spacer spacer spacer spacer
HUT RI ke-63 spacer Gatra Mobile

All Daily News Magazine
spacer spacer spacer spacer spacer spacer spacer
spacer

User ID :
Password :
Anggota baru ?
Lupa password ?

[ Indeks Berita ]
[ Daftar Komentar ]
sudut
spacer
spacer
spacer
NASIONAL
spacer
 
Gus Dur- Amien Rais
Menjegal Sikap Kritis Amien Rais

pro-gdSurabaya, 12 Januari 2001 00:44
HATI-hatilah, mengkritik Gus Dur. Bila tidak pandai-pandai memilih kata-kata yang 'halus', bisa tergelincir menemui kesulitan. Kalau urusannya hukum, atau adu argumentasi di forum ilmiah saja, tak ada masalah. Tapi, kali ini, yang dihadapi bukan debat akal, melainkan okol (otot), atau pisik.

Lihatlah yang dialami Amien Rais, Ketua MPR yang juga Ketua Umum Partai Amanat Nasional (PAN). Kini, warga NU menempatkan Amien sebagai salah satu seteru utamanya. Bahkan warga NU Pasuruan (terutama Ansor dan Banser) sempat mencekal Amien Rais. Amien beberapa waktu lalu gagal ke Pasuruan, gara-gara dicegat Banser dan Ansor.

Amien, yang berjasa menggalang dukungan menyokong Gus Dur ke kursi presiden, belakangan berbalik arah, sering mengeluarkan kritikan pedas pada Gus Dur.
Kendati Amien asli wong Solo --yang terkenal lemah lembut-- namun dalam hal politik, dia lebih berani ketimbang orang non Jawa yang sering mengklaim punya sikap lebih terus terang dan terbuka. Secara terang-terangan Amien menyerang Gus Dur. Mulai dari kata-kata ingin 'menjewer' Gus Dur, sampai ancaman ingin membawa ke Sidang Istimewa MPR, untuk melengserkan Gus Dur. Malah pernyataannya yang paling keras, Amien meminta maaf pada rakyat Indonesia, karena telah salah mendukung Gus Dur sebagai Presiden.

Bagi pendukung Gus Dur --apalagi yang fanatik-- seperti NU dan jajarannya (GP Ansor; Banser; Pagar Nusa) serta PKB (termasuk Garda Bangsa), tentu merah kupingnya. Saking cintanya pada Gus Dur, sehingga siapa pun yang mengeritik dinilai 'lawan'. Demikian pula Amien Rais.

Terutama di Jawa Timur --daerah basis NU-- Amien mirip 'musuh abadi'. Setiap rencana kunjungan Amien ke wilayah itu, selalu dihadang dengan berbagai ancaman. Intinya, Amien tidak boleh menginjakkan kaki di "negeri NU" Jawa timur.

Kali ini, ancaman kembali datang. Rencananya, Amien Rais Sabtu mendatang, 13 Januari, hendak ke Surabaya, melantik pengurus PAN setempat dan menghadiri halal bihalal. Pihak panitia pun mengontak Banser dan Ansor, untuk ikut mengamankan. Namun permintaan itu tak digubris.

Bahkan kelompok bernama Gerakan Pendukung Gus Dur-Mega menyatakan, tidak akan membiarkan Amien Rais lolos masuk Surabaya. Padahal sebelumnya, reaksi atas rencana kedatangan Amien hanya terbatas pada Ansor dan Banser NU menolak permintaan panitia dari PAN. Alasan penolakan, karena dianggap salah alamat. "Yang bisa menjaga keselamatan Amien Rais, ya dirinya sendiri," ujar Dewan Penasihat Pengurus Wilayah GP Ansor Jatim, Romadhon. "Justru ulah maupun omongan Amien Rais sendiri selama ini yang bisa mengancam keselamatan dirinya," tambahnya.

Sementara itu, Ketua Wilayah NU Jawa Timur, mempersilakan Amien datang ke Jawa Timur. Pihaknya tak pernah mencekal Amien. "Prinsipnya, setiap warga negara itu kan bebas mau datang ke mana saja," ujar Ali Maschan. Ia meminta warga NU untuk menyikapinya secara wajar rencana kedatangan Amien. Kendati demikian, Ali Maschan juga bukan tidak punya syarat sama sekali untuk Amien Rais. Syaratnya, "janganlah menunjukkan sikap kerasnya kepada Gus Dur di Jawa Timur," pesan Ali Maschan. "Jangan sampai warna NU merasa emosi gara-gara pernyataan Pak Amien Rais," tambah dia.

Di Surabaya beredar kabar, sejumlah organisasi Selasa malam telah mengadakan pertemuan di Surabaya, membahas rencana penghadangan Amien Rais pada Sabtu besok.

Organisasi massa tersebut tergabung dalam Gerakan Pendukung Gus Dur-Mega. Menurut koordinator gerakan Slamet Santoso, massa pendukung Gus Dur-Mega dari Pasuruan juga sudah memastikan akan bergabung. Kalangan NU Pasuruan sejak awal terang-terangan menyatakan sikapnya secara terbuka, tidak suka pada Amien Rais.

Rencana penghadangan Amien, akan dilakukan di Bandara Juanda dan di tempat acara, yakni Gedung Go Skate Surabaya.

Larangan Ketua Pengurus Wilayah NU (PWNU) Jawa Timur KH Drs Ali Maschan Moesa agar warga NU tidak melakukan demonstrasi terhadap Amien Rais, nampaknya tak digubris. Padahal sebelumnya, pengurus PAN Jawa Timur sudah menyambut gembira adanya larangan tersebut.

Sebenarnya, walaupun Ali mempersilakan Amien datang ke Surabaya, ia tetap mengajukan syarat kepada Amien Rais agar tidak membuat peryataan keras kepada Gus Dur.

Tindakan pencekalan atau penghadangan tersebut sebenarnya kontra produktif. Apalagi di tengah upaya menumbuhkan sikap demokratis di masyarakat. Anehnya, Gus Dur cuek saja, pada kasus yang menimpa Amien Rais ini. Padahal Gus Dur, pernah diimbau Akbar Tanjung untuk mengendalikan massanya. Sejauh ini, Gus Dur diam saja.

Sangat ironis dan kontradiktif sikap warga NU tersebut, jika disandingkan dengan sikap Gus Dur --orang yang disegani dan dihormati warga NU. Selama ini Gus Dur selalu mengedepankan keteladanan demokrasi. Namun dalam kasus Amien Rais, juga saat terjadi penyerbuan Banser ke kantor redaksi Harian jawa Pos di Surabaya, Gus Dur cuek saja.

Sebenarnya patut dipertanyakan pada warga NU di Jawa Timur. Atas dasar kekuasaan apa, sehingga mereka melarang seorang warga negara menginjakkan kakinya di bumi Jawa Timur? Apakah tidak bertentangan dengan hak asasi manusia, yang membebaskan orang, apalagi di negerinya sendiri, untuk bepergian kemana saja? Bila setiap pengeritik Gus Dur dicekal masuk Jawa Timur, bisa repot. Mengancam tumbuhnya demokrasi?arm/dh.




printer Versi Cetak email Kirim Berita ke Teman komentar Komentar Anda

 
spacer
BERITA TERKAIT  
spacer
 
 
spacer spacer  
spacer
sudut spacer sudut  

sudut spacer sudut
search calendar
<< 30 July 2010 >>
SuMTW ThFSa
dotdotdotdot123
45678910
11121314151617
18192021222324
25262728293031
spacer

All Daily News Magazine
sudut spacer
sudut sudut
spacer