 |
|
 |
|
NASIONAL |
 |
| |
Tes CPNS Peserta Tes Gunakan Kancing Baju Menjawab Soal Tes
Kotabaru, 24 November 2004 16:58 Diduga minder mengahadapi lembar materi soal, sejumlah peserta tes calon pegawai negeri sipil (CPNS) di Kabupaten Kotabaru, Kalimantan Selatan yang berlangsung mulai Rabu (24/11) nampaknya ada yang menggunakan "hitungan kancing baju" menjawab soal tes.
Seperti terlihat pada sejumlah ruangan SMP-1 Kotabaru (300 Km timur Banjarmasin) peserta tes terpaksa berspikulasi menjawab soal tes dengan cara menghitung kancing baju, akibatnya tidak sedikit yang kecele mengisi lembar jawaban hingga 120 nomor, sedangkan jumlah soal hanya sampai nomor 90, demikian dilaporkan, Rabu.
Menurut beberapa peserta tes CPNS lulusan S-1 Ekonomi serta Sosial Politik mengaku, bahwa dirinya telah melakukan kesalahan karena mengisi lembar jawaban dengan cara melingkari huruf pilihan ganda hingga nomor 120. "Tadi saya mengisi hingga nomor 120, setelah dibuka ternyata soalnya hanya 90 saja," ujar diantara peserta tes tersebut.
Kesalahan tersebut dilakukan karena sebelumnya tidak ada penjelasan lengkap dari pengawas ruangan, serta akibat dari peserta sendiri yang mengerjakan soal dengan cara "melotre/mengundi" (berspekulasi).
Berspekulasi dengan cara mengundi abjad itu tidak sedikit peserta tes mulai lulusan D-3 hingga S-1 yang menjawab soal dengan cara "menghitung kancing baju" yaitu menghitung dari bawah ke atas dan dari atas ke bawah.
Mereka khawatir jika waktu yang disediakan 90 menit untuk setiap materi tidak mampu digunakan menjawab semua soal-soal yang disuguhkan, sehingga tanpa melihat materi soal dan memahaminya, diantara peserta nekat dengan cara mengundi dan "menghitung kancing baju".
Sementara itu, Kepala Badan Kepegawaian daerah (BKD) Kotabaru, Drs. Suwardi, ketika di lokasi tes mengakui adanya sejumlah peserta yang mengisi lembar jawaban dengan cara spekulasi dengan berbagai cara.
Namun pihaknya tetap berharap hal itu tidak ditiru peserta lain karena akan merugikan diri sendiri, setiap soal telah diberikan waktu yang cukup untuk berfikir di dalam menjawab, sehingga tidak ada alasan waktu tidak cukup untuk mengerjakan soal.
Tidak ada materi soal yang waktunya terbatas, semuanya cukup, materi pengetahuan umum yang meliputi Pancasila, Kebijakan Pemrintah, Tatanegara, Sejarah, Bahasa Indonesia dan Bahasa Inggris masing-masing 15 soal diberikan waktu 90 menit, mulai pukul 08.40 - 10.10 Wita.
Materi skolastik kemampuan verbal, kwantitatif dan kemampuan penalaran masing-masing 20 soal disediakan waktu 90 menit, serta materi subtansial juga diberikan waktu 90 menit, semua soal bisa diselesaikan jika peserta mau memanfaatkan waktu dengan maksimal.
Selain peserta yang spekulasi menjawab soal, panitia juga menemukan peserta yang memiliki nomor sama, serta peserta yang tidak menemukan ruangannya, namun semuanya telah diselesaikan langsung oleh panitia.
"Terus terang saja ketika kami telah membuka pendaftaran hingga dua hari, tiba-tiba ada pentujuk tekhnis yang datang dari pusat, sehingga peserta yang telah terdaftar hingga ratusan itu akhirnya menyesuaikan dengan pelamar berikutnya saja, sehingga muncul masalah seperti sekarang ini," katanya.
Sementara itu, dari 281 formasi yang diterima pelemar CPNS mencapai 3.519 orang, formasi kesehatan yang akan diterima 61 pendaftar 244 orang, pendidikan 155 yang mendaftar 777 orang, dan jabatan tekhnis strategis yang akan diterima 65 yang mendaftar mencapai 2.498 orang pelamar. [EL, Ant]
|
|
| | |
 |
| KOMENTAR PEMBACA |
 |
| | |
| |
ga usah daftar (febby_cantik@ya..., 22/12/2004 06:04) ga usah repot2 daftar jadi cpns, kalo ga punya potensi!! gara2 orang kyk kamu, pns di indonesia ga ada yang becus | |
 |
| | |
| |
CPNS kayak gini? Wah wah wah (ulat@eu..., 26/11/2004 01:29) Betul2 kebangetan. Nggak usah jadi PNS, bikin malu. Kembali aja ke kampung halaman sono. Kayak apa negara nanti kalau pegawainya bleh bleh | |
 |
| | |
| |
jangan main uang (parningotan_arios@ya..., 25/11/2004 10:49) saya sangat senang melihat negara ini mau memperhatikan orang-orang yang belum kerja alias penggangguran, dengan membuka CPNS dimana masyarakat Indonesia bisa berkurang dari Para Pengangguran dan kalau boleh inilah saya minta pada negera yaitu jangan main-main uang alias kejujuran, dan biarkan yang pintar masuk jadi CPNS walaupun dia seorang anak dari yang miskin dan kaya, dan kalau boleh yang sudah kerja tidak usah diterima jadi CPNS biarkan dia tetap di tempat kerjanya yang semula.
Dari
... <24 huruf lagi> | |
 |