 |
|
 |
|
NASIONAL |
 |
| |
Senjata Koesmayadi, Salahi Prosedur Administrasi
Jakarta, 25 Juli 2006 18:04 Mantan Wakil Kepala Staf Angkatan Darat (Wakasad) Letnan Jenderal TNI (Purn) Kiki Syahnakri mengatakan, 185 senjata berbagai jenis yang ditemukan di kediaman Wakil Asisten Logistik (Waaslog) Kasad almarhum Brigjen TNI Koesmayadi, menyalahi prosedur adminsitrasi.
"Ratusan senjata yang ditemukan itu, memang menjadi kebutuhan TNI AD saat itu tetapi pengadaannya tidak melalui Departemen Pertahanan," katanya, di Jakarta, Selasa.
Ia mengatakan, saat menjadi Wakasad, dirinya mengetahui seluruh pengadaan senjata untuk TNI Angkatan Darat(AD) termasuk untuk kebutuhan Komando Cadangan Strategis TNI AD (Kostrad).
"Hanya saja, senjata-senjata itu tidak didapat sesuai dengan prosedur melalui Dephan dan tidak didaftarkan. Seperti diketahui, saat itu TNI terkendala dana dan embargo untuk memenuhi kebutuhan berbagai satuan, termasuk di TNI AD," ujar Kiki.
Jadi, kata dia, penemuan ratusan senjata dan puluhan ribu butir amunisi serta peralatan militer lain di rumah Koesmayadi untuk sementara semata hanya masalah administrasi.
"Tetapi apakah senjata-senjata itu hanya sebatas koleksi atau untuk keperluan lain masih harus menunggu hasil penyeledikan Puspom TNI," ujar Kiki.
Menyusul penemuan ratusan senjata berbagai jenis, puluhan ribu butir amunisi dan perlatan militer lainnya, Pusat Polisi Militer (Puspom) TNI telah memanggil 95 orang untuk dimintai keterangan, termasuk para mantan petinggi TNI serta warga sipil yang diduga terkait pengadaan senjata-senjata tersebut.
Beberapa mantan petinggi TNI AD yang telah dimintai keterangan adalah Mantan Kasad Jenderal Rymaizard Ryacudu dan Mantan Wakasad Letjen Kiki Syahnakri serta sejumlah warga sipil yang ditengarai mengetahui tentang senjata ilegal Koesmayadi. [TMA, Ant]
|
|
| | |
 |
| KOMENTAR PEMBACA |
 |
| | |
| |
masih banyak yang lain! (tokyo_kara2002@ya..., 29/07/2006 05:09) sebenarnya kalau kita mau melihat berbagai pengalaman itu bukan suatu hal yang baru.banyak sekali penyimpangan di dalam tni kita.saya hanyalah rakyat biasa hanya tahu apa yang bisa saya jumpai dan saya dengar saja.saya punya saudara di yonif aja kalau pulang habis tugas bisa bawa peluru banyak,magazen dll.tetanggaku dulu adalah mantan prajurit di masa operasi seroja tim-tim.dulu katanya saat pulang bawa granat dan peluru banyak sekali hingga karena berbahaya semua itu dikubur dalam tanah.dan mas... <1430 huruf lagi> | |
 |
| | |
| |
terkait dengan anggaran (syahrudin2000@ya..., 26/07/2006 08:43) Masalah pembelian senjata tersebut bisa jadi bukan dari anggaran rutin sehingga banyak titipan orang 'tertentu' yang belum diambil hingga kini, mereka membonceng fasilitas TNI untuk mempermudah keluar barang dari bea cukai. | |
 |