 |
|
 |
|
MALUKU & PAPUA |
 |
| |
Pemkab Asmat Bangun Bandara Internasional
Jayapura, 7 September 2006 11:06 Pemerintah Kabupaten Asmat, Papua, mulai tahun anggaran 2007 mengalokasikan dana untuk pembangunan Bandar Udara (Bandara) Internasional di Kampung Suru-Suru, Distrik Sawa Erma.
Pembangunan bandara itu untuk menarik minat wisatawan mancanegara maupun dalam negeri untuk mengunjungi obyek pariwisata di kawasan Asmat.
Bupati Kabupaten Asmat, Yuvensius Biakay,BA kepada ANTARA di Jayapura, Kamis mengatakan Bandara tersebut menurut rencana akan dinamakan Bandara Internasional Michael Rockefelen.
Michael Rockelefen adalah antroplog pertama asal Amerika Serikat (AS) yang menurunkan sejumlah tulisan dalam penelitiannya tentang karakteristik budaya Asmat pertama di dunia internasional tahun 1907.
Tulisan Michael antara lain menyatakan tentang Asmat, Papua yang terkenal di dunia internasional sekalipun berada di wilayah yang terpencil.
Biakay yang juga seorang tokoh yang memperkenalkan budaya Asmat di dalam negeri dan dunia internasional menyatakan akan berupaya menarik minat wisatawan mancanegara dan dalam negeri untuk mengenal kebudayaan Asmat.
Asmat dikenal dengan kerajinan ukiran dan tarian khasnya. Ukiran Asmat pernah dipamerkan di museum Universitas Leyden, Belanda.
Nama Asmat, kata Biakay, kembali dikenal ketika dibangun sebuah museum di Agats, ibukota Kabupaten Asmat tahun 1981 yang menyimpan sejumlah misteri kehidupan suku asli dan ukirannya sehingga Asmat kembali dikenal di belahan dunia.
Biakay mengatakan, untuk mempromosikan Asmat, maka tanggal 7-13 September 2006 akan diselenggarakan festival budaya Asmat.
Festival budaya Asmat menurut rencana dihadiri para pemerhati budaya Asmat dari mancanegara antara lain dari New York, Amerika Serikat, Kanada, Jerman, Belanda, Australia, Selandia Baru dan beberapa negara di Asia seperti Jepang, Korea, RRC, Singapura, Filipina dan Timur Tengah serta Afrika. [TMA, Ant]
|
|
 |