalan seiring dengan makin mendekatnya hari pencoblosan Pemilu 2009. Kali ini, reaksi publik bisa jadi bermuara di tempat-tempat pemungutan suara April 2009 (pemilu legislatif) serta Juli dan September 2009 (dua putaran pemilu presiden).

Setidaknya, begitulah Indobarometer mengindikasikan melalui survei yang mereka publikasikan awal Juli lalu. Masyarakat yang puas atas kinerja Presiden SBY melorot dari 55,6% pada Desember 2007 menjadi 36,3% pada Juni 2008. Angka kepuasan terhadap Wapres JK setali tiga uang: meluncur dari 49,9% menjadi 28,8% saja dalam kurun waktu yang sama.

Bagi SBY, konsekuensi kenaikan harga BBM itu berlanjut ke kemungkinannya terpilih kembali dalam Pemilu 2009. Pada Desember 2007, lagi-lagi menurut Indobarometer, ada 38,1% orang yang mengaku akan memilih SBY. Ia kandidat yang paling diminati. Namun angkanya melorot menjadi hanya 20,7% pada Juni 2008.

Sebaliknya, tiga pesaing terdekat SBY sejauh ini, Megawati Soekarnoputri, Wiranto, dan Sri Sultan Hamengku Buwono X, mengalami kenaikan popularitas. Jika pada Desember 2007 Megawati hanya dipilih oleh 27,4%, pada Juni 2008 pemilihnya 30,4% --sekitar 10% di atas SBY. Dalam rentang waktu yang sama, Wiranto mengalami kenaikan jumlah pemilih dari 4,8% menjadi 9,3% dan Sultan dari 6,3% menjadi 8,8%.

Maka, tsunami pertama (Aceh dan Nias) menuntut pemerintahan SBY-JK menjadi pengelola bencana yang andal --sebuah harapan yang tak jua tercapai. Sementara itu, tsunami kedua tampaknya justru bisa jadi sumber bencana bagi keduanya dalam Pemilu 2009. Keduanya, terutama SBY, terancam kehilangan dukungan publik.

Persoalannya menjadi makin rumit bagi keduanya, mengingat krisis energi dan pangan baru saja dimulai dan bukan akan berakhir. Harga minyak dunia yang tak juga bersahabat memaksa pemerintah terus menggelontorkan subsidi BBM dalam jumlah makin besar. Ancaman krisis pangan global dan krisis listrik juga membebani anggaran negara dengan subsidi raksasa.

Akankah pemerintah berani menaikkan kembali harga BBM? Dugaan saya, tidak. Tapi, jikapun mereka punya surplus keberanian untuk mengambil langkah tak populer itu, satu-satunya kemungkinan kesempatan terakhir adalah menjelang Ramadan besok (sekitar September). Sebab, menurut teori JK, kenaikan harga dramatis (rata-rata di atas 100%) pada Oktober 2005 tak menghasilkan resistensi dan oposisi serius-panjang-efektif karena diputuskan menjelang Ramadan. Atmosfer Ramadan, menurut teori ini, membinasakan syahwat demonstrasi dan oposisi politik.

Lewat September, tak tersedia lagi kesempatan. Pada Oktober 2008 --sembilan bulan sebelum hari pencoblosan putaran pertama pemilihan presiden pada Juli 2009-- status SBY dan JK sebagai kandidat harus sudah diumumkan. Agak tak masuk akal jika keduanya berani menjadi kandidat presiden/wapres --baik jika keduanya berduet lagi atau malah berduel-- yang menaikkan harga BBM. Memori pemilih, sekalipun sangat pendek, akan menghukum mereka tanpa ampun.

Kapan pun kenaikan harga BBM diputuskan sekarang-sekarang ini, saya yakin, hanya akan memproduksi magma ketidakpuasan yang mengalir deras menuju tempat-tempat pemungutan suara.

Walhasil, tsunami pertama memosisikan SBY-JK sebagai pendamai dan pembebas Aceh; pemimpin yang sukses melepaskan Aceh dari konflik panjang. Sementara itu, jika tak terkelola, bukan tak mungkin tsunami kedua justru akan melepaskan SBY dan/atau JK dari kekuasaan pada periode berikutnya. Selebihnya, tentu saja, hanya Tuhan yang tahu.

(Mari berpolitik dengan santun! Silakan ketik "reg eep" dan SMS ke 6768)

Eep Saefulloh Fatah
Pengajar ilmu politik di Universitas Indonesia
[Perspektif, Gatra Nomor 37 Beredar Kamis, 24 Juli 2008]

printer Versi Cetak email Kirim Berita ke Teman komentar Komentar Anda

 
  
spacer
KOMENTAR PEMBACA
spacer
  
  Allahumma amien (ngatasi@gm..., 11/08/2008 10:49)
sukur jangan jual aset negara ajah......
kembalikan aset negara......
masa senjata makan tuan ndak lucu kan?

Ya Allah jadikan warga Indonesia hamba-hambaMu yang pintar, sadar dan mengerti.... amien....
 
 
spacer
  
  kasih apresiatif (aa_qir2000@ya..., 06/08/2008 20:37)
ketika sy baca tulisannya cukup bagus, dan harus di perhtikan bagi para pemerintah supaya sadar betul atas kondisi mesyarkat, dan tidak dapat menyelwenkan tugasnya. karena di jajaran pemerintah sudah banyak tidak di percaya oleh massa, merek hanya banyak ngomong tnpa melaksanakan tugas dengan baik sebagai tanggung jawabnya. saya sanagt apresitif terhadap bapak yang menulis di gatra ini. semoga menjadi pelajar penting bagi mereka.
 
 
spacer
  
  'Mencintai Indonesia Dengan Amal' (abu_tahta@ya..., 06/08/2008 18:54)
Menurut saya, selain menghadapi dua tsunami (sebagaimana Sdr. Eef maksud), SBY-JK juga menghadapi tsunami lain selama masa pemerintahannya. (Tidak hanya di awal dan akhir). Tsunami yang saya maksud antara lain, adalah tsunami kritik dari lawan-lawan politiknya dan sikap kritis para intelektual kampus.
Berbahayakah tsunami jenis ini bagi SBY-JK yang dikabarkan akan kembali bertarung pada Pemilu Presiden/Wakil Presiden 2009 yang akan datang?
Saya tidak bermaksud menjawab pertanyaan ini, seperti ... <1643 huruf lagi>
 
 
spacer
  
  ngak berimbang (edi_compaq@ya..., 06/08/2008 16:37)
sebenarnya masyarakat kita..digurui oleh media berita..
bukan lagi akal pikiran positif..
kita cuma bisa membicarakan..ekonomi serba sulit..
susah cari makan...media masa bukan buat pencerahan..mereka orientasinya bisnis..
saya masih ingat dan pilu saat salah satu wartawan peliputan gempa disumaterabarat/solok..mengatakan "kita ditarik kejakarta lagi mas..." napa..."gempa padang nilai jualnya susah habis mas"..sekarang garuda jatuh lagi laku2nya..
lihat film2 amerika yg mengkonotasikan wart... <126 huruf lagi>
 
 
spacer
  
  Politik "rakyat sengsara"! (as.boen@ho..., 06/08/2008 00:42)
Ketika menceritakan kesan yang saya dapat selama di Indonesia bahwa banyak orang lebih melihat situasi secara negatip, seorang kenalan bilang c’est la vie. Entah apa artinya tuh!

Dan kenyataan bahwa masa Pemerintahan SBY-JK memang penuh ujian, baik bencana alam yang datang bertubi2, maupun kenaikan harga minyak dunia yang tidak pernah terantisipasi oleh negara manapun. Selain itu “kabinet multi partai” juga tidak menguntungkan posisi SBY-JK. Tapi siapa peduli! Bahkan, tentu saja, jadi... <1069 huruf lagi>
 
 
spacer
sudut spacer sudut  

sudut spacer sudut
search calendar
<< 30 July 2010 >>
SuMTW ThFSa
dotdotdotdot123
45678910
11121314151617
18192021222324
25262728293031
spacer

All Daily News Magazine
sudut spacer
sudut sudut
spacer