 |
|
 |
|
NASIONAL |
 |
| |
Pembantaian Muslim Pattani RI Minta Penjelasan pada Thailand
Jakarta, 29 Oktober 2004 10:22 Pemerintah Indonesia telah meminta penjelasan kepada Pemerintah Thailand mengenai tewasnya 84 muslim Pattani di Thailand Selatan, Senin (25/10).
"Kemarin (Rabu, 27/10) saya telah menginstruksikan duta besar Indonesia di Bangkok untuk mengadakan pertemuan dengan pihak kementerian luar negeri Thailand untuk memperoleh penjelasan dari pihak mereka tentang apa yang sesungguhnya terjadi," kata Menlu Hassan Wirajuda di Jakarta, Kamis, usai pertemuan dengan Menlu Belanda dan Presiden Troika Uni Eropa, Bernard Rudolf Bot.
Selain melalui perwakilan RI di Bangkok, kata Hassan, penjelasan juga langsung diminta kepada Menlu Thailand.
Ketika ditanya komentarnya mengenai penilaian berbagai pihak di Indonesia yang menganggap Deplu-RI kurang keras dalam memberikan reaksi terhadap insiden berdarah yang menimpa puluhan muslim Pattani itu, Hassan mengatakan, Indonesia telah menyampaikan keprihatinan.
"Sesungguhnya kita juga menyampaikan keprihatinan kita, dan juga berharap agar Thailand menangani kasus ini dilakukan dengan lebih manusiawi sesuai dengan komitmen Thailand sendiri terhadap proses hukum, penghormatan terhadap hak asasi manusia," katanya.
Pemerintah Indonesia, Rabu (27/10), mengeluarkan pernyataan yang berisi reaksi terhadap insiden yang menewaskan 84 muslim Pattani di propinsi Narathiwat, Thailand.
Dalam pernyataannya melalui Deplu-RI, Indonesia menyampaikan duka cita atas tewasnya puluhan muslim Pattani dan menyatakan prihatin terhadap terjadinya insiden tersebut.
Ketika ditanya mengapa Indonesia tidak memberikan reaksi yang lebih keras --yaitu menyatakan "mengutuk" daripada "prihatin", Hassan menyiratkan ada kendala yang sulit dilalui Indonesia untuk dapat memberikan pernyataan yang lebih keras.
"Karena pada dasarnya ini adalah masalah dalam negeri (Thailand). Tetapi karena melihat sifat dan kejadian ini, kita juga menyampaikan rasa keprihatinan," katanya.
Tragedi yang menimpa puluhan warga muslim Pattani itu berawal dari sebuah demonstrasi yang diikuti oleh ribuan orang di Propinsi Narathiwat, yang menuntut pembebasan enam warga muslim yang ditahan pihak keamanan Thailand dengan tuduhan penyelundupan senjata.
Pihak keamanan Thailand membubarkan demonstrasi tersebut dengan menggunakan gas air mata sementara laporan berbagai media juga menyebutkan mereka menggunakan peluru-peluru tajam dalam membubarkan para demonstran.
Setidaknya 84 orang tewas dalam insiden tersebut. Enam di antaranya tewas di tempat, sementara 78 yang lain tewas di dalam truk-truk yang membawa mereka ke barak militer di Pattani.
Menurut laporan media, kebanyakan para korban tewas itu akibat lemas dan beberapa orang mengalami patah leher akibat hampir 1.300 orang dijejalkan ke dalam truk-truk tersebut dalam perjalanan yang ditempuh selama enam jam.
PM Thaksin sebelumnya mengatakan tewasnya 78 orang tersebut karena kondisi tubuh mereka yang lemah karena sedang berpuasa.
Namun, Thaksin menjanjikan akan membentuk satu komite untuk menyelidiki mengapa mereka ditumpuk di truk-truk sehingga sulit bernafas. [TMA, Ant]
|
|
| | |
 |
| KOMENTAR PEMBACA |
 |
| | |
| |
kepada toto jantan (veronz77@ya..., 02/11/2004 21:59) untuk beberapa hal saya sependapat dengan anda, namun untuk peristiwa di palestina, itu lebih dari sekedar perjuangan meraih kemerdekaan terhadap penjajah yang seanalog dengan perjuanagan bangsa indonesia melawan belanda, hal ini terlihat jelas adanya gerakan sistematik dalam pembasmian suatu kaum oleh yahudi terhadap muslim, apalagi gerakan tersebut di dukung oleh polisi dunia amerika yang selalu ambivalen terhadap dunia islam.
kalo boleh saya luruskan peristiwa di palestina adalah bencana dun... <166 huruf lagi> | |
 |
| | |
| |
utk radamiez yg racist (hry12@ya..., 02/11/2004 15:35) utk radamiez, anda ini bener2x berpikiran picik dan licik, elu menuruh thailand supaya belajar dari indonesia, jangan2x elu mo menjadikan negara thailand negara islam lagi, huehuehuhe, apakah indonesia sendiri berlaku adil ke kaum minoritas ? ngak tuchhh, jangan licik dech kalo jadi orang | |
 |
| | |
| |
Ikutan ahhh (yh_tyrex@ho..., 02/11/2004 06:26) menyoal hal ini , gue terus terang sebenarnya setuju ama si Totojantan hehe ... memang masalah ini adalah bawaan dari jaman dulu , tapi lucunya kenapa Islam selalu terlibat ya (atau orang yang mengatasnamakan Islam) ? memang semua pasti ada asal dan akar yang menyebabkan hal ini terus terusan berlangsung tanpa akhir .. tapi kita liat dulu apa pokok masalahnya .. kenapa Thailand bertindak begitu represif ? mungkin aja penduduk daerah utara mencoba bertindak makar ? yang bisa mengganggu kestabilan... <906 huruf lagi> | |
 |
| | |
| |
Untuk radamiez (muchrodji@ao..., 02/11/2004 03:08) Belajar dari Indonesia bagaimana bersikap terhadap minoritas?
Maksud anda: Thailand harus mencontoh bangsa Indonesia yang mendiskriminasi keturunan Tionghoa sejak puluhan tahun sampai sekarang?
Maksud anda: Thailand harus membuat puluhan peraturan anti Muslim seperti Indonesia yang masih punya 70 peraturan rasis anti orang Tionghoa?
Maksud anda: Thailand harus mewajibkan Muslim untuk punya surat semacam SKBRI, seperti di Indonesia?
Maksud anda: Thailand harus mendiskriminasi Muslims ... <264 huruf lagi> | |
 |
| | |
| |
belajar dari Indonesia? (wijaya_adi@ho..., 31/10/2004 14:14) Kenapa Thailand harus belajar dari pesakitan dari Asia? Pelanggaran HAM di Indonesia jauh lebih berat dibandingkan pelanggaran HAM di Thailand. Minoritas di Indonesia ditindas habis2an. | |
 |
| | |
| |
Buat ajunalebax (totojantan@ya..., 30/10/2004 19:45) Buat arjuna...mungkin anda terjebak dlm situasi pemikiran rancu yg bersifat religius , karena selama ini anda mendengar dimedia masa ttg pembom atau
terrorist yg sdg diperangi Amerika stlh 911. Kita hrs melihat bhw kekerasan terjadi sejak jaman dulu apalagi jaman penjajahan sangat luar biasa kekerasan terjadi tp saat itu penjajah tdk ada yg disebut terrorist atau sebutan apapun, krn dunia informasi dipegang orang kulit putih (caucasia).
Jadi anda jangan terjebak pemikiran keliru kekerasan bis... <1642 huruf lagi> | |
 |
| | |
| |
INDONESIA MASIH PERLU BELAJAR TOLERANSI (posma@ly..., 30/10/2004 19:10) Saya agak tergelitik membaca comment sdr radamiez. Indonesia contoh paling buruk untuk demokrasi & bersikap terhadap minoritas. Sebutkan satuuuu saja contoh bagaimana mayoritas bersikap adil terhadap minoritas. Bangun gereja aja susahnyaaaa minta ampun. Kalau pun sudah dibangun & diberi ijin,
ada yg dibakar atau dirusak sama kaum mayoritas. Itu kah yg dinamakan contoh yg baikuntuk dunia & Thailand? Salah kah menjadi seorang Kristen? | |
 |
| | |
| |
munafik ala indonesia (wira_wiry@ya..., 30/10/2004 08:47) Aneh sekali ya orang Indonesia. Mereka bilang orang muslim selalu ditindas. Di Palestina mereka kata muslim ditindas Zionis. Di Thailand katanya muslim dikangkangi pusat. Yang mengherankan, mereka umumnya diam saja ketika sesama muslim di Indonesia juga ditindas. Ketika muslim-muslim Aceh ditindas oleh operasi militer tahun lalu, dimanakah suara-suara protes kaum muslimin? Tidak pernah segencar kasus ini tatkala sang penindas adalah non-muslim.
Inikah ukhuwah islamiyah ? Tiap muslim selalu bena... <30 huruf lagi> | |
 |
| | |
| |
Guru kencing berdiri, murid kencing berlari (drhonoris@ya..., 30/10/2004 07:56) Rupanya pemerintah Thailand belajar banyak dari Indonesia ttg cara menangani muslim militan. Kalau Amir Biki dan pengikutnya di Tanjung Periuk dan perusuh di Cicendo diberondong dengan peluru sedang pemerintah Thailand cukup dengan menyekap sampai mati. Jadi kalau pemerintah RI mau protes keras rasanya kok nggak pantas ya. Jadi coba jangan dilihat embel-embel islamnya tapi militansi para demonstran. | |
 |
| | |
| |
Ramalan rasullah benar (marsvd@ho..., 30/10/2004 06:46) Kita bisa melihat sekarang ini bahwa orang islam di negara yang minoritas selalu menjadi bulan2xan , karena mereka ditindas, dibunuh, diperkosa, di fitnah dll segalanya lah, hadist juga mengatakan bahwa akan datang suatu zaman dimana umatku(muhamad s a w) akan diibaratkan makanan di kerubungi oleh manusia yang akan memakannya, lalu sahabat bertanya , kenapa ya rasullah?? apakah umatmu sedikit??? tidak, umatku bagaikan buih diatas lautan, jutaan jumlahnya tapi mereka lemah, kenapa ??? jawab ra... <481 huruf lagi> | |
 |
| | Daftar Seluruh Komentar
| |
 |