GATRANEWS

Harga Emas Merosot ke $ 1208 per Ounce
Tuesday, 03 March 2015

Chicago, GATRANews - Emas berjangka di divisi COMEX New York Mercantile Exchange berakhir turun...
Pertama Sejak Tahun 2000, Nasdaq Tembus 5000
Tuesday, 03 March 2015

Nasdaq tembus 5.000 untuk pertama kalinya dalam 15-tahun Selasa, 3 Maret 2015 06:18 WIB | 2.734...
Buku Trilogi Ahok, Ahok: Bodoh Banget DPRD
Monday, 02 March 2015

Jakarta, GATRAnews - Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama geram dengan munculnya mata...
Jumlah Kunjungan Wisman Turun 3,99% Sepanjang Januari
Monday, 02 March 2015

Jakarta, GATRAnews - Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat sepanjang Januari jumlah wisatawan...
DPRD Laporkan Ahok ke Bareskrim Pekan Depan
Monday, 02 March 2015

Jakarta, GATRAnews - Kisruh APBD DKI Jakarta tahun anggaran 2015, DPRD DKI Jakarta berencana akan...
Nasdem Cabut Dukungan Hak Angket
Monday, 02 March 2015

Jakarta, GATRAnews - ‎DPP Partai Nasional Demokrat (Nasdem) mencabut dukungan hak angket untuk...
DPRD DKI Disamakan dengan Begal
Sunday, 01 March 2015

Jakarta, GATRAnews - Pengunjung car free day (CFD) di Kawasan Bundaran Hotel Indonesia, ramai-ramai...
BTN Terbitkan Obligasi Rp 3 Trilyun
Saturday, 28 February 2015

Jakarta, GATRAnews - PT Bank Tabungan Negara Tbk (BTN) berencana menerbitkan obligasi senilai Rp 3...
Ahok Ungkap Gelagat Nyeleneh DPRD Akali Anggaran
Wednesday, 25 February 2015

Jakarta, GATRAnews - Polemik APBD DKI tahun anggaran 2015 senilai Rp 73,08 trilyun terus bergulir....
Semen Padang Targetkan Produksi 20 Juta Ton Semen pada 2030
Tuesday, 24 February 2015

Jakarta, GATRAnews - Direktur Utama (Dirut) PT Semen Padang (Persero) Tbk Benny Wendry menjelaskan...
Semen Padang targetkan Produksi 20 Juta Ton pada 2030
Tuesday, 24 February 2015

Padang, GATRAnews - Direktur Utama (Dirut) PT Semen Padang (Persero) Tbk Benny Wendry menjelaskan...
Dolar Menguat, Emas Terjerembab ke US$ 1.200,8
Tuesday, 24 February 2015

Chicago, GATRANews - Emas berjangka di divisi COMEX New York Mercantile Exchange berakhir lebih...
Indonesia Tuan Rumah World Economic Forum 2015
Wednesday, 18 February 2015

Jakarta, GATRAnews - Ajang pertemuan antar CEO perusahaan kelas dunia yang bertajuk 24th World...
Harga Minyak Terus Naik, Harga di London Tembus US$ 62,5 per Barel
Wednesday, 18 February 2015

New York, GATRANews - Harga minyak dunia naik dalam perdagangan yang berfluktuasi pada Selasa (Rabu...
BCA Finance Akan Terbitkan Obligasi Rp 4 Trilyun
Tuesday, 17 February 2015

Jakarta, GATRAnews - PT BCA Finance bakal menerbitkan obligasi senilai Rp 4 trilyun. Untuk tahap...
Basuki Ungkap di Balik Ancaman Impeachment Dewan
Monday, 16 February 2015

Jakarta, GATRAnews - Bendera 'perang' dikibarkan Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama kepada...
Ahok Jawab Tantangan Prasetyo Blak-blakan Soal Anggaran
Monday, 16 February 2015

Jakarta, GATRAnews - Gubernur DKI Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) menjawab tantangan Ketua DPRD DKI...
Ancaman Balik Ahok untuk Wakil Rakyat
Monday, 16 February 2015

Jakarta, GATRAnews - Gubernur Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) kembali berseteru dengan DPRD DKI...
DPRD Ancam Gulingkan Ahok
Friday, 13 February 2015

‎Jakarta, GATRAnews - DPRD DKI Jakarta dan Gubernur Basuki Tjahaja Purnama kembali terlibat...
DKI Bantu Persija Berlaga di GBK Lawan Semen Padang
Wednesday, 11 February 2015

Jakarta, GATRAnews - Pemerintah Provinsi DKI Jakarta menjanjikan akan membantu klub sepakbola...

Nia Dinata Gali Kembali Budaya Minangkabau

Nia Dinata (GATRAnews/Venny Tania)Jakarta, GATRAnews - Nia Dinata baru saja merampungkan riset untuk penggarapan naskah pertunjukkan drama tari Padusi, bekerja sama dengan penari dan maestro seni tari Tom Ibnur, yang dipentaskan pada 11-12 Mei 2012 di Taman Ismail Marzuki, Jakarta. Ia menikmati proses riset dan menulis naskah yang mengangkat budaya Minangkabau, sekaligus mengenalkannya pada sosok perempuan yang berani menunjukkan sikap dan tak mau hanya menjadi korban.

Kedekatannya dengan dunia seni dan pertunjukkan membuat Nia juga ingin generasi muda saat ini lebih bisa menghargai seni tradisi.

"Legenda yang saya riset sejak bulan Januari menunjukkan perempuan Padang itu progresif,  kadang extreme dan heroik. Padahal itu cerita legenda. Tantangannya, bagaimana saya membuat skenario yang non-judgemental. Tapi sama dengan naskah film, sama-sama berurusan dengan kertas dan komputer dan menyenangkan," kata Nia ditemui di jumpa pers Padusi di Jakarta Selatan, Rabu (1/5).

Cerita ini memerlukan riset yang mendalam, yang menurut Nia agak sulit, lantaran saat ini tidak banyak buku-buku tentang legenda Minangkabau yang masih ada.

"Waktu kecil saya suka nonton performing art karena belum banyak film masuk bioskop juga. Terakhir kali saya pulang kampung migrasi ke Padang itu tahun 1986, sampai sekarang belum pernah lagi. Buat riset saya hanya nemu buku-buku yang ada di Pasar Senen," jelas sutradara film Ca Bau Kan ini.

Untunglah ia terbantu dengan internet tempat para peneliti sastra melampirkan hasil tulisan tesisnya.

Banyak yang bisa dipelajari Nia dari riset dan pendalaman seputar cerita rakyat Minangkabau. Misalnya saja bahwa perempuan itu tangguh, meski mungkin banyak mengalami ketidakadilan, namun mereka berani membuat keputusan yang menunjukkan sikap mereka dan menolak dijadikan korban.

"Sebenarnya kita dibesarkan oleh perempuan-perempuan kuat. Legenda Padang is very truthful. Kadang kita tak tahu apa yang dialami seseorang dan menghakimi dia ketika memutuskan sesuatu. Sayang generasi sekarang banyak yang tidak paham cerita nenek moyangnya," demikian Nia. (*/Ven)

Design © GATRANEWS | GATRA. All rights reserved.

Top Desktop version

twn Are you sure that you want to switch to desktop version?