 |
|
 |
|
EKONOMI |
 |
| |
Universitas Widyatama Buka Program Intelijen Bisnis
Jakarta, 11 Juli 2005 17:16 Mulai tahun ajaran 2005/2006 Universitas Widyatama (Utama) Bandung membuka program magister manajemen bidang intelijen bisnis (business intelligence). Program studi ini merupakan tingkat master pertama di Indonesia di bidang ini.
"Mengetahui informasi saja ternyata tidak cukup. Kita harus bisa mengolah dan menganalisisnya menjadi penunjang bisnis," kata Elisabeth Koes Soedijati, Pembantu Rektor Bagian Operasional Universitas Widyatama, Senin (11/7).
Menurut Dyah Kusumastuti, Ketua Program Studi Bussiness Intelligence Utama, selain dapat diterapkan pada perusahaan swasta ilmu yang diperoleh juga dapat digunakan Pemerintah Daerah (Pemda). Misalnya, untuk membuat kebijakan otonomi daerah.
Bussiness Intelligence, menurutnya, merupakan sebuah proses pengolahan dan analisis informasi dari sumber informasi publik, dengan menggunakan kreativitas dan pendekatan ilmiah dalam mendukung
keputusan-keputusan bisnis.
Dyah mengatakan, karena bekerja sama dengan Universite Paul Cezanne Aix-Marseille III (UPCAM) Prancis dan sebagian dosennya berasal dari sana, program studi ini akan menggunakan dua bahasa, yaitu bahasa Inggris dan bahasa Indonesia.
"Kami tidak mensyaratkan nilai IPK dalam pendaftaran, melainkan nilai TOEFL," kata Dyah. Sayangnya, Universitas Widyatama tidak menetapkan berapa skor TOEFL minimal yang harus dipenuhi peserta yang mendaftar.
Setiap peserta program studi ini harus merogoh kocek minimal Rp 35 juta, untuk biaya kuliah sampai selesai. Uniknya, alumni Bussiness Intelligence dapat meraih dua gelar yang diakui, yakni MM.Bi Universitas Widyatama yang diakui Ditjen Dikti, dan MT.Ing. Universite Paul Cezanne Aix Marseille III (UPCAM) yang diakui pemerintah Prancis dengan standar Eropa.
Dyah mengatakan, profesi yang dapat ditekuni alumni Bussiness Intelligence ini nantinya adalah sebagai pemantau kompetitor, customer, SDM, politik, dan ekonomi; bussiness intelligence officer; bussiness inteligence consultant, dan sebagainya. Rencananya, 25 orang menjadi target penerimaan tahun pertama pembukaan program studi ini. [MYR]
|
|
| | |
 |
| KOMENTAR PEMBACA |
 |
| | |
| |
Terobosan bagus (pingobonti@ho..., 13/07/2005 06:59) Menurut saya, orang yang awam dengan dunia pendidikan di Indonesia, ini merupakan fenomena yang menarik dan baru bagi lingkungan pendidikan tinggi di Indonesia. Sudah waktunya memang di Indonesia diperlukan penyelenggara pendidikan tinggi yang menyediakan alternatif pendidikan yang peting bagi kebutuhan dasar perekonomian di Indonesia. Bukan mengatakan bahwa pendidikan ekonomi dan bisnis di Indonesia saat ini adalah kurang mengena untuk menghadapi masalah perekonomian nasional saat ini. Tetapi P... <522 huruf lagi> | |
 |
| | |
| |
NGak Kemahalan nehh? (abahkasep2003@ya..., 12/07/2005 22:13) Ngak kemahalan neh harga Rp 35 juta untuk sebuah program anyar yang diusung oleh universitas yang (juga) kurang dikenal di Indonesia. Mendingan "turunin" sedikit dengan persyaratan yang lebih jelas lagi misalnya TOEFL sebagai syarat masuk sesuai standar universitas lain di kota tersebut (untuk program magister). Acuan bisa mengambil syarat magister di Unpad!
Demikian juga dengan dosen-dosen lokal yang harus memiliki kredibilitas di bidangnya!
Demikianlah! | |
 |