 |
|
 |
|
TEKNOLOGI & SAINS |
 |
| |
Canon PowerShot G7 Kamera Klasik dengan Fitur Modern
Jakarta, 17 Oktober 2006 20:24 Canon, Senin di Jakarta, meluncurkan kamera berdesain klasik, PowerShot G7, yang terinspirasi kamera konvensional yang sangat nyaman digenggam saat memotret. Namun fitur-fitur yang ditawarkan tak kalah dengan kamera profesional.
Menurut siaran pers PT Datascrip yang diterima Gatra.com, kamera berbodi hitam ini dilengkapi multi control dial seperti pada kamera SLR (single lens reflex), dan tombol shortcut yang memudahkan pengguna dalam mengatur setting dan kontrol manual. Berbeda dengan pendahulunya (G6 dan G5), PowerShot G7 ini dilengkapi fitur safety zoom yang menawarkan pembesaran zoom digital tanpa mengorbankan kualitas foto. Digital tele converter memungkinkan jangkauan telephoto dapat dilakukan tanpa mengurangi bukaan diafragma.
"Canon PowerShot G7 merupakan generasi terbaru dari PowerShot Seri G yang sangat diminati masyarakat pencinta kamera klasik, karena tampilan yang elegan dan kesan vintage yang kuat," kata Merry Harun, Canon Director PT Datascrip.
Menurut Merry, sensor 10 MP (megapixels) menangkap detil yang sangat baik sehingga foto dapat digunakan untuk berbagai kreativitas, bahkan untuk dicetak seukuran poster sekalipun. Teknologi optical image stabilizer meminimalisir terjadinya gambar kabur akibat kamera yang terguncang, sehingga pengguna dapat menggunakan shutter speed rendah pada kondisi pencahayaan rendah dengan leluasa. Lensa 6x optical zoom dapat digunakan secara fleksibel untuk menjangkau obyek yang diingikan dengan hasil yang tetap tajam.
Keunggulan lainnya, ujar Merry, PowerShot G7 ini dilengkapi LCD monitor lebih besar dari pendahulunya, yakni berukuran 2,5'', yang diberi pelapis low-reflection untuk kondisi siang hari, sehingga membuat nyaman untuk memantau gambar-gambar yang sudah diambil. Untuk melihat layar pada malam hari, tersedia fitur night display, dengan 25 mode pengambilan gambar, mulai dari pilihan otomatis hingga manual, termasuk dua setting yang dapat diatur dan disimpan sesuai keinginan.
DIGIC III dan Face Detection
Prosesor gambar DIGIC III terbaru menghasilkan performa kamera yang lebih cepat, penerjemahan warna superior dan gambar yang bersih, meski dengan kecepatan ISO tinggi. Teknologi iSAPS menggunakan informasi pengambilan gambar untuk mengoptimalkan setting pada kamera sebelum foto diambil.
Tersedia pula fitur face detection AF/AE yang secara otomatis mendeteksi sembilan pilihan tone wajah dalam satu bingkai, dan mengatur setting sesuai fokus optimal dan exposure-nya. Artinya, kamera hanya mendeteksi bagian mata, hidung, dan mulut, sehingga wajah yang menghadap lensa kamera, secara otomatis akan diatur fokusnya.
Fitur-fitur lainnya; sistem fokus manual focus, rapid 9-point AiAF, atau FlexiZone AF/AE, yang secara manual memilih titik otofokus yang diinginkan. Terdapat pula ISO dial, sehingga pengguna dapat memilih kecepatan ISO, mulai dari 80 hingga 1.600, sesuai kondisi pencahayaan saat pengambilan gambar, dengan pencahayaan cukup dalam situasi agak temaram.
Kamera yang dipasarkan PT Datascrip sebagai distributor tunggal Canon Indonesia ini ditawarkan dengan harga 575 dolar AS. [TMA]
|
|
 |