spacer spacer spacer spacer
HUT RI ke-63 spacer Gatra Mobile

All Daily News Magazine
spacer spacer spacer spacer spacer spacer spacer
spacer

User ID :
Password :
Anggota baru ?
Lupa password ?

[ Indeks Berita ]
[ Daftar Komentar ]
sudut
spacer
JAWA
spacer
 
Murid SD Ditampar Camat Sampai Terkencing-kencing

Serang, 17 Juni 2004 12:06
Muka Lutfi (13), murid kelas V SD di Candasari, Pandeglang Banten, tampak memerah akibat tamparan keras Camat Cadasari Kabupaten Pandeglang, Drs Oya Suryadilaga, MM. Ia mengaku sampai terkencing-kencing, hanya karena berselisih dengan Robi (13), anak Oya, yang masih satu kelas dengan korban.

"Saya takut dipukuli lagi oleh bapaknya Robi, sakit sekali saat ditampar itu. Tapi saya tidak dendam dengan Robi", kata Lutfi kepada Antara di sekolahnya, Rabu.

Lutfi menerangkan, peristiwa penganiayaan tersebut terjadi Sabtu (12/6), sekitar pukul 10.00 WIB. Penyebabnya sepele, Robi saat di dalam kelas menyenggol Lutfi, kemudian ditegur Lutfi.

Tidak terima dengan teguran Lutfi, Robi marah, lalu memukul wajah Lutfi. Lutfi pun tidak tinggal diam. Ia membalas dengan memukul kembali wajah Robi, sehingga saat itu Robi menangis dan langsung pulang ke rumahnya yang tak jauh dari sekolah.

Robi lalu mengadukan peristiwa itu kepada ayahnya, yang kebetulan kebetulan menjabat sebagai camat setempat. Mendengar pengakuan sepihak itu, Oya langsung emosi dan bergegas ke sekolah guna "memberi pelajaran" kepada Lutfi.

Camat Oya dengan sikap emosional, langsung menerobos ke kelas tanpa minta izin para guru, sambil berteriak-teriak memanggil nama Lutfi. "Siapa yang bernama Lutfi ?" serunya.

Menurut Lutfi, saat itu masih jam istirahat. Ia sangat ketakutan, karena orang tua Robi mendatangi kelasnya dengan raut muka yang sangar.

Setelah mendapatkan Lutfi, di bawah tatapan sejumlah murid SD kelas V, rambut korban langsung dijambak diikuti dua tamparan keras di pipi kanan dan kirinya.

"Saya takut sekali sampai terkencing-kencing di celana," kata Lutfi, yang mengaku tak mempunyai dendam kepada Robi.

Setelah puas melampiaskan emosinya, Camat Oya, langsung pulang kembali tanpa menemui seorang guru pun.

Sementara itu, sejumlah guru-guru yang ada di ruangan guru saat itu hanya bisa melongo melihat peristiwa penganiayaan tersebut.

"Kami sungguh merasa tidak dihargai sama sekali. Mentang-mentang ia sebagai Camat, bertingkah seenaknya tanpa mengindahkan tatakrama. Padahal sebagai pejabat publik seharusnya ia bisa menjadi contoh bagi masyarakatnya", ujar seorang guru yang tidak mau menyebutkan jati dirinya.

Guru yang lain menimpali bahwa, persoalan itu hanyalah persoalan sepele dan bagian dari dinamika dunia anak-anak yang masih bisa diselesaikan guru sebagai pendidik di sekolah.

"Perlakuan itu seharusnya tidak patut di lakukan oleh sekelas orang yang berpendidikan apalagi ia itu sebagai camat", katanya.

Bupati Pandeglang H Dimyati Natakusumah, saat dimintai tanggapannya soal kasus tersebut di kediamannya mengatakan, dirinya sangat menyesalkan atas kejadian tersebut dan akan memanggil Camat Oya secepatnya.

"Akh masa iya sih, camat sampai tega-teganya melakukan tindakan itu terhadap bocah ingusan? Kalau bisa jangan diberitakan dulu, biar saya akan memanggilnya dia dulu," ujarnya.

Oya Suryadilaga, ketika dikonfirmasi Antara, mengakui bahwa ia telah menampar Lutfi. Namun itu dilakukan karena dirinya masih emosi mendengar pengaduan anaknya. "Saya khilaf, maklum saja, Robi itu anak kesayangan," katanya.

Ia juga mengaku sudah menyelesaikan masalah itu dengan para guru sekolah, sehingga ia meminta kasus itu tidak perlu dibesar-besarkan.

"Saya minta para guru agar lebih bisa mendidik anak-anak agar tidak saling menyerang apalagi secara fisik," katanya. [Tma, Ant]

printer Versi Cetak email Kirim Berita ke Teman komentar Komentar Anda

 
  
spacer
KOMENTAR PEMBACA
spacer
  
  bukan membesar - besarkan (haning_0197@ya..., 13/07/2004 01:13)
Saya berharap di berikn tindakan khusus bagi camat tersebut dan sebarkanlah berita ini agar para peajbat publik yang lainnya tidak sewenang wenang, bukannya apa apa penguasa hanya bisa dilawan dengan berita yan transparan dan tanggapan dari masyarakat luas... yang jeals mental seperti ini tak baik untuk pejabat publik mental seperto cocoknya jaga kebun binatang..
 
 
spacer
  
  camat loe sekolah kagak (ventylestari@ya..., 12/07/2004 00:53)
pak camat masalah ini sudah sampai di amerika sini ,kita yg bacanya disini jadi malusendiri,begitu hebaaatnya anda coba anda datang ke sini biar kita ajari cara nya belajar sopan santun
 
 
spacer
  
  Camat dan bupati sama guooblok (tamli_s@ya..., 11/07/2004 16:47)
Gileeee, masa camat gak dikasih tindakan sih, teguran pun kagak? Innalillahi, laknatlah kau hai camat dan bupati. Emang lulusan STPDN sich. Jangan salah klo kita anggap STPDN begitu. kejelekannya banyak sich.
 
 
spacer
  
  camat taek (mblumbang_pj@ya..., 11/07/2004 16:23)
camat ini mentalnya kaya taek,,,cuma ama aanak kecil beraaninya, klo aku jadi kk nya si kecil aku langsung datang kerumahnya....jotos ndase...kesuen
 
 
spacer
  
  pecat camat biadab (pemuda_indonesia2000@ya..., 11/07/2004 11:35)
saya sangat menyesal kan tindakan camat tersebut ...harus di pecat dan di laporkan ke polisi .. dan buat pak camat jangan banyak belas kasihan pak masih banyak yang mampu menjadi camat lihat generasi kita yang lebih pandai dari dia pak berahlag dan bermorall

pecat camat biadap ituuuuuuuuuuuu
 
 
spacer
  
  abusive behavior (omie_d@ya..., 10/07/2004 19:28)
seorang pemimpin yg bermenthal seperti camat oya itulah yg membuat bangsa kita terjajah harga dirinya, satu contoh oknum yang primitive absolutely do notbelongs to this country, ayah saya bekas camat banten and I'll be the one who will make sure that he will get fired if he ever do that to the kid...camat sakit ganti sama yg lebih manusiawi!!!!!!!!!!
 
 
spacer
  
  pecat dari jabatannya (ga_tra07, 09/07/2004 05:21)
jika saya sebagai bupati di wilayah tersebut, saya akan segera memecat pak Oya dari jabatannya, dan jika saya sebagai tetangganya pak Lutfi adalah seorang polisi, saya akan segera menindak secara hukum.
 
 
spacer
  
  bukan anak-anak saja yg perlu diberi pendidikan,anda perlu diberi pelajaran juga pak camat! (pertutatis@ya..., 08/07/2004 18:42)
...sesungguhnya amat sangat memalukan dan tak berpendidikan untuk urusan anak-anak orang tua langsung berhadapan dgn anak-ank bukannya di musyawarahkan antar orang tua,mungkin ini bapak camat lulusan STPDN,...menurut pendapat saya,ini camat harus diajukan kepengadilan dgn tindakan penganiayaan terhadap anak,pelanggaran etika sebagai pejabat yg harusnya menjadi teladan publik,di copot dari jabatanya!..dan tidak pantas jika dia bilang anak-anak harus di beri pendidikan biar tidak saling serang,pad... <89 huruf lagi>
 
 
spacer
  
  Camat lulusan PKI (alex_girsang@ho..., 08/07/2004 14:50)
Luar biasa camatnya yach....Masa anak kecil ditampar sampe terkencing-kencing dan untung aja kagak sampe meninggal coba aja ditamparnya sampe meninggal pasti dia masuk penjara....Untung camat ini tidak tinggal di luar negeri atau seperti Amerika soalnya kl di Amerika tampar orang bisa dipanggil 911 atau emergency call dan lansung saat itu juga dipenjara....Saya pikir camatnya ini lulusan dari STPDN jamannya Suharto atau camat dr tentara....Kagak mungkin camat dari orang sipil berani tampar anak ... <396 huruf lagi>
 
 
spacer
  
  camat kumat (jambe37@ya..., 08/07/2004 09:38)
oh camat.....

kenapa sih musti sok jagoan mentang2 camat, gimana kalo lebih dari camat posisinya, bukannya mendidik atau kasih contoh yg baik, tolong pak Walikota itu camatnya di lengserkan suruh belajar lagi, jangan2 ijasah tembak lagi lagi tuh drs. camat..... Anak keci yg di tampari, kalo mau main nampar jangan jadi camat dong, jadi centeng di pasar....Kasihan Bapa/Ibu guru ngga di hargai, padahal mereka bisa selesaikan....mentang2 camat, kumatnya kemana2....
 
 
spacer
   
spacer
sudut spacer sudut  

sudut spacer sudut
search calendar
<< 30 July 2010 >>
SuMTW ThFSa
dotdotdotdot123
45678910
11121314151617
18192021222324
25262728293031
spacer

All Daily News Magazine
sudut spacer
sudut sudut
spacer