spacer spacer spacer spacer
HUT RI ke-63 spacer Gatra Mobile

All Daily News Magazine
spacer spacer spacer spacer spacer spacer spacer
spacer

User ID :
Password :
Anggota baru ?
Lupa password ?

[ Indeks Berita ]
[ Daftar Komentar ]
sudut
spacer
spacer
spacer
WISATA & HIBURAN
spacer
 
Kalla Bantah Katakan Janda Bisa Jadi Daya Tarik Wisata

Jakarta, 1 Juli 2006 00:54
Wakil Presiden (Wapres) Jusuf Kalla mengatakan, daya tarik pariwisata Indonesia bukan pada masalah gender saja tetapi juga pada produk wisata lainnya.

"Saya sama sekali tidak mengatakan bahwa wanita Indonesia dipakai (menarik pariwisata) seperti itu. Astaghfirullah, saya baca di satu harian Ibu Kota (berbahasa Inggris), saya sudah duga akan ada reaksi," katanya di Kantor Wapres Jakarta, Jumat.

Laporan harian Ibu Kota berbahasa Inggris itu mengesankan seolah-olah Jusuf Kalla menyetujui dijadikannya janda-janda di Jawa Barat untuk menjadi daya tarik pariwisata turis dari Timur Tengah.

Wapres meminta agar media massa lebih berhati-hati dan dapat membedakan guyonan yang tidak perlu ditulis.

Apa yang dikatakannya, lanjutnya, justru agar image wanita itu tidak dibawa ke arah seperti itu.

Menurut Wapres, daya tarik pariwisata Indonesia bukan hanya pada masalah gender saja tetapi juga pada produk wisata lainnya.

Wapres mengatakan, kesan yang selama ini muncul adalah obyek wisata Indonesia terlalu mengandalkan daerah Puncak sebagai tujuan wisata, sehingga turis asal Timur Tengah menganggap tujuan wisata di Indonesia hanya Puncak padahal ada Bali, Sumatera, dan berbagai daerah lainnya.

Namun Jusuf Kalla meminta maaf jika pernyataannya itu dianggap terlalu berlebihan.

Meski demikian, katanya, sebenarnya juga tidak salah jika orang-orang Arab (Timur Tengah) itu menikahi wanita-wanita Indonesia.

"Jangan hanya orang barat saja yang kawin dengan orang kita, masak orang Arab tidak boleh kawin dengan gadis Indonesia. Di koran itu dikatakan seolah-olah Wapres mengatakan wanita dipergunakan untuk itu (hal-hal yang negatif.red). Mana pernah saya bilang begitu," katanya.

Sementara itu, Kaukus Perempuan Parlemen untuk HAM di Gedung DPR/MPR Jakarta, Jumat, menanggapi serius guyonan Wapres Jusuf Kalla saat membuka simposium "Strategi Pemasaran Pariwisata di Kawasan Timur Tengah 2006-2009" di Jakarta, Rabu (28/6).

Kaukus tersebut mengecam guyonan Kalla yang seolah-olah menyetujui adanya komoditas janda-janda di Jawa Barat dan Pulau Batam untuk kepentingan pariwisata. Kaukus menilai usulan Kalla itu bersifat melecehkan harkat dan martabat para janda dan kaum perempuan. [TMA, Ant]

printer Versi Cetak email Kirim Berita ke Teman komentar Komentar Anda

 
  
spacer
KOMENTAR PEMBACA
spacer
  
  jangan munafiq, kita juga pemakai janda puncak (syahrudin2000@ya..., 25/07/2006 03:02)
Ya, kalau kita setuju untuk beramal dan berbakti pada janda, kita nggak usah munafiq mungkin pernah memakai jendong2 tsb, jujur ajalah soalnya di Pucak kan dingin he....he.... hangat kalau ada yang temani.
Suami nggak ada, pabrik teh banyak yang bangkrut.
 
 
spacer
  
  Pak Kala, Pak Kala, mestinya anda yang hati2 (kweda@ho..., 06/07/2006 22:53)
Pak Yusuf Kala, mestinya yang hati hati itu anda. Hati2 dalm mengeluarkan pernyataan baik itu guyonan ato apapun. Maaf, selera humor anda nggak mutu. orang sekelas anda itu mestinya berwibawa dalam segala hal.
Maklum juga sech, latar belakan pak kala kan bisnis man, jadi ya............ menghalalkan segala cara.
So. jadilah pemimpin yang dewasa dalam mengeluarkan pendapat, yang menyejukan hati.
 
 
spacer
  
  Ikutan tawa ne (fletox.tt_aww@te..., 04/07/2006 21:18)
Ya.. ikutan ketawa aza... maklum zaman sudah edan kalau tidak ikutan ketawa malah jadi edan... ha.... ha.... ha..... jadi ingat istilah keren dan beken dikalangan "anak 2 rumput bergoyang (aruyang)".... "banyak janda mencari cinta" ... ha..... ha.... ha.... (tawa lagi ah ). Salam dari jauh
 
 
spacer
  
  Guyonan Wapres, Guyonan Pengangguran (imangsam@gm..., 02/07/2006 11:47)
Sungguh amat memalukan, seorang wapres, sekels yusuf kalla, berguyonan ria di hadapan publik dan media massa, sepertinya si-yusuf ini lupa kalau dia seorang wapres, amat sombong dan takabur, setelah apa yg di berikan oleh Allah swt, seharusnya di mensyukuri nikmat yg telah di berikan, dengan harta dan jabatan yg berlimpah, seharusnya di melihat kebawah betapa banyaknya penduduk indonesia yg sangat menderita, saya berkesan, si-yusuf kalla ini aji mumpung jadi wapres, bisa berbuat, dan berbicara s... <440 huruf lagi>
 
 
spacer
  
  KETAWA dan SETUJU (hadinoto@t-..., 02/07/2006 08:54)
KETAWA RIANG....Seandainya begitupun, saya juga setuju Pak Kalla...Dalam guyon itu juga suka ada seriusnya lho..Tapi if kita ju2r, yaah JanMud kan pak?
Dibawah 45 lah..optimal...
Guyon boleh kan Ibu2 yang baik?

Duda juga jadi Obyek Wisata, saya ndaftar aah!!
Kata orang dengan istilah DURČN = Duda Kerčn nih..

Salam ketawa segar

PBH
 
 
spacer
  
  Jagalah Hati seperti kata Aa' Gim (w2ndr@ya..., 01/07/2006 21:19)
Kepada yang terhormat Bapak Wakil Presiden, Dalam era Reformasi dan Demokrasi sekarang ini kebebasan bersuara bukan suatu hal yang dilarang. Tetapi kebebasan yang kita anut adalah kebebasan yang bertanggungjawab.
Sebagai orang nomor 2 di Indonesia, seorang Yusuf Kalla tidak seharusnya mengumbar "guyonan" yang bisa menimbulkan konotasi negatif. Apalagi dalam suatu kegiatan resmi, yang di pundaknya terpikul beban sebagai Wakil Presiden. Kalau hanya sekedar ingin "Guyon (bercanda)" ada waktu dan t... <282 huruf lagi>
 
 
spacer
  
  kok wakil Presiden berbicara seperti itu (shanti_savitri@ho..., 01/07/2006 13:35)
masalahnya kalau di nikahkan hidup bagus - bagus ya enggak apa - apa , tapi kalau cuma di jadikan simpanan selagi jalan - jalan ke Indonesia ...Buat Apa !
masa seorang wakil Presiden kasih Komentar seperti Itu ,
benar - benar melecehkan Komentarnya !
 
 
spacer
sudut spacer sudut  

sudut spacer sudut
search calendar
<< 30 July 2010 >>
SuMTW ThFSa
dotdotdotdot123
45678910
11121314151617
18192021222324
25262728293031
spacer

All Daily News Magazine
sudut spacer
sudut sudut
spacer