 |
|
 |
|
JAWA |
 |
| |
Tak Lulus Ujian Nasional, Ajip Mengamuk
Muara Teweh, 22 Juni 2006 16:02 Akibat tak lulus Ujian Nasional (UN), seorang siswa SMAN-1 Kecamatan Gunung Timang Kabupaten Barito Utara (Barut) Kalimantan Tengah mengamuk dengan memukul kaca sekolah hingga urat nadi (tendon) tangan kanan putus.
Akibat tidak lulus ujian nasional (UN) seorang siswa SMAN-1 kecamatan Gunung Timang kabupaten Barito Utara (Barut) Kalimantan Tengah mengamuk dengan memukul kaca sekolah hingga urat nadi (tendon) tangan kanan putus.
Berdasarkan informasi dari Muara Teweh, Kamis, peristiwa tersebut terjadi Senin (19/6), saat pengumuman kelulusan di sekolah yang berada di Kandui ibukota kecamatan Gunung Timang.
Siswa kelas III IPA SMAN-1 Gunung Timang tersebut bernama Ajip Supriadi (18) warga desa Majangkan kecamatan setempat terpaksa dirujuk ke Banjarmasin, Kalimantan Selatan akibat mengalami pendarahan di tangan.
Kejadian itu berawal pengumuman kelulusan setelah melihat hasil UN tidak lulus korban mengamuk dan memukul kaca sekolah hingga pecah namun pecahan kaca tersebut mengenai tangan korban.
Korban sempat diberikan perawatan di Puskesmas Kandui, namun karena petugas medis setempat tidak mampu menangani siswa itu dibawa ke rumah sakit umum daerah (RSUD) Muara Teweh pada Selasa (20/6).
Saat dibawa dari kecamatan tersebut tangan korban sudah dibalut perban, namun karena di RSUD tidak ada dokter bedah terpaksa pada hari itu juga korban di bawa ke rumah sakit di Banjarmasin.
"Disini dokter bedah sudah pindah sedangkan petugas medis lainnya tidak berani karena luka korban harus ditangani oleh dokter ahli di bidang tersebut," kata seorang perawat RSUD Muara Teweh.
Sementara Kepala Dinas Pendidikan Barut Drs H Masdulhaq mengakui seorang siswa SMAN-1 Gunung Timang mengamuk karena tidak lulus UN dengan memecah kaca sekolah hingga tangannya terluka.
Siswa SMAN-1 kecamatan Gunung Timang yang tidak lulus sebanyak 19 orang termasuk korban dari 62 orang peserta UN dan berdasarkan keterangan para guru setempat sebelumnya korban sempat minum minuman beralkohol.
"Saat datang ke sekolah mulut korban sudah tercium miras, setelah tahu tidak lulus siswa itu langsung mengamuk mungkin pengaruh minuman tersebut," katanya setelah melihat langsung kondisi kaca sekolah yang pecah tersebut.
Kini korban dirawat di rumah sakit di Banjarmasin dan seluruh biaya perawatan ditanggung pihak sekolah yang juga di bantu pihak Dinas Pendidikan setempat. [TMA, Ant]
|
|
| | |
 |
| KOMENTAR PEMBACA |
 |
| | |
| |
siapa yang salah (onas_88@ya..., 29/06/2006 23:52) tentang pengumuman hasil UN,menimbulkan banyak masalah yang tak kunjung reda,mungkin kasus diatas merupakan salah satu konbannya....entah siapa yang harus disalahkan apakah seratus persen dilimpahkan kepada siswa atau sistem pendidikan kita yang harus diperbaharui, dan mestinya pesoalan itu harus cepat diselesaikan dan harus ada solusi yang tepat dengan memperdulikan mutu pendidikan Indonesia kedepannya. | |
 |
| | |
| |
TIDAK USAH NGMUK (galuhs@pl..., 23/06/2006 05:10) Lucu memang UN kali ini nasib belajar 3 thun hanya ditentukan oleh 3 mata pelajaran...sadisnya pak Menteri Bambangggg...( ingat pelawak srimulat kalau nyebut namanya ), ada yang salah dalam sistem pendidikan kita.. belum lagi kasus bunuh diri gara2 tak lulus UN. Kumaha ..bagaimana Pak BAmbang..anda dihujat oleh banyak orang..tobatlah. | |
 |
| | |
| |
UAN, untuk siapa? (rismuji@bt..., 23/06/2006 05:04) Saya turut prihatin atas kasus yang menimpa adik-adik pelajar SLTA yang tidak lulus UAN. Karena tidak lulus UAN artinya 'tamatlah" masa depan yang telah dirintis minimal 3 tahun semenjak masuk sekolah lanjutan. Untuk melanjutkan ke jenjang lebih tinggi siswa yang tidak lulus UAN harus mengulang tahun berikutnya, lebih tragis lagi bagi yang telah lulus tanpa test di PTN/PTS bergengsi, berarti kandaslah keinginan untuk melanjutkan ke jenjang PT tersebut dan harus berjuang dari awal untuk tahun ber... <967 huruf lagi> | |
 |