GATRANEWS

Ciputra Bicara Seni
Monday, 24 November 2014

Jakarta, GATRAnews - Ciputra, Chairman dan Founder Ciputra Group, menaruh apresiasi terhadap...
Ciputra Gelar Anugerah Adirupa IV CitraRaya 2014 - EcoCulture
Saturday, 22 November 2014

Jakarta, GATRAnews - Ciputra Group tak hanya melebarkan bisnis propertinya, tapi juga menggelar...
Menpora Buka LPI dan Canangkan Pencak Silat Masuk Kurikulum
Thursday, 25 September 2014

Padang, GATRAnews – Hari Rabu (24/9) pagi, Menpora Roy Suryo didampingi  rombongan Eselon I dan...
Transaksi di Popcon Asia 2014 Capai Rp 15 Milyar!
Tuesday, 23 September 2014

Jakarta, GATRAnews – Ajang festival budaya popular. Popcon Asia 2014, sukses dihadiri oleh 24...
Pelatihan Kepemimpinan Pemuda Tingkat Madya Sumatera
Tuesday, 23 September 2014

Padang, GATRAnews – Kemenpora mulai hari Kamis (18/9) hingga Rabu (24/9) menyelenggarakan...
Muhibah Seni Pemuda ke Empat Negara Eropa
Friday, 05 September 2014

Jakarta, GATRAnews – Sesmenpora Alfitra Salamm hari Kamis (4/9) siang di ruang kerjanya menerima...
Tim Tari Indonesia Raih Piala Bergengsi World Folk 2014 di Bulgaria
Wednesday, 03 September 2014

Jakarta, GATRAnews – Kelompok tari Gita Gantari Khatulistiwa (GGK) Jakarta dan Unit Kegiatan...
Menpora Tutup Festival Padang International Dragon Boat
Tuesday, 26 August 2014

  Padang, GATRAnews – Menpora Roy Suryo hari Minggu (24/8) malam didampingi Deputi Kemenpora...
Pelukis Yarno Gelisah dengan Kerusakan Alam
Monday, 09 June 2014

Jakarta, GATRAnews - Setelah lukisan berjudul "Power Struggle" terjual dengan harga fantastis; SGD...
Puncak Pementasan Monolog Inggit : Perempuan di Tepi Sejarah
Monday, 12 May 2014

Jakarta, GATRAnews – Monolog Inggit kembali dipentaskan pada 10 Mei 2014 di Teater Jakarta, Taman...
Lukisan "Power Struggle" Yarno Tembus Rp 200 Juta
Thursday, 01 May 2014

Jakarta, GATRAnews - Satu karya seni putra bangsa Indonesia dihargai tinggi. Goresan kuas Yarno,...
Ida Budhiati, S.H., M.H
Tuesday, 29 April 2014

Ida Budhiati, S.H., M.H Anggota DKPP Dari Unsur Komisi Pemilihan Umum   Nama              ...
Gallery West Pamerkan Karya Claude Biche Lavalle
Thursday, 24 April 2014

Jakarta, GATRAnews - Gallery West di kawasan New Central Business District Jakarta Barat milik...
Orasi Seno Gumira Ajidarma di Hari Film Nasional ke-64
Monday, 31 March 2014

Jakarta, GATRAnews – Memperingati hari Film Nasional yang ke 64 tahun ini, Kementrian Pariwisata...
Festival Seni ARTE Kembali Digelar
Thursday, 06 March 2014

Jakarta GATRAnews - Setelah tahun lalu berhasil menarik 32.000 pengunjung, ARTE Indonesia Arts...
Djenar Maesa Ayu Luncurkan Kumpulan Cerpen ''Saia''
Wednesday, 15 January 2014

Jakarta, GATRAnews – Penulis Djenar Maesa Ayu meluncurkan buku terbarunya, sebuah kumpulan cerita...
Dalang Sintren Slamet Gundono Tutup Usia
Sunday, 05 January 2014

Solo, GATRAnews - Dalang kondang wayang suket Slamet Gundono (47 tahun) meninggal dunia pada pukul...
Festival Seni ARTE Kembali Digelar
Wednesday, 25 December 2013

Jakarta, GATRAnews - Festival seni ARTE kembali digelar. Edisi kedua dari festival ini yang akan...
Wayang Orang Bharata Gelar ''Lakon Sang Sumantri''
Tuesday, 17 December 2013

Jakarta, GATRAnews - Dinas Pariwisata dan Kebudayaan DKI Jakarta bekerja sama dengan Wayang Orang...
Erasmusindocs 2013 Boyong Jeremy Irons ke Indonesia
Thursday, 31 October 2013

Jakarta, GATRAnews – Festival film dokumenter Erasmusindocs tahun ini bakal digelar pada 12-16...

Nia Dinata Gali Kembali Budaya Minangkabau

Nia Dinata (GATRAnews/Venny Tania)Jakarta, GATRAnews - Nia Dinata baru saja merampungkan riset untuk penggarapan naskah pertunjukkan drama tari Padusi, bekerja sama dengan penari dan maestro seni tari Tom Ibnur, yang dipentaskan pada 11-12 Mei 2012 di Taman Ismail Marzuki, Jakarta. Ia menikmati proses riset dan menulis naskah yang mengangkat budaya Minangkabau, sekaligus mengenalkannya pada sosok perempuan yang berani menunjukkan sikap dan tak mau hanya menjadi korban.

Kedekatannya dengan dunia seni dan pertunjukkan membuat Nia juga ingin generasi muda saat ini lebih bisa menghargai seni tradisi.

"Legenda yang saya riset sejak bulan Januari menunjukkan perempuan Padang itu progresif,  kadang extreme dan heroik. Padahal itu cerita legenda. Tantangannya, bagaimana saya membuat skenario yang non-judgemental. Tapi sama dengan naskah film, sama-sama berurusan dengan kertas dan komputer dan menyenangkan," kata Nia ditemui di jumpa pers Padusi di Jakarta Selatan, Rabu (1/5).

Cerita ini memerlukan riset yang mendalam, yang menurut Nia agak sulit, lantaran saat ini tidak banyak buku-buku tentang legenda Minangkabau yang masih ada.

"Waktu kecil saya suka nonton performing art karena belum banyak film masuk bioskop juga. Terakhir kali saya pulang kampung migrasi ke Padang itu tahun 1986, sampai sekarang belum pernah lagi. Buat riset saya hanya nemu buku-buku yang ada di Pasar Senen," jelas sutradara film Ca Bau Kan ini.

Untunglah ia terbantu dengan internet tempat para peneliti sastra melampirkan hasil tulisan tesisnya.

Banyak yang bisa dipelajari Nia dari riset dan pendalaman seputar cerita rakyat Minangkabau. Misalnya saja bahwa perempuan itu tangguh, meski mungkin banyak mengalami ketidakadilan, namun mereka berani membuat keputusan yang menunjukkan sikap mereka dan menolak dijadikan korban.

"Sebenarnya kita dibesarkan oleh perempuan-perempuan kuat. Legenda Padang is very truthful. Kadang kita tak tahu apa yang dialami seseorang dan menghakimi dia ketika memutuskan sesuatu. Sayang generasi sekarang banyak yang tidak paham cerita nenek moyangnya," demikian Nia. (*/Ven)

Design © GATRANEWS | GATRA. All rights reserved.

Top Desktop version

twn Are you sure that you want to switch to desktop version?