spacer spacer spacer spacer
HUT RI ke-63 spacer Gatra Mobile

All Daily News Magazine
spacer spacer spacer spacer spacer spacer spacer
spacer

User ID :
Password :
Anggota baru ?
Lupa password ?

[ Indeks Berita ]
[ Daftar Komentar ]
sudut
spacer
spacer
spacer
TEKNOLOGI & SAINS
spacer
 
Multimedia
Mati Ketawa Indonesia Maya

Herman Saksono (Dok. Herman Saksono)AJANG diskusi itu berlangsung ramai. Wartawan memadati acara yang berlangsung di sebuah ruangan di Hotel Aryaduta, Jakarta, itu Rabu pekan lalu. Tapi bukan semata isi diskusi "Pembangunan Layanan dan Informasi Telecente Secara Partisipatoris untuk Masyarakat Pedesaan" yang membuat acara ini menyedot perhatian. Wartawan lebih berminat menanti "pertunjukan" dari KRMT Roy Suryo Notodiprojo.

Pria berusia 37 tahun yang disebut-sebut sebagai pakar telematika itu bertugas sebagai pemandu acara yang digagas ICT-PR dan UNDP ini. Sebelum acara berlangsung, Roy menebar undangan lewat SMS kepada para wartawan. Ia mengatakan akan menjelaskan sekaligus memperlihatkan kasus foto rekayasa SBY buatan Herman Saksono, blogger asal Yogyakarta, yang kini ditangani polisi.

Herman, 24 tahun, memang sial. Mahasiswa Teknik Elektro Universitas Gadjah Mada, Yogyakarta, itu harus berurusan dengan polisi lantaran dituding menghina kepala negara. Ia mengganti wajah penyanyi Mayangsari yang "berpose" bersama Bambang Trihatmodjo dengan wajah Presiden SBY, Surya Paloh, Yusril Ihza Mahendra, Roy Suryo, Armand Maulana, dan Rhoma Irama. Herman menampilkan hasil re-touch ini di blog-nya.

Saat jeda makan siang, Roy memulai pertunjukan yang dijanjikannya. Ia memperlihatkan foto-foto hasil rekayasa Herman yang dianggap kebablasan itu. Roy lalu menunjukkan pula posting Herman berjudul "4 cara mendidik balita agar tidak ngupil", yang dimuat 6 Oktober 2005. Tips ini sebenarnya bukan saran, melainkan humor.

Tips nomor dua yang berjudul "Cara Kimiawi", misalnya, menyebutkan bahwa agar balita berhenti ngupil, "oleskan ekstrak cabai pada jemari balita Anda (tidak efektif jika mata balita Anda sensitif terhadap cabai)". Yang lucu adalah tips keempat yang judulnya "Cara SBY-JK". Bagaimana SBY-JK bisa menghentikan balita ngupil? Tulis Herman, "Naikkan tarif ngupil hingga 80%".

Roy mengerti bahwa isi blog itu sekadar guyon. "Tapi joke itu ada batasnya. Kalau ada yang keberatan, misalnya Pak Surya Paloh, dia bisa menuntut dengan pencemaran nama baik," kata Roy. Meski banyak yang menganggap berlebihan jika polisi menangani kasus guyonan ini, Roy mengatakan, persoalan ini sebenarnya tak sederhana.

Penyebabnya, kata Roy, selain merekayasa foto SBY, Herman juga menulis narasi yang jelas-jelas menyebutkan foto itu sebagai Presiden SBY, juru bicara Andi Mallarangeng, dan tokoh-tokoh lain. "Kalau karikatur itu hanya men-similar-kan, sedangkan ini benar-benar gambar dan dikasih keterangan. Itu bukan sesuatu yang sederhana," kata Ketua Komunikasi dan Informasi Partai Demokrat itu.

Meski sibuk memaparkan kasus ini, Roy menjelaskan bahwa ia bukan pelapor. Menurut versi Roy, karya Herman itu ternyata juga ikut dilihat pasukan pengawal presiden. Para pengawal itu tak rela bos mereka dijadikan bahan guyonan. Mereka lantas mengumpulkan semua posting dari blog Herman di sela-sela kegiatan melakukan pengamanan di lingkungan KTT ASEAN di Kuala Lumpur, Malaysia, Ahad pekan lalu.

Kala itu, Roy juga berada di Kuala Lumpur. Roy, yang sebelumnya sudah tahu isi blog Herman, Ahad malam itu mengontak rekannya yang juga atasan Herman di Gamatechno. Dalam pesan singkatnya (SMS), Roy mengatakan, Herman telah merekayasa foto Presiden SBY dan hal itu dianggap serius oleh Paspampres, kini sedang ditangani Polda Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY). "Call me untuk detailnya," begitu isi pesan Roy.

Menurut Atika Noerkoestanti, 24 tahun, rekan sekerja Herman, malam itu juga SMS tersebut diteruskan kepada Herman. Atika dan Herman sempat chatting, mendiskusikan masalah ini. Lantaran bersikukuh pada prinsip kebebasan berekspresi, Herman ogah menghapus posting-nya. Pesan Roy lewat SMS itu pun hanya dianggapnya ancaman kosong yang tak lebih dari sekadar gertak sambal.

Tapi perkiraan Herman meleset. Besoknya, Senin pekan lalu, sekitar pukul 11 siang, dua petugas polisi dari Polda DIY datang ke kantor Gamatechno. Mengenakan pakaian preman, petugas itu meminta Herman memperlihatkan blog miliknya. Polisi juga mengutak-atik dan memeriksa komputer serta meja kerja Herman.

Posting yang berisi foto SBY dan tokoh-tokoh lain dikopi ke CD beserta beberapa dokumen. Kopian ini dijadikan barang bukti. Sebelum digiring ke kantor polisi, Herman meminta Atika menghubungi ibunya. Sang ibu tiba sesaat sebelum Herman digelandang dan akhirnya ikut mengawal anaknya ke markas Polda DIY.

Di depan penyidik, Herman menjelaskan bahwa karyanya itu sekadar guyon dan tak lebih dari upaya main-main belaka. Polisi tak mau terima alasan ini. Mereka menembak Herman dengan pasal pencemaran nama baik dan penghinaan terhadap kepala negara. Herman bertahan dengan argumennya dan menolak menghapus karya-karyanya.

Kasus ini kemudian turun kelas dan dipindahkan penanganannya ke Kepolisian Kota Besar (Poltabes) Yogyakarta. Selepas tengah malam, polisi melepaskan Herman yang akhirnya bersedia menghapus semua foto re-touch dari blog-nya. Esoknya, Herman masuk kerja seperti biasa. "Tapi saya tidak tahu status saya dan apakah kasus ini akan berlanjut atau tidak," katanya, seperti dituturkan Atika, yang mengenal Herman sejak SMA.

Polisi sepertinya berhati-hati menangani masalah ini. "Herman tidak kami tahan. Dia hanya diperiksa," kata Komisaris Polisi Ayi Supardan. Menurut Kepala Satuan Reserse dan Kriminal Poltabes Yogyakarta itu, Herman dibebaskan karena tidak terbukti berniat sengaja melakukan penghinaan terhadap kepala negara. "Apa yang dilakukannya hanyalah iseng," kata Ayi.

Selain itu, usia yang masih muda, tak punya catatan kriminal, serta berjanji tak akan mengulangi perbuatannya, menurut Ayi, membuat polisi melepaskan Herman. Polisi pun membebaskan Herman dari urusan wajib lapor. Herman bisa kembali ke kehidupannya seperti semula. Benarkah?

Di kehidupan nyata bisa jadi iya. Tapi, di alam maya, Herman merasa tak lagi bebas mengisi blog. Ia tak lagi leluasa menciptakan guyonan yang menyinggung-nyinggung penguasa. Tips keempat cara mendidik balita agar tidak ngupil pada blog-nya, yang semula berjudul "Cara SBY-JK'', kini telah berubah menjadi "Cara Indonesia". "Ya, pokoknya tenang dululah," katanya, seperti disampaikan Atika.

Simpati dari para blogger mengalir deras. Semua kebanyakan membela Herman dan menuding Roy sebagai biang keladi terseretnya Herman. "Ia (Herman -Red.) adalah penulis jenaka dan siapa pun pembaca yang punya selera humor tidak akan berpikir bahwa Herman berniat menghina presiden," kata Priyadi Iman Nurcahyo, 28 tahun, pemilik situs http://priyadi.net.

Presiden Susilo Bambang Yudhoyono sepertinya tak berniat memperpanjang urusan ini. Ia tak akan menyelesaikan masalah ini melalui jalur hukum. "Kalau bukan sesuatu yang disengaja, cukup dipanggil saja, lalu dinasihati," kata SBY ketika berdialog dengan masyarakat Indonesia di Bangkok, Thailand, Kamis malam pekan lalu.

Pesan presiden itu seolah meredakan masalah ini. Namun, di dunia maya, kasus Herman ini telah bergeser menjadi "medan perang" antara para blogger dan Roy Suryo. Di kalangan blogger, nama Roy Suryo kerap menjadi bahan gunjingan. Roy dianggap tak berkompeten mengomentari soal dunia teknologi informasi. "Pendapat dan analisisnya sering salah dan mudah disanggah," kata Priyadi.

Saking mangkelnya, beberapa blog memelesetkan sebutan Roy sebagai pakar telematika menjadi pakar pornomatika lantaran "hobi" Roy mengomentari skandal foto syur sejak era B'jah-Sukma Ayu, Artika Sari Devi, hingga Mayangsari-Bambang Trihatmodjo, ketimbang merancang kemajuan teknologi informasi.

Tapi Roy Suryo tak peduli. Menurut dia, blog, Friendster, atau fasilitas lain pembentuk komunitas maya pada dasarnya baik. "Tapi, kalau isinya lebih banyak bersifat kontraproduktif, dan bentuk-bentuk character assassination semacam ini, sangat patut disayangkan," kata Roy. Ia menyayangkan pula ulah Priyadi dan pembela Herman lainnya yang meletakkan hiperlink, yang akan membawa ke situs milik Herman.

Akibat ulah itu, kata Roy, Priyadi telah "dinasihati" Departemen Komunikasi dan Informatika (Depkominfo). Priyadi membantah tudingan itu. Menurut karyawan di perusahaan hosting Indoglobal.com ini, pertemuan itu sebatas diskusi. Ia dihubungi Judith M.S., Ketua Asosiasi Warnet Indonesia, yang berinisiatif menggelar di Depkominfo bersama lima blogger ngetop lainnya. Hiperlink, menurut Priyadi, adalah hal biasa dalam internet. "Seperti papan penunjuk jalan," katanya.

Sudah, sudah. Toh presiden tak marah, kan....

Sigit Indra, Mukhlison S. Widodo, dan Basfin Siregar
[Multimedia, Gatra Nomor 6 Beredar Senin, 12 Desember 2005]

printer Versi Cetak email Kirim Berita ke Teman komentar Komentar Anda

 
  
spacer
KOMENTAR PEMBACA
spacer
  
  introspeksi (charloq@ya..., 18/01/2006 03:28)
Bapak SBY sungguh berbesar hati untukmemaafkan anaknya yang kebablasan. Hidup SBY....kami dukung anda untuk memajukan Indonesia. Banyak hal lebih penting dibanding sekedar mengurusi humor dan iseng anak muda. Buat om Roy, mohon untuk berprestasi dan berkaraya, bukan sekedar mengawasi blogger anak muda. Dan buat para blogger, maju terus, berprestasi tp tetap di jalur positif. Ciptakan terobosan2 baru yang berguna.
 
 
spacer
  
  Wah...wah.....Wah...... (theah63@ya..., 09/01/2006 23:44)
Ass,

Beberapa bulan yg lalu saya sempat dikirimkan email serupa (Mayangsari-Bambang). Saya pun sempat berpikir apakah ini masih dalam tahap wajar or sudah diluar batas kewajaran????. Saya tunggu2 artikel/tanggapan mengenai hal ini, akhirnya Gatra yg keren abiz membahasnya. Walaupun agak telat! Petiklah pelajaran dari hal ini bahwa tidak semua orang itu dapat menerima "guyonan" kita. Walaupun Bpk. SBY tidak begitu serius menanggapi hal ini tapi saya yakin setiap manusia pasti memiliki sifat s... <189 huruf lagi>
 
 
spacer
  
  Kebebasan Berpendapat (priyadi@pr..., 31/12/2005 00:00)
karena saya sedikit banyak terlibat dalam kasus ini, saya ingin menanggapi nada-nada miring mengenai kebebasan berpendapat.

kasus ini diangkat karena adanya unsur penghinaan kepada kepala negara. sedangkan definisi penghinaan sendiri relatif. orang bisa saja memaki orang lain, tetapi tidak menghina. dan orang bisa saja berkata halus kepada orang lain, tetapi termasuk penghinaan. rasanya definisi penghinaan harus kita serahkan kepada 'pelaku' dan 'korbannya'. apakah pelaku melakukan hal terseb... <883 huruf lagi>
 
 
spacer
  
  Bebas tapi jangan bablas (anw29700@pl..., 29/12/2005 23:37)
kebebasan yang terbatas, humor ataupun yang lainnya hendaklah ada batasanya. silahkan bikin karikatur/gambar humor tapi lihat perasaan orang lain. bukan bela pejabat, tapi kasihan tuh pejabat ntar kepalanya tambah pusing gara-gara mikirin humor. yang kutakutkan malah urasan orang kelaparan, miskin dll malah nggak terurus, bukannya ketawa ala dunia maya malah merana ala dunia maya.
 
 
spacer
  
  salah kaprah memahami kebebasan (tiwoel2003@pl..., 24/12/2005 05:57)
salah satu hak orang adalah kekebasan. dan salah satu kewajiban orang adalah saling menghargai. Kebebasan bukan berarti kebablasan. Menghargai juga bukan berarti pengekangan.
semakin hari semakin banyak orang yang pintar, tetapi semakin sedikit orang yang bijak.
Semakin hari, semakin banyak orang yang memanfaatkan teknologi informasi ini, tetapi sayang, banyak karya-karya maya ini yang nilai manfaatkan rendah sekali........
 
 
spacer
  
  Roy Suryo Komersil Banget ya? (serenity@gm..., 22/12/2005 22:19)
Pakar itu bukannya sebagai specialist ahli yah. Tapi kalau dilihat dari tulisan di GATRA, kok kayaknya Roy Suryo komersil banget, menghubungi wartawan kanan kiri dan inisiatif memblow up sesuatu (yang bukan urusannya?)

Uhm, saya mungkin salah ya, tapi kalau jabatan spesialisnya benar, perilakunya jelas ngga spesialis banget gitu loh.

Roy, stick to the sales and advertising dude...
 
 
spacer
  
  Netiket di Indonesia (r.d.satria@gm..., 22/12/2005 19:03)
Banyak pro dan kontra dalam masalah content di dalam Blog Bapak Herman.
Menurut saya Bapak Herman harus nya cukup bersyukur kasus nya tidak ditindak lanjuti serius oleh Bapak SBY..

ada beberapa hal yang memang sering terlewat oleh para netters di Indonesia. banyak content di web site mereka yang memang tidak patut atau tidak ber-etika..

memang, hukum internet di Indonesia belum cukup melindungi kebutuhan masyarakat sampai saat ini. mungkin Bapak Herman tidak menyangka mungkin saja anak di... <1322 huruf lagi>
 
 
spacer
  
  Sikap bijak n santun Pemimpin thpd anak bgs yg lucu (rudy_tjah@ya..., 22/12/2005 12:21)
Terharu hati saya sewaktu melihat artikel ini. Terkesan mendalam seolah terjadi suatu dialog antara seorang pemimpin yg bijak dalam menyikapi anak bangsa yg berbakat kreatif, n nakal kekanak-kanakan.Rasanya tidak rela bahwa bangsa yg saya cintai ini tidak segera bangkit menjadi bangsa yg besar, makmur, sejahtera paling tidak bisa mensejajarkan diri dengan bangsa-bangsa besar dimana saya pernah tinggal dinegaranya. Dimana saya mendapat banyak kesan2 yg mengharukan makin menambah
simpaty n resp... <100 huruf lagi>
 
 
spacer
  
  Dimaklumi Kok! (rendy@sb..., 22/12/2005 06:27)
Dimaklumi, seseorang yang ingin terkenal kepakarannya biasanya salah dulu, menginjak-injak orang dan mencari-cari korban. Rasanya Blogger memaklumi kebodohan itu, 68% dari blogger "excuse" kok :)

Tetapi tulisan anda pada artikel ini betul-betul bagus, saya membacanya kata demi kata, tidak skimming! dan betul betul berbobot tulisan ini! Apakah penulis punya Blog ?
 
 
spacer
  
  Hormat Saya kepada Sikap Bpk. Presiden (ryoayamari@ho..., 22/12/2005 06:21)
Setelah sekian lama tinggal di luar Indonesia dan rajin mengikuti perkembangan dalam negeri, baru kali ini saya merasa yakin ada setitik harapan bahwa Bangsa ini akan bangkit lagi menjadi bangsa yang besar lagi. Mengapa demikian ?

Akhirnya Bangsa ini punya seorang pemimpin yang bijak, terbuka, dan rasa humor yang tinggi dan bisa mengikuti perkembangan zaman. (Semoga pujian ini tidak terlalu dini ). Lega rasanya hak pilih yang saya gunakan tidak sia-sia.

Bangga juga mengikuti perkembangan t... <1239 huruf lagi>
 
 
spacer
   
spacer
sudut spacer sudut  

sudut spacer sudut
search calendar
<< 09 February 2010 >>
SuMTW ThFSa
dot123456
78910111213
14151617181920
21222324252627
28
spacer

All Daily News Magazine
sudut spacer
sudut sudut
spacer