 |
|
 |
|
NASIONAL |
 |
| |
Ada Upaya Pengalihan Isu Dasar RUU APP
Solo, 8 Maret 2006 16:02 Ketua MPR Hidayat Nurwahid mengatakan, belakangan ini tampak ada upaya mengalihkan isu dasar upaya penyelamatan bangsa dari kehancuran moral, melalui pihak-pihak yang menentang pengesahan RUU Anti-Pornografi dan Pornoaksi (APP).
Menurut Hidayat, di Solo, Rabu, ini semua adalah pengalihan yang ditunggangi, yang membolehkan hadirnya sikap hidup permisif, hedonis, yang kemudian mengikis budaya malu.
Semestinya, katanya, pihak-pihak yang menentang tersebut, membaca RUU tersebut secara utuh, dan kemudian duduk bersama-sama, untuk membicarakannya.
Padahal, lanjut dia, sesungguhnya RUU ini tidak dimaksudkan untuk memberantas budaya lokal, pakaian tradisional, tarian tradisional, dan lain-lain.
"Misalnya pakaian tradisional Papua, itu tidak termasuk dalam konotasi pornografi dan pornoaksi yang diartikan oleh RUU tersebut," jelasnya.
Dia berkeyakinan, RUU tersebut tidak dimaksudkan untuk memberantas hal-hal yang tidak termasuk kategori secara khusus mengeksploitasi seksualisme.
Hidayat mengatakan, jangan seolah-olah nantinya pemberlakuan RUU tersebut, misalnya tidak memperbolehkan ada lomba renang, binaraga, atau orang-orang Papua kemudian akan ditangkapi.
"Yang kita khawatirkan adalah jika budaya malu tersebut tidak lagi dimiliki dan dampaknya, orang akan sangat terbiasa untuk melakukan tindak kriminal, korupsi, human traficking, dan lain-lain," ujarnya.
Arah UU tersebut, kata dia, dimaksudkan bukan hanya untuk melindungi kaum perempuan, tetapi juga kaum laki-laki, dan semua warga bangsa ini.
"Agar ke depannya kita dapat menjadi bangsa merdeka yang berdaulat, dengan tetap menghormati adat, budaya lokal, dan lain-lain," jelasnya. [TMA, Ant]
|
|
| | |
 |
| KOMENTAR PEMBACA |
 |
| | |
| |
Definisi RUU APP (bundapertiwi@ya..., 13/03/2006 21:22) Apa sih definisi RUU APP? kalau tidak boleh terlihat pahanya - indonesia akan mengucapkan selamat tinggal kepada Elfira nasution (perenang), Susi Susanti (pebulutangkis), atau Yayuk basuki (petenis) etc.
Kalau tidak boleh terlihat seksinya - indonesia akan mengucapkan selamat tinggal kepada pakaian adat dan tarian Jawa, Bali etc.
Kalau wanita tidak boleh keluar malam - indonesia akan mengucapkan selamat tinggal kepada para wanita karir di kalangan finance, management, stock market etc.
... <401 huruf lagi> | |
 |
| | |
| |
Kita harus lebih bijaksana (Bayu_st2004@ya..., 10/03/2006 23:26) Kita harus lebih bijaksana dalam hal ini , RUU APP bukan harga mati , jangan dianggap di berlakukannya UU ini semuanya jadi berbalik , seolah olah hidup kita gak bisa begin gak bisa begitu , seni kita mandek , pariwisata kita hancur , dsbnya lah , ini kan ada ada saja , artis artis yang gak tau diri juga aneh aneh juga , kurang mengerti egh malah ngomong karena merasa deket dengan dan media dan publik figur , mari kita hentikan semua ini , kita berlakukan RUU APP itu , dan kalo nanti ada sesuatu... <456 huruf lagi> | |
 |
| | |
| |
Perhatian Untuk Penolak RUU APP (wawan, 10/03/2006 03:30) Pada intinya RUU APP ini masih mencari masukan, sebab itu perlu masukan2 yang jelas dan positif, bukan asal tolak tanpa dasar. Bangsa Indonesia butuh aturan dan pelaksanaan yang benar.
Argumentasi bahwa kita sudah punya perangkat aturan tentang kesusilaan adalah keliru. Silakan baca di sini (saya dapat via Google):
http://www.pemantauperadilan.com/detil/detil.php?id=217&tipe=penelitian. | |
 |
| | |
| |
APP dibuat secara global (newo_lea@ya..., 10/03/2006 03:10) RUU app dibuat dengan sesederhana mungkin, khusus untuk pornografi dan pornoaksi di media baik ceta, suara maupun televisi, sedangkan untuk yang selain itu misalkan perilaku diluar ruang atau dalam ruang diatur dengan perda, jadi kalau bali mau membolehkan pertuunjukan porno, persilakan saja asalkan tidak masuk teve atau koran atau majalah. | |
 |
| | |
| |
BUDAYA MALU? (cikraak@ly..., 10/03/2006 02:25) Budaya malu sudah tak ada lagi, tak usah dibuat alasan untuk mendukung UU APP. Saat ini negara kita menjadi negara terkorup nomer wahid didunia dan memang sudah tak punya malu. Wong banyak anggota DPR/MPR yg menjadi jaringan koruptor. Setuju UU APP berarti ikut mendukung peningkatan korupsi. Yg setuju berarti sudah tak punya malu lagi memang. | |
 |
| | |
| |
Tidak Setuju RUU APP (yudistir_a@ya..., 09/03/2006 22:34) Salam hormat buat redaksi dan pambaca setia gatra,
RUU APP saat ini telah menjadi perbincangan hangat bargai kalangan dengan pro dan kontranya. Bahkan Gus Dur pun ikutan mengomentari, juga Ibu Gus Dur pun tak lupa ikut berpartisipasi berpolemik.
Nah, apa salahnya saya sebagai salah satu anggota masyarakat juga ikut nimbrung dan angkat bicara. Mungkin opini saya banyak tidak sejalan dengan pikiran orang lain, tapi inilah negeri demokrasi yang menghormati keberagaman.
Saya termasuk pada g... <1365 huruf lagi> | |
 |
| | |
| |
Akur Kang Dayat (uva@me..., 09/03/2006 22:10) Memang kelihatan sekali. Saya yakin yang demo-demo itu nggak tahu esensi dari RUU APP. Coba aja tanya sama yang demo isinya apa aja. Saya yakin cuma karena dipanas-panasin aja. Dia anggap anggota-anggota legestatif bodoh-bodoh amat. Kita tahu banyak kecewa dengan kinerja DPR tapi mereka juga berpendidikan. Seolah-olah yang demo lebih pintar dari anggota dewan. Mestinya kita memberikan apresiasi, ternyata DPR mau turun dan mendengar masukan dari elemen masyarakat dan nyatanya kelihatan yang nolak... <98 huruf lagi> | |
 |
| | |
| |
Tembak langsung (tulilu@ho..., 09/03/2006 18:04) Untuk menghilangkan rasa malu para koruptor dan teroris bukan dengan RUU APP paaaak. Tetapi dengan dor n dor saja kepalanya. Sebab UU di Indonesia sudah terlalu banyak, tetapi tidak ada yang jalan. Contoh Amrozi cs kapan ditembak. Ayo jawab! | |
 |
| | |
| |
Tak Perlu RUU APP (akbar_gede@ya..., 09/03/2006 08:26) Tdk perlu RUU APP untuk menahan erosi budaya malu karena RUU tsb hanya akan menimbulkan budaya takut dan terkekang serta menyuburkan keMUNAFIKAN . Untuk menahan erosi rasa malu itu cukup dgn pendidikan moral disekolah maupun dilingkungan keluarga serta "menjalankan UU yg telah ada dgn BENAR dan KONSISTEN".
Kita perlu menjaga kebudayaan kita dari kepunahan yg terjadi akibat dari adanya pengaturan dan pelarangan yg tdk masuk diakal apalagi bila disertai dgn ancaman kekerasan. | |
 |
| | |
| |
PENENTANGNYA YANG PUNYA BISNIS PORNO (dirman_bnk@pl..., 09/03/2006 06:27) Seperti disinyalir oleh Bpk. Hidayat Nur Wahid , memang upaya pengalihan isu sangat terasa ada media besar yang hampir setiap hari menampilkan penadapat yang kontra tapi yang pro ditampilkan dengan kesan berbeda sekaligus memojokkan ( terutama Ulama. pemuka masyarakat)
Menurut saya kelompok penentang ini karena lahan bisnis porno mereka terancam, tapi yang jadi alasan kemerdekaan berkreasi dan budaya lokal yang diangkat menjadi alasan. Mohon maaf walaupun Saudara kita di Papua ... <170 huruf lagi> | |
 |