 |
|
 |
|
EKONOMI |
 |
| |
Ekspor RI Capai 50 Miliar Dolar
Jakarta, 30 Juli 2010 10:08 Nilai ekspor Indonesia ke berbagai negara Hingga bulan Mei 2010 mencapai 50 miliar dolar AS.
"Angka 50 miliar dolar itu bukan sampai semester satu ya, itu angka penjualan dari Januari hingga Mei 2010," kata Menteri Perdagangan (Mendag), Mari Elka Pangestu, di Jakarta, Kamis (29/7).
Angka tersebut, menurut Mendag, tumbuh 30% dibanding periode sama pada 2009. Secara year on year angka tersebut mencapai 13%, jauh di atas target yang hanya 7%.
Mayoritas ekspor masih di sektor pertambangan, CPO, alas kaki, tekstil dan produk tekstil, elektronik, dan kertas. "Ekspor sepatu sejauh ini tumbuh 20%, sedangkan TPT tumbuh 10%," ujar Mendag.
Dengan adanya fasilitas pendanaan dengan bunga rendah dari Eximbank China melalui LPEI ia yakin ekspor produk ke Cina akan meningkat, seiring dengan peningkatan daya saing produk.
Sebelumnya, Indonesia Eximbank atau Lembaga Pembiayaan Ekspor Indonesia (LPEI) disebutkan akan menyalurkan kredit 100 juta dolar kepada industri alas kaki serta tekstil dan produk tekstil di tanah air. Dana yang diperoleh dari Eximbank China itu disalurkan dengan bunga lebih rendah dari bank komersial.
Direktur Eksekutif LPEI I Made Gde Erata menjelaskan, kredit berbunga rendah yang diberikan kepada industri untuk memfasilitasi peremajaan mesin atau permodalan lainnya tersebut jaminannya terbatas pada kontrak yang ditandatangani secara business to business (B to B).
Gde Erata mencontohkan, tidak ada kolateral bagi satu industri untuk mendapatkan kredit berbunga rendah dari program LPEI ini.
Namun demikian, mesin untuk peremajaan pabrik yang dibeli dari Cina menjadi jaminannya atau nilai kontrak yang dilakukan dengan pengusaha Cina menjadi jaminannya. "Saya harap cara-cara pembiayaan perbankan seperti ini dapat menular pada perbankan komersial nantinya," kata Gde Erata. [EL, Ant]
|
|
| | |
 |
| KOMENTAR PEMBACA |
 |
| | |
| |
harus ekspor terus (suryop3@gm..., 04/08/2010 14:08) saya setuju indonesia harus lebih banyak ekspor
agar keuangan negara semakin bertambah
turunkan impor. | |
 |