spacer spacer spacer spacer
HUT RI ke-63 spacer Gatra Mobile

All Daily News Magazine
spacer spacer spacer spacer spacer spacer spacer
spacer

User ID :
Password :
Anggota baru ?
Lupa password ?

[ Indeks Berita ]
[ Daftar Komentar ]
sudut
spacer
spacer
spacer
NASIONAL
spacer
 
Utang Indonesia 2005 Rp 1.282 Triliun

Jakarta, 19 September 2005 14:54
Menteri Keuangan Jusuf Anwar mengungkapkan, utang pemerintah RI hingga Maret 2005 mencapai Rp 1.282 triliun atau 52 persen dari produk domestik bruto (PDB).

"Jumlah itu terdiri dari utang dalam valuta asing Rp 624 triliun dan utang dalam rupiah Rp 658 triliun," katanya dalam raker dengan Komisi XI DPR, di Jakarta, Senin.

Dijelaskannya, portofolio utang negara sangat rentan terhadap berbagai resiko seperti resiko "refinancing" akibat struktur jatuh tempo yang tidak seimbang dan resiko pasar akibat perubahan suku bunga dan nilai rukar rupiah.

Resiko lain yang dihadapi portofolio utang negara antara lain resiko kesinambungan fiskal akibat besarnya jumlah utang yang dapat mengurangi daya dukung fiskal dan resiko operasional akibat kegagalan operasional pengelolaan utang, karena tidak dikelola dengan baik dari sisi sumber daya manusia dan kelembagaannya.

Menkeu juga menyebutkan bahwa besarnya resiko pembiayaan kembali akibat besarnya volume utang negara yang jatuh tempo dan harus dilunasi pada periode 2006 dan 2009.

Sementara itu, Menteri Negara Perencanaan Pembangunan Nasional/Kepala Bappenas Sri Mulyani mengatakan, arah kebijakan jangka menengah mengenai pinjaman luar negeri adalah menurunkan rasio pinjaman menjadi 30 persen pada 2009.

Selain itu, mengurangi penerbitan obligasi pemerintah secara "netto" kurang dari satu persen dari PDB guna membatasi dampaknya dan mengurangi pinjaman luar negeri secara absolut, namun terbatas sekitar satu miliar dolar AS hingga dua miliar dolar AS pertahun agar tidak mengganggu devisa.

Sri Mulyani juga mengungkapkan, masalah utama pemanfaatan pinjaman luar negeri saat ini yaitu penentuan prioritas dan daya serap utang.

Hal itu disebabkan karena lemahnya persiapan pinjaman seperti penyusunan prioritas kegiatan yang akan dibiayai pinjaman dan lemahnya kemampuan departemen atau lembaga dalam penyiapan proyek pinjaman luar negeri.

Selain itu, masalah lain adalah ketidakpastian peraturan, lemahnya koordinasi antarlembaga pelaksana dan belum mantapnya pelaksanaan otonomi daerah. [TMA, Ant]

printer Versi Cetak email Kirim Berita ke Teman komentar Komentar Anda

 
  
spacer
KOMENTAR PEMBACA
spacer
  
  semangat u/ berhutang (artadiya@ya..., 21/09/2005 03:25)
Berhutang itu enak nrimanya, susah bayarnya.Lebih parah lagi utang ini sbg konsumsi para koruptor dan bukan investasi produktive bagi rakyat. Cobalah bercontoh ke India. Mereka miskin tapi secara ekonomi,teknologi, SDM mereka mandiri.Biar mobil jelek, roket, satelit tapi buatan sendiri. NIlai tukar rupee/$ cuma 42/$. Swadesi, kometment & konsisten itu yg digelorakan oleh Gandhi, Nehru, Kalam, Mahmohan. Kita masih terjajah, coba ungkap kembali seruan bung Karno.
 
 
spacer
  
  Rp. 5,7 juta per kepala (spandie9@ya..., 21/09/2005 02:17)
Dengan utang negara RI Rp. 1.282 triliun dan asumsi total penduduk 225 juta jiwa, berarti setiap orang Indonesia punya utang kira2 Rp.5.7 juta bukan ? Kasihan ya.... bayi2 yg ngak tau apa2, langsung owek..... utangnya udah Rp.5.7 juta.
 
 
spacer
  
  Hutang banyak...rakyat kok tetap miskin...? (Josika25@ya..., 20/09/2005 16:37)
Hutang negeri ini masih "ribuan-trilyun" atau 52% dari GDB, tetapi sd saat ini sebagian besar rakyat di negeri ini masih miskin : baik miskin ekonomi; miskin sosial, apalagi miskin pendidikan - dimana SDM kita sangat jauh tertinggal dpd negara-negara tetangga kita. Tetapi coba kita perhatikan disekeliling kita, dimana para mantan-mantan pejabat kita maupun para pejabat pemerintah di negeri ini - pada kaya raya dan dengan kekayaannya tsb (entah darimana didapatnya?) dg "tenang"nya plesir ke luar ... <389 huruf lagi>
 
 
spacer
  
  "doa orang awam" (smustikos4@ya..., 20/09/2005 13:31)
"Ya Tuhan, berikanlah kepada kami kekuatan atas beban hutang bangsa kami yang buuuessssarrrrr sekali ini, siapakah nanti yang akan mengembalikan hutang itu? apakah anak cucu , cicit, cucut kami.. apakah mampu ya Tuhan, berikanlah jalah keluar bagi bangsa kami, berikanlah petunjuk Mu kepada pemimpin2 kami, pilihkanlah pemimpin2 yang baik bagi kami yang bisa melunasi hutang2 bangsa kami, hindarkanlah bangsa kami dari kehancuran, Berikanlah kesadaran kembali kepada para koruptors dan keluarganya un... <1080 huruf lagi>
 
 
spacer
  
  PENGELOAAN UTANG SANGAT MENYEDIHKAN (xsan375@gm..., 20/09/2005 09:30)
Pengeloaan hasil utang luar negeri dan pembayarannya sangat menyedihkan.

Saya telah berulang kali utk memohon pd pemerintah melakukan efisiensi nasional dengan mengurangi pengeluaran negara, yang menggunakan mata uang asing.

Barangkali SEKNEG dpt membatasi perjalanan dinas yang tidak efektif atau paling tidak jumlah rombongan dan delegasinya dikurangi.

Study banding yg menghabiskan uang negara, sebaiknya jumlahnya dibatasi krn study banding terkadang jumlahnya lebih dari 10 orang.

... <265 huruf lagi>
 
 
spacer
  
  Utang Lagi aja yg banyak u/ pendidikan rakyat (m_omack, 20/09/2005 04:31)
Biar banyak utang asal rakyat pinter, tidak cuma dipinter-pinteri. Udah capek melihat kemudahan yang ditawarkan untuk orang asing saja.
 
 
spacer
sudut spacer sudut  

sudut spacer sudut
search calendar
<< 30 July 2010 >>
SuMTW ThFSa
dotdotdotdot123
45678910
11121314151617
18192021222324
25262728293031
spacer

All Daily News Magazine
sudut spacer
sudut sudut
spacer