spacer spacer spacer spacer
HUT RI ke-63 spacer Gatra Mobile

All Daily News Magazine
spacer spacer spacer spacer spacer spacer spacer
spacer

User ID :
Password :
Anggota baru ?
Lupa password ?

[ Indeks Berita ]
[ Daftar Komentar ]
sudut
spacer
spacer
spacer
NASIONAL
spacer
 
Maluku dan Maluku Utara Diduga Disusupi Intelejen Asing

Ternate, 29 Januari 2001 23:43
Sinyalemen Presiden Gus Dur, tentang dugaan keterlibatan pihak asing dalam konflik di Propinsi Maluku dan Maluku Utara mulai terungkap, setelah terbongkarnya jaringan intelejen asing yang diduga menyusup ke dalam salah satu lembaga swadaya masyarakat ( LSM) luar negeri yang sedang melaksanakan tugas kemanusiaan di Ambon, Maluku.

Dugaan penyusupan intelejen asing ke dalam LSM luar negeri itu karena mereka hanya sekitar dua minggu melakukan pekerjaan di luar tugas LSM yang sebenarnya bertugas di Maluku dan Maluku Utara.

Salah satu oknum intelejen berinisial J.L asal salah negara di Eropa itu, mengumpulkan data-data mengenai konflik yang terjadi di Maluku, kemudian mengirimkan data-data itu ke sebuah alamat di Perancis melalui faksimili.

Terbongkarnya penyusupan oknum intelejen asing ini bermula dari kecurigaan warga Ambon, karena dalam setiap kesempatan yang bersangkutan selalu mengajukan beberapa pertanyaan yang diluar tugasnya sebagai orang yang melakukan tugas bantuan kemanusiaan.

Kecurigaan warga Ambon ini selanjutnya tercium oleh J.L kemudian kabur dari Maluku.

Sementara itu 13 anggota sebuah delegasi dari Belanda yang berkunjung ke Maluku dan Maluku Utara, yang tiba di Ambon dan Ternate, Rabu (24/1) diduga empat orang diantaranya dari unsur militer yang disusupkan kedalam delegasi tersebut.

Tiga dari 13 anggota delegasi itu berhasil masuk ke Ternate (Maluku Utara), namun dicekal oleh Penguasa Darurat Sipil (PDS) Propinsi Maluku Utara karena ingin melanjutkan perjalanan ke Tobelo di pulau Halmahera.

Pejabat Gubernur Maluku Utara, Muhyi Effendie, selaku Penguasa Darurat Sipil (PDS) menegaskan, tidak mengizinkan ketiga warga negara Belanda itu memasuki wilayah Halmahera, karena situasi keamanan di daerah tersebut belum sepenuhnya kondusif.

Mereka Jumat ( 26/1) sekitar pukul 11.30 WIT telah dipulangkan ke Jakarta via Manado dengan menggunakan pesawat Casa. "Saya perintahkan untuk pulang karena kedatangan mereka ke Maluku Utara tidak jelas tujuannya, "katanya.

Menurut Gubernur, ketiga warga negara Belanda itu berniat hadiri Pertemuan warga Kristen se Halmahera di Tobelo yang berlangsung Minggu (28/1).

"Pertemuan di Halmahera itu, bersifat interen dan tidak boleh diikuti oleh pihak-pihak yang tidak terkait, apalagi dari warga negara asing,"tandasnya.

Rencana mereka ke Tobelo digagalkan aparat keamanan, karena tidak jelas tujuannya, kendati menurut pengakuan mereka adalah Pengurus Yayasan Sultan Babullah di Belanda.

Mereka datang ke Indonesia bersama 10 orang lainnya dan tergabung dalam rombongan yang bernama "Delegasi Omaratan" (DO). Sedangkan perjalanan DO ini diberi nama "Sebab Buah Dikenal Pohonnya".

printer Versi Cetak email Kirim Berita ke Teman komentar Komentar Anda

 
spacer
sudut spacer sudut  

sudut spacer sudut
search calendar
<< 30 July 2010 >>
SuMTW ThFSa
dotdotdotdot123
45678910
11121314151617
18192021222324
25262728293031
spacer

All Daily News Magazine
sudut spacer
sudut sudut
spacer