spacer spacer spacer spacer
HUT RI ke-63 spacer Gatra Mobile

All Daily News Magazine
spacer spacer spacer spacer spacer spacer spacer
spacer

User ID :
Password :
Anggota baru ?
Lupa password ?

[ Indeks Berita ]
[ Daftar Komentar ]
sudut
spacer
spacer
spacer
NASIONAL
spacer
 
Pantauan JPRR
Pendukung Tiga Capres Lakukan Politik Uang

Jakarta, 29 Juni 2004 14:32
Organisasi pemantau pemilu, Jaringan Pendidikan Pemilih untuk Rakyat (JPRR) menilai, sedikitnya tiga pendukung capres yang melakukan politik uang selama masa kampanye pemilihan presiden, masing-masing tim sukses Wiranto, Megawati, dan Susilo Bambang Yudhoyono (SBY).

Koordinator Nasional JPRR Gunawan Hidayat di Jakarta, Selasa, mengatakan, selama pemantauan JPRR di 115 kabupaten, 20 persen melaporkan telah berlangsung politik uang, seperti pembagian uang untuk mempengaruhi pemilih.

"Pendukung Wiranto adalah yang paling sering disebut-sebut memberikan uang atau hadiah," kata Gunawan.

JPRR melaporkan, urutan kedua ditempati pendukung Megawati, dan ketiga dari kelompok Susilo Bambang Yudhoyono atau akrab disebut SBY.

Gunawan mengatakan, pihaknya akan terus merekam dan melakukan pemeringkatan terhadap pelanggaran yang dilakukan para capres dan berkoordinasi dengan Panswaslu yang akan menindak lanjuti laporan tersebut.

Laporan JPRR diperoleh dari masing-masing koordinator wilayah, terutama di kabupaten. Organisasi yang berkoalisi dengan 30 LSM lainnya yang berkomitmen untuk memantau jalannya pemilihan presiden pada 5 Juli.

Organisasi yang mendapat bantuan dari AusAid dan Asian Foundation itu mengklaim sebagai jaringan yang terbesar dalam memantau pemilu legislatif 5 April lalu.

Berdasarkan laporan para koordinator itu juga, JPRR mengkhawatirkan bahwa tayangan iklan para capres belum membuat para calon pemilih mengetahui secara mendalam platform masin-masing capres.

"Sebanyak 50 persen koordinator merasakan bahwa pemilih di daerah tidak memiliki informasi yang cukup tentang kebijakan dari pasangan capres dan cawapres untuk memberikan pilihan yang tepat pada pencoblosan nanti," katanya.

Pada 5 Juli nanti, JPRR aka mengerahkan kembali 100 ribu relawan untuk memantau jalannya pencoblosan. Pada pemilu legislatif JPRR juga melakukan hal yang sama.

Para relawan itu akan disebar di 32 propinsi dari pukul 06.00-17.00 waktu setempat khusus memantau proses pemungutan suara dan proses penghitungan suara.

Hasil pemantauan akan dipublikasikan pada tanggal 6 dan 7 Juli 2004. [Tma, Ant]

printer Versi Cetak email Kirim Berita ke Teman komentar Komentar Anda

 
  
spacer
KOMENTAR PEMBACA
spacer
  
  Ketik AFP ............ (ilhampm32@ya..., 30/06/2004 23:51)
KetikAFP Amien Rais kirim ke nomer 3,Saksikan di Konser Amien Rais for Presiden (Konser AFP), Konser Melangkah bersama Pemimpin Baru !
 
 
spacer
  
  Inilah fenomena awal revolusi ke New-Indonesia (kqiara23@ya..., 30/06/2004 23:26)
Apapun jadinya semua adalah suatu proses. Reformasi pun adalah suatu proses, walaupun langkahnya tertatih-tatih. Karena memang segala pembaharuan itu perlu 'politic inovasion' dan 'persuasive cultures' sehingga tidak bisa tidak suatu awal kebaikan harus dimulai dengan niat dan cara-cara baik yang mendidik kepada semua kelompok manapun, untuk membangun suatu 'confidential pyramide' yang tidak keropos. Hal ini memang lama tapi itulah suatu 'culture politic movement' yang setakat ini mampu diamalka... <1551 huruf lagi>
 
 
spacer
  
  Yang Penting Kekuasaan (abot68@ya..., 30/06/2004 23:11)
Memang sangat sulit dijaman seperti sekarang ini untuk berlaku "JUJUR". Calon Presidennya saja sudah menggunakan cara seperti ini dikarenakan mereka sangat mengetahui karakter bangsa ini. Namun hanya segelintir orang saja yang benar-benar paham apa artinya kejujuran. Kalau mau dikatakan yang sebenarnya, kita semualah yang salah. Kalau kita memilih kandidat Presiden yang seperti itu artinya kita juga yang "BODOH". Kita harus berani menyuarakan hati kita, kalau tidak suka jangan hanya diam. Kalau ... <79 huruf lagi>
 
 
spacer
  
  Pidana bukan pelanggaran ringan (unyilmodern@ya..., 30/06/2004 22:49)
Ada yang terlewat oleh semua pemantau pemilu... Dalam kampanyenya Megawati selalu mengatakan pilihlah presiden yang cantik, setelah diteliti secara mendalam, ternyata mega mengajak untuk golput... Karena tidak satu pun capres yang cantik. So, mega telah melakukan perbuatan yang dapat dipidana, mengajak untuk golput... Tangkap Mega!
 
 
spacer
  
  Jangan Pilih CAPRES Tukang Suap (mangmul2004@ya..., 30/06/2004 22:39)
Prinsip dagang bermodal dulu keuntungan belakangan, yang jelas-jelas Capres seperti itu nggak usah dipilih, pilih saja sesuai hati kita sendiri. Pilih Capres yang paling sedikit dosa masa lalunya.
 
 
spacer
  
  Ngga heran (iana@cb..., 30/06/2004 22:36)
Engga heran mereka melakukan seperti itu. Karena mereka memang binaan orba. Kalau mereka kepilih, reformasi makin jauh dari harapan.
Saudaraku, tolong dengarkan hati nurani untuk memilih yang terbaik.
 
 
spacer
  
  Mentalnya tidak berubah (nashki@de..., 30/06/2004 20:49)
Mental mereka memang tidak berubah. Bagaimana akan membangun bangsa dengan baik kalau cara memperoleh kekuasaan dengan tidak baik. Apa yang bisa diharapkan dari pemimpin seperti itu? Nantinya mereka lebih utama berusaha untuk mengembalikan modal mereka dalam memperoleh kekuasaan tersebut, bukannya memikirkan nasib rakyat. Oleh karena itu, hati-hati dalam memilih presiden. Jangan pilih mereka. Pilihlah yang jujur, adil, dan berani!
 
 
spacer
  
  Apa ini yang harus dipilh (agus_langitan@pl..., 30/06/2004 20:25)
Apakah calon-calon presiden seperti ini yang harus kita pilih, kalau sudah jadi presiden pasti dia ingin uang itu kembali lagi, mana ada yang mau rugi, dan mengembalikannya dengan cara ? ...... yah tau sendiri lah..
 
 
spacer
  
  sah sah saja.... (kaladengen, 30/06/2004 19:57)
membagikan hadiah atau uang sih sah sah saja, wong politikus dan rakyatnya sama saja....
Paling tidak kan sudah ada tindakan nyata untuk mensejahterakan rakyat, dengan cara membagi bagikan derma.....
Coba lihat tuh si Amin, apa yang dia bagi bagikan? Paling kritikan, kerongkongan yang lantang, dan janji yang sama sekali tidak terbukti....
Lain lagi dengan si Hamzah....dia tu khabarnya sih akan membagi bagikan istrinya sehari sebelum PILPRES. Yang mau bagian...silahkan daftarkan diri.....janga... <32 huruf lagi>
 
 
spacer
  
  pilih capres yang paling miskin harta kaya budi (westindonesia@ya..., 30/06/2004 16:37)
Bagusnya kita pilih capres yang paling miskin harta tapi kaya akan budi pekerti dan ilmu. Karena orang model gini gak bakalan pake money politics..Biasanya sich klo para pendukung capres itu udah keluar uang banyak, pas jadi presiden, korupsinya kayak orang kesurupan karena harus bayar setoran waktu kampanye.
 
 
spacer
   
spacer
sudut spacer sudut  

sudut spacer sudut
search calendar
<< 30 July 2010 >>
SuMTW ThFSa
dotdotdotdot123
45678910
11121314151617
18192021222324
25262728293031
spacer

All Daily News Magazine
sudut spacer
sudut sudut
spacer