spacer spacer spacer spacer
HUT RI ke-63 spacer Gatra Mobile

All Daily News Magazine
spacer spacer spacer spacer spacer spacer spacer
spacer

User ID :
Password :
Anggota baru ?
Lupa password ?

[ Indeks Berita ]
[ Daftar Komentar ]
sudut
spacer
spacer
spacer
NASIONAL
spacer
 
Ancamanan Keamanan Presiden
TNI Tingkatkan Pengamanan Hingga 50 Persen

Susilo Bambang Yudhoyono; Berpidato Saat Berkunjung ke Lambaro, NAD (Yahoo! News/AP Photo/Binsar Bakkara)Jakarta, 30 Desember 2005 17:08
Mabes TNI akan meningkatkan pengamanan Presiden dan Wakil Presiden hingga 50 persen untuk mengantisipasi aksi-aksi penculikan.

"Untuk mengantisipasi hal itu, Pasukan Pengamanan Presiden (Paspampres) akan meningkatkan aktivitas penanganannya baik dari tingkat kesiagaan maupun penambahan personil," kata Kepala Dinas Penerangan Umum Mabes TNI, Kolonel CAJ Ahmad Yani Basuki, di Jakarta, Jumat (30/12).

Penambahan personil 10 hingga 50 persen tersebut akan dilakukan terutama pada kegiatan-kegiatan khusus yang dihadiri Presiden dan Wakil Presiden, katanya.

Selain itu, penambahan personil ini juga dilakukan di berbagai lokasi yang kemungkinan dijadikan tempat peristirahatan Presiden seperti Istana Bogor, katanya.

Sebelumnya, Juru Bicara Kepresidenan Andi Mallarangeng kepada wartawan di Gunung Sitoli, Kabupaten Nias, Minggu (25/12), mengatakan, pengamanan Presiden Yudhoyono beberapa hari ini tampak lebih ketat setelah adanya informasi intelijen yang menyebutkan adanya ancaman serius terhadap keselamatan Kepala Negara, Ibu Negara dan keluarganya.

"Assassination (Pembunuhan -Red) termasuk salah satu bentuk ancaman serius kelompok teroris terhadap diri Presiden dan anggota keluarganya sebagaimana pernah dijelaskan Badan Intelijen Negara (BIN)," katanya.

"(Terkait dengan bentuk ancaman -Red), BIN sempat menjelaskan secara terbuka tentang adanya ancaman-ancaman serius baik itu ancaman fisik, bahkan assassination (pembunuhan terhadap tokoh negara/politik dengan motif politik -Red.) ataupun juga dengan berbagai macam metode ...," katanya.

Untuk itu, Paspampres sebagai unit profesional akan bertugas mengamankan Kepala Negara dan keluarganya, ungkapnya.

Menurut Andi, Paspampres selama ini profesional dan telah mempunyai Prosedur Tetap (Protap) untuk pengamanan kepresidenan tersebut.

Masyarakat diharapkan mengerti jika kebiasaan Presiden dalam kunjungan-kunjungannya ke daerah di seluruh Indonesia, seperti selalu melayani salaman dengan kerumunan masyarakat atau melambaikan tangan dari dalam mobil kepresidenan dengan kaca jendela terbuka akan dikurangi dan, bahkan, tidak lagi dilakukan untuk sementara waktu, katanya.

Kebijakan pengamanan yang lebih ketat terhadap diri Presiden dan anggota keluarganya itu tidak terkait dengan kondisi Nias maupun Aceh, katanya.

"Ini bukan soal Nias, bukan juga soal Aceh, tapi untuk keseluruhan, dan Presiden mempercayakan (pengamanan dirinya-red.) dengan sistem yang ada, yaitu Paspampres dengan Protapnya sehingga mudah-mudahan ini tidak mengganggu kerja kepresidenan dan tugas-tugas Presiden sendiri. Tapi juga ketika ada ancaman serius itu, Paspampres menentukan langkah-langkah terbaik," katanya.

"Masyarakat sekiranya dapat memahami kenapa pengamanan terhadap SBY dan keluarganya yang lebih ketat dan ini tidak hanya di Nias mapun Aceh tapi juga di ibukota negara (Jakarta)," tegasnya.

Sementara itu, sebelumnya Kepala Badan Intelijen Negara (BIN) Syamsir Siregar mengingatkan kelompok teroris Noordin M Top yang posisinya semakin terjepit bisa saja mengalihkan sasarannya kepada pejabat melalui aksi penculikan.

Kepala BIN Syamsir Siregar baru-baru ini mengatakan kelompok teroris disinyalir telah mengubah rencana serangan mereka di Indonesia, dari yang sebelumnya pemboman menjadi rencana penculikan terhadap beberapa kalangan, termasuk pejabat-pejabat Indonesia.

Kepala BIN menegaskan jajarannya dan aparat keamanan lainnya terus meningkatkan kewaspadaan menjelang Natal dan Tahun Baru 2006 terhadap segala kemungkinan ancaman teroris di hari-hari tersebut.

Dalam penjelasannya di Kantor Presiden, 20 Desember lalu, ia mengatakan, kelompok teroris itu mengancam orang-orang tertentu yang dianggap bisa memengaruhi situasi. Orang tersebut bisa dari luar negeri atau pejabat-pejabat Indonesia. [EL, Ant]

printer Versi Cetak email Kirim Berita ke Teman komentar Komentar Anda

 
spacer
sudut spacer sudut  

sudut spacer sudut
search calendar
<< 09 February 2010 >>
SuMTW ThFSa
dot123456
78910111213
14151617181920
21222324252627
28
spacer

All Daily News Magazine
sudut spacer
sudut sudut
spacer