spacer spacer spacer spacer
HUT RI ke-63 spacer Gatra Mobile

All Daily News Magazine
spacer spacer spacer spacer spacer spacer spacer
spacer

User ID :
Password :
Anggota baru ?
Lupa password ?

[ Indeks Berita ]
[ Daftar Komentar ]
sudut
spacer
JAWA
spacer
 
MUI: Kesurupan Massal Bukti Kurangnya Pendidikan Agama

Surabaya, 25 Maret 2006 07:24
Majelis Ulama Indonesia (MUI) Jawa Timur menilai kesurupan (kerasukan mahluk halus) secara massal yang akhir-akhir marak di berbagai daerah di Indonesia membuktikan kurangnya pendidikan agama di sekolah.

"Dari aspek agama, orang yang kerasukan jin itu umumnya karena jarang berdzikir atau jarang beribadah," kata ketua Komisi Fatwa MUI Jatim KH Abdurrahman Navis di Surabaya, Sabtu (25/3).

Pengasuh Pesantren Nurul Huda, Jl Sencaki, Surabaya itu mengemukakan itu menanggapi kesurupan massal yang terjadi di Yogyakarta (6/3), Banjarmasin (20/3), Surabaya (20-22/3), Bogor (21/3), dan Malang (22/3), terutama di sekolahan.

Di Banjarmasin terjadi di SMA PGRI 2, sedangkan di Surabaya menimpa pelajar SMAN 10 dan SMPN 29, namun di Malang justru melanda karyawan Pabrik Rokok PT Bentoel Prima-Malang.

Menurut Abdurrahman Navis yang juga Wakil Katib Syuriah PWNU Jatim itu, kesurupan massal itu tidak mungkin sekedar faktor psikologis, sebab jika faktor psikologis, maka hal itu akan terjadi pada 3-4 orang saja.

"Jin itu suka dengan tempat-tempat yang kotor dan menyeramkan, tapi mereka juga seperti manusia yakni jika diganggu, maka mereka akan mengganggu juga. Jadi, mungkin saja ada tempat menyeramkan di dekat sekolah yang diusik," katanya.

Namun, katanya, mahluk halus akan sulit mengganggu manusia jika orangnya suka beribadah dan berdzikir. "Abu Khoir pernah diajari jin tentang cara menangkal jin dengan membaca ayat kursi," katanya.

Oleh karena itu, katanya, kesurupan massal yang terjadi di sekolahan berarti pendidikan agama atau ibadah memang kurang. "Bagaimana tidak kurang, lhawong mata pelajaran agama hanya dua jam pelajaran," katanya.

Ia menambahkan korban kesurupan itu dapat disembuhkan, karena pimpinan sekolah, perusahaan, dan pimpinan keluarga sebaiknya membawa korban kesurupan kepada para ulama/kiai yang mengerti di bidang itu. [EL, Ant]

printer Versi Cetak email Kirim Berita ke Teman komentar Komentar Anda

 
  
spacer
KOMENTAR PEMBACA
spacer
  
  Di Amerika nggak ada tuh pelajaran agama (rinani@ya..., 01/04/2006 00:56)
Sekolah di Amerika nggak ada tuh pelajaran agama...berarti kurang sekali masukan agamanya ya...tapi nggak ada tuh pelajar yg kesurupan....aneh ya???
 
 
spacer
  
  Manipulasi atau numpang ngetop? (kursideh@ya..., 30/03/2006 08:23)
Wah, heboh kesurupan massal! Jangan kaget! Di acara TV pun acara kesurupan massal malah jadi hak cipta umat Indonesia, khususnya publik (penonton) kelas menengah kebawah. Maaf, saya bukannya diskriminasi antar kelas sosial, tp kenyataannya media TV dan pemerintah membiarkan show murahan semacam itu. Semakin banyak penonton yg percaya, semakin banyak pula keuntungan yg dikeruk oleh produksi TV. Malah saya yakin, se yakin2nya orang2 yg kesurupan itu hanya bersandiwara. Lihat saja, di luar negri, ... <1274 huruf lagi>
 
 
spacer
  
  Kita pasrah saja kepada Tuhan (smursidi.ptg@gm..., 29/03/2006 03:14)
Saya kira kita pasrahkan saja kepada mereka yang berhak bicara: MUI, MMI, FPI. Kita yang hanya orang biasa begini cuma bisa pasrah kepada Tuhan agar dijaga kehidupan kita dari rukh-rukh dan orang-orang jahat yang akan mengganggu kita.

Sigit
 
 
spacer
  
  Jangan suka bengong.... (d3_y4@ya..., 29/03/2006 01:26)
Jangan suka bengong..... belajar malah bengong, bekerja malah bengong, masak malah bengong, nonton tv malah bengong, baca malah bengong.....

Bengong... itu.... pikirannya melayang2.... dengan memikirkan sesuatu yang lain.... Jadi.... lebih baik dalam melakukan apapun... sambil berdzikir.....

Kenapa di Indonesia lebih banyak kesurupan? karena kita sudah memandang bahwa Indonesia itu penuh misteri..... misteri.... hantu, legenda

dan

kesurupan yang sedang banyak ditangani di Indonesia, ... <215 huruf lagi>
 
 
spacer
  
  Gimana dg agama lain??? (rinani@zo..., 28/03/2006 23:50)
Aku kadang agak bingung dan aneh aja sih....soalnya gini ya...kayak di luar negeri misalnya di Amerika....kebanyakan kan masyarakatnya tidak percaya atau kurang percaya pada hal2 gaib begitu...mereka lebih cenderung berpikir secara logika dan modern....serta mayoritas beragama non muslim...tapi nggak ada tuh yg namanya suka kemasukan roh atau cerita2 seram mengenai hantu (cuma di film aja)....kalau waktu di Indonesia...aku selalu dengar cerita2 seram...kalau malam2 jalan di tempat anu gitu....an... <487 huruf lagi>
 
 
spacer
  
  percaya nggak percaya (yoel@so..., 28/03/2006 06:50)
jaman sudah terbalik, sekarang ini setan sudah jadi komoditi hiburan manusia yang selalu ditunggu tunggu setiap malam dilayar kaca.perusahaan iklan pun menggebu gebu untuk mensponsori acara ini.setan jadi bintang top dan penontonnya manusia yang cukup mendapat pendidikan agama dan juga yang kurang mendapat ajaran agama, mana setan perduli yang penting sekarang ini hampir semua TV swasta cari untung dengan memutar acara setan.Jaman sekarang manusia lebih percaya sama setan daripada Dia Sang Penci... <153 huruf lagi>
 
 
spacer
  
  Dibalik kesurupan (bobox_xl@ya..., 26/03/2006 23:10)
kejadian aneh ini akibat dari provokasi manusia terhadap dunia roh jahat.bisa dilihat kenapa tiba-tiba muncul orang kesurupan? dikampung saya ada kesenian yang mengundang roh jahat untuk masuk ketubuh manusia.jika dimasuki maka orang itu akan bertingkah laku aneh dan itu di bilang kesurupan.apa yang terjadi di beberapa sekolah dan pabrik itu sama seperti kesenian itu.Roh jahat dipanggil untuk mengganggu seseorang dan yang mengundang ini biasanya manusia yang bergelut didunia hitam dan punya lask... <337 huruf lagi>
 
 
spacer
  
  Bukti juga (jirugg@ya..., 26/03/2006 04:49)
Saya bukan sekedar nekad atau tidak tahu diri, tetapi sudah binggung dan "WALEH" dengan -logika rasional- dari lembaga2 "otoritas keagamaan" dan tentu orang2-nya (bukan agama-nya, misal islam; dimana ktp saya juga tertera "islam")

Dikatakan -pendidikan agama kurang-, sebagai suatu bukti terjadinya KESURUPAN MASSAL. Padahal keadaan lain agak seperti bertolak belakang, misal banyak wajah lama dan baru dalam siar agama , banyak acara tv "nuansa (agama) islam" , pelajaran agama di sekolahan tida... <426 huruf lagi>
 
 
spacer
sudut spacer sudut  

sudut spacer sudut
search calendar
<< 30 July 2010 >>
SuMTW ThFSa
dotdotdotdot123
45678910
11121314151617
18192021222324
25262728293031
spacer

All Daily News Magazine
sudut spacer
sudut sudut
spacer