|
 |
|
 |
|
NASIONAL |
 |
| |
Kampanye PKS Sebarkan Nama-nama Tersangka Koruptor
Banda Aceh, 15 Maret 2004 14:28 Partai Keadilan Sejahtera (PKS) dalam kampanye simpatiknya di Banda Aceh, Senin, menyebarkan selebaran kepada masyarakat yang berisi nama-nama tersangka koruptor yang melibatkan para anggota DPRD setempat yang juga menjadi calon anggota legislatif (caleg) dari sejumlah partai.
Pada hari kelima kampanye, para kader PKS hanya melakukan kampanye simpatik dengan membagi-bagikan selebaran, stiker, dan bunga, kepada setiap penumpang atau pengemudi yang melintasi jalan raya di kawasan Lingke.
"Kami sengaja memberitahukan kepada masyarakat para koruptor tersebut, sehingga tidak salah pilih, karena selama mereka menjabat sebagai anggota dewan ternyata tidak membela kepentingan rakyat, justru sebaliknya uang rakyat digunakan untuk kepentingan dan memperkaya diri pribadi," kata pengurus PKS Banda Aceh, Mukminan, SE.
Ketika ditanya apakah cara seperti itu tidak menjelekkan caleg dari parpol lain, ia menyatakan, pihaknya tidak bermaksud menjelekkan caleg lainnya, tapi sekedar memberitahukan kepada masyarakat bahwa mereka itu kini bermasalah dan statusnya sebagai tersangka dalam kasus korupsi.
"Jadi, tujuan kami untuk memberitahukan masyarakat agar tidak salah pilih, karena apabila salah pilih, maka kasus yang sama bisa terulang kembali ketika para koruptor tersebut duduk di legislatif. Ini tidak bisa dibiarkan," katanya.
Sebanyak 26 dari 30 anggota DPRD Kota Banda Aceh dilaporkan terlibat dalam kasus korupsi dana APBD 2002 senilai Rp 5,7 miliar yang diselewengkan untuk uang muka pembelian mobil pribadi.
Dari 26 yang terlibat tersebut, sembilan di antaranya kini resmi menjadi tersangka dan ditahan di Lembaga Pemasyarakatan (LP) Keudah, Banda Aceh, yakni M. Amin Said (Ketua DPRD/PPP), Razali Ahmad (Wakil Ketua/PAY), Muntasir (Wakil Ketua/Partai Golkar), Tjut Ali Umar (PAN), Anas Bidin Nyak Syech (PAN).
Selanjutnya, Amri M. Ali (Ketua Fraksi PPP), Fadil Amin (Ketua Fraksi Golkar), Tgk Zubir Idris (PBB), Dahlan Yusuf (PDI-P), dan Akhyar Abdullah dan Saiful Hayat (keduanya dari PAN dan kini belum ditahan).
Dari nama-nama tersangka tersebut di antaranya ada yang menjadi caleg tetap DPRD Kota Banda Aceh.
Sementara itu, PKS juga melakukan kampanye "door to door" di kawasan Kecamatan Syiah Kuala. Pada kampanye tersebut para kader PKS memberikan penjelasan bagaimana cara mencoblos tanda gambar dan caleg, serta calon anggota Dewan Perwakilan daerah (DPD) yang benar.
Masih sepi
Sementara itu, memasuki hari ke lima kampaye di Banda Aceh masih sepi, karena belasan parpol yang dijadwalkan melakukan kampanye ternyata tidak melaksanakannya.
Sedikitnya 15 parpol dijadwalkan berkampanye pada Senin pagi atau jadwal pertama, yang tersebar di sejumlah lokasi kampanye di Banda Aceh, namun tidak melakukan rapat umum.
Demikian juga dua lokasi kampanye untuk calon anggota legislatif (caleg) tingkat-1 yang disediakan Pemprov Nanggroe Aceh Darussalam (NAD), tidak digunakan, yakni stadion Lampineng dan stadion Lhongraya.
Lokasi kampanye tersebut hanya terlihat beberapa aparat kepolisian yang ingin melakukan pengamanan, namun akhirnya mereka juga kembali ke posnya, karena massa parpol tidak ada yang datang, meskipun telah dijadwalkan. [Tma, Ant]
|
|
| | |  | | KOMENTAR PEMBACA |  | | | | | |
igan_et: pks sama dan sebangun dgn pan (corpus_cross@ya..., 18/03/2004 08:01) Igan_et, tulisanmu mengingatkan saya akan perilaku pan di daerah yang juga merekrut ketua dpd I dan dpd II dan pengurusnya, serta para caleg2 dari kalangan non muslim, khususnya di bagian timur Indonesia. Bayangkan, pada pemilu lalu ada sebagian pemilih non muslim sudah memberikan suara untuk pan (walau prosentasenya kecil) dengan penuh semangat reformasi (yang katanya akan meruntuhkan batas2 di antara golongan yang ada dalam masyarakat).
Tapi, apa nyana, saat pan hanya dapat 7% suara, sedang... <790 huruf lagi> | |  | | | | | |
PKS Bukan Partai Islam Murni (igan_et@ya..., 18/03/2004 05:32) Assalamu'alaikum wr wb.
Menanggapi aksi kampanye PKS di Banda Aceh dengan menyebarluaskan nama-nama koruptor yang notabene juga merupakan kader dari partai lain adalah sebuah tindakan yang harus dipertanyakan tujuan dan misi yang ingin diraih PKS. Ok lah ,..jika itu memang merupakan satu-satunya cara untuk memberikan informasi kepada masyarakat perihal tokoh-tokoh yang terlibat korupsi, tentunya harus dilakukan tidak pada saat kampanye berlangsung. Karena hal ini sangat tidak ETIS!!!!!!,..dan... <2168 huruf lagi> | |  | | | | | |
Wait and See ajalah............... (homegirl92504, 18/03/2004 03:44) Kalaupun PKS jaya, tidak menjamin calon calon pemimpinnya tidak akan korupsi dikemudian hari. Bangsa hanya bisa mengatakan "Prove it and we will believe it".
Believe me. Tidk ada KEBENARAN didalam politik. Semua bertujuan untuk mengangkat diri dan menjatuhkan orang lain. Menjadi pengurus pemerintahan adalah suatu posisi yang menggiurkan. Tidak heran kalau mulai dari partai agama sampai partai sekular akan berebut tempat di pemerintahan.
Tapi bagaimana juga sebuah bangsa perlu dipimpin. Bag... <220 huruf lagi> | |  | | | | | |
Menyebarkan nama-nama Koruptor lebih baik.. (bredel_ok@ya..., 17/03/2004 23:31) Menyebarluaskan nama-nama para koruptor, agar rakyat jangan salah pilih adalah JAUH LEBIH BAIK, daripada kampanye pake bagi-2 doorprize = money politics ala PDIP di Surabaya, ato bagi-2 sembako ala PKPB.
Jangan bisanya cuman ngiming-ngimingin rakyat kecil dengan kesenangan sesaat, tetapi setelah berkuasa malah menjadi RAJA KORUPTOR. Koruptor memang pantas untuk ditelanjangi, karena telah merampas milik rakyat dan menyengsarakan rakyat sepanjang masa.
Maju terus PKS, jangan takut dengan keben... <45 huruf lagi> | |  | | | | | |
Pengumuman nama tersangka itu sah. (praja_keren@ya..., 17/03/2004 23:11) pencantuman nama-nama tersangka kasus korupsi dalam suatu media, pamflet dll adalah sah sepanjang nama-nama tersebut telah resmi menjadi tersangka dan tetap menjaga asas praduga tidak bersalah. Dengan demikian tindakan kader PKS tidak menyalahi hukum dan peraturan bila syarat-syarat tersebut di atas telah dipenuhi, bahkan informasi dari Gatra menyebutkan bahwa para tersangka tersebut telah di tahan sehingga tindakan PKS tidak dapat dikategorikan mencemarkan atau menghina seseorang. Terima kasih.... <25 huruf lagi> | |  | | | | | |
Sidane Capres-e sopo ???? (dulkayun@ya..., 17/03/2004 22:52) Piye kang dayat. Di Jateng-Jatim jualan Hasim Muzadi, Di Jogja : Amin Rais, Di tanahnya Habibi bilang capresnya Habibi. Daerah Irian, Manado, Ambon belum kedengaran siapa capres yang di jual PKS, jangan2 Megawati?!
Tetapi... karena ini katanya of the record, 'jare' capres yang sebenarnya yang mau di usung PKS malah WIRANTO. Piye iki kang.....
Apa ini artinya PKS juga memberikan andil dalam melakukan pembodohan ??!! | |  | | | | | |
APAKAH PDI GA MALU .....NIH (ir_set@ya..., 17/03/2004 19:20) harus itu....itu harus dilakukan....karena rakyat negri ini masih belum tau sapa yg busuk & bersih...buktinya akbar yg jelas korup,mega yg ancur kepemimpinannya ...masiiiiiiiiiiiiiiiih aza di pilih karena rakyat lom tau ...smuanya ...menurut saya yg nolak cara2 ini berarti merekalah yg nglindungi koruptor dan pejabat2 goblok ahlaknya.... pokoknya harus tegas ama calon2 koruptor | |  | | | | | |
Tong kosong nyaring bunyinya (wiwin25@pl..., 17/03/2004 09:32) Memang apa kata pepatah bahwa tong kosong nyaring bunyinya. Demikianlah akan terjadi pada partai ini, makanya pilihlah partai yang mengakui adanya "pluralitas", bukan hanya fanatisme yang memanfaatkan agama yang sempit. | |  | | | | | |
pks, bayi opportunist! (corpus_cross@ya..., 17/03/2004 08:47) Baru mulai menggeliat, sudah kelihatan belangnya. Untuk apa sih mengusulkan calon presiden begitu banyak yang diambil dari berbagai kelompok atau partai lainnya. Coba lihat: n madjid, h muzadi, a rais, aa gym, habiebie, sby, d hafiduddin, h nurwahid sendiri, dan sejumlah nama lainnya. Jangan mengumpan-umpan pemilih dengan menggunakan nama2 itu untuk kepentingan pks, khan nurwahid sendiri dari awalnya sudah kepingin jadi presiden sampai2 sebutan pimpinan tertinggi pks menggunakan kata 'presiden'... <995 huruf lagi> | |  | | | | | |
Selayaknya kita prihatin. (sam37712003@ya..., 17/03/2004 06:16) Melihat carut marut kondisi negara ini, rasanya wajar kalo kita semua merasa prihatin. Sebagai orang2 yang pintar sebaiknya kita mampu mengurai benang kusut negara ini. Yang baik tentu saja harus kita bilang baik, demikian juga dengan keburukan, kita harus tetap bilang buruk, agar tidak lagi ada yg terkecoh, apalagi sampai tertipu. Menyampaikan sesuatu yg benar, seharusnya menjadi kebiasaan orang2 yang bijak, siapapun orangnya, apapun agamanya. Mereka yg mengaku pintar, kemudian merasa bahwa pen... <475 huruf lagi> | |  | | | Daftar Seluruh Komentar
| |
 |
|