 |
|
 |
|
NUSANTARA |
 |
| |
SMUN 1 Kendari Terapkan Percepatan Belajar
Kendari, 9 Juli 2002 11:53 Sekolah Menengah Umum Negeri (SMUN) 1 Kendari akan menjadi SMU pertama dan satu-satunya di Sulawesi Tenggara yang akan menerapkan sistim percepatan (akselerasi) belajar untuk siswa baru yang memiliki tingkat inteligensia yang tinggi.
Kepala SMUN 1 Kendari Drs.H.Rayen Ibrahim mengatakan di Kendari, Selasa, program akselerasi belajar tersebut akan dilaksanakan mulai tahun ajaran 2002/2003 dengan membina satu kelas dengan jumlah siswa sekitar 20 orang sebagai kelas perdana dan percobaan.
Dipdiknas sebetulnya menunjuk dua SMU -yang lainnya adalah SMU swasta Kartika Kendari- untuk melaksanakan program akselesari belajar ini, namun SMU milik Yayasan TNI AD itu tampaknya belum begitu siap melaksanakannya.
Dalam program akselerasi ini, pihak sekolah yang dibantu Dinas Dikbud akan menyeleksi siswa-siswi yang memiliki tingkat inteligensia (IQ) tinggi di atas 125. Mereka akan digabung dalam satu kelas untuk mendapat pendidikan dan pengajaran secara khusus dengan mempercepat pemberian bahan kurikululum kepada mereka sesuai kemampuan inteligensi mereka.
"Dengan demikian, siswa-siswi berbakat seperti itu tidak harus menunggu tiga tahun untuk menyelesaikan pendidikannya di SMU," ujar Rayen.
Ia mengatakan bahwa program akselerasi itu, kurikulum sama saja dengan siswa lainnya. Mereka juga tetap diwajibkan mengikuti program-program ekstra kurikuler yang dilaksanakan
di sekolah.
Bahkan mulai tahun ini juga, SMUN 1 Kendari akan menerapkan pengembangan kurikulum berdasarkan kompetensi, dimana siswa-siswi -- termasuk kelas akselerasi -- yang memiliki bakat khusus seperti olahraga, keterampilan teknis berbabagai bidang atau kesenian, akan dibina secara khusus dalam bakatnya itu.
Untuk mengetahui bakat-bakat mereka, siswa-siswi baru yang terjaring nanti akan kita seleksi juga sebelum memulai kelas baru, tambahnya.
Mengenai guru dan peralatan, Rayen mengatakan suah siap.
Beberapa orang guru telah mengikuti penataran khusus di Jakarta untuk pelaksanaan program akselerasi tersebut dan guru seperti itu masih akan terus ditambah lagi.
Kendala yang dihadapi saat ini adalah sarana dan prasarana seperti laboratorium untuk mata pelajaran fisika, kimia, biologi dan bahasa serta peralatan untuk seni dan olahraga serta komputer.
“Dengan program pengembangan kurikulum berbasis kompetensi itu, para siswa yang tidak mampu untuk melanjutkan pendidikannya ke perguruan tinggi diharapkan sudah bisa mengembangkan dirinya bahkan mandiri dengan keterampilan yang diperoleh selama di bangku sekolah,” demikian Rayen Ibrahim. [Tma, Ant]
|
|
 |