GATRANEWS

Pelukis Yarno Gelisah dengan Kerusakan Alam
Monday, 09 June 2014

Jakarta, GATRAnews - Setelah lukisan berjudul "Power Struggle" terjual dengan harga fantastis; SGD...
Puncak Pementasan Monolog Inggit : Perempuan di Tepi Sejarah
Monday, 12 May 2014

Jakarta, GATRAnews – Monolog Inggit kembali dipentaskan pada 10 Mei 2014 di Teater Jakarta, Taman...
Lukisan "Power Struggle" Yarno Tembus Rp 200 Juta
Thursday, 01 May 2014

Jakarta, GATRAnews - Satu karya seni putra bangsa Indonesia dihargai tinggi. Goresan kuas Yarno,...
Ida Budhiati, S.H., M.H
Tuesday, 29 April 2014

Ida Budhiati, S.H., M.H Anggota DKPP Dari Unsur Komisi Pemilihan Umum   Nama              ...
Gallery West Pamerkan Karya Claude Biche Lavalle
Thursday, 24 April 2014

Jakarta, GATRAnews - Gallery West di kawasan New Central Business District Jakarta Barat milik...
Orasi Seno Gumira Ajidarma di Hari Film Nasional ke-64
Monday, 31 March 2014

Jakarta, GATRAnews – Memperingati hari Film Nasional yang ke 64 tahun ini, Kementrian Pariwisata...
Festival Seni ARTE Kembali Digelar
Thursday, 06 March 2014

Jakarta GATRAnews - Setelah tahun lalu berhasil menarik 32.000 pengunjung, ARTE Indonesia Arts...
Djenar Maesa Ayu Luncurkan Kumpulan Cerpen ''Saia''
Wednesday, 15 January 2014

Jakarta, GATRAnews – Penulis Djenar Maesa Ayu meluncurkan buku terbarunya, sebuah kumpulan cerita...
Dalang Sintren Slamet Gundono Tutup Usia
Sunday, 05 January 2014

Solo, GATRAnews - Dalang kondang wayang suket Slamet Gundono (47 tahun) meninggal dunia pada pukul...
Festival Seni ARTE Kembali Digelar
Wednesday, 25 December 2013

Jakarta, GATRAnews - Festival seni ARTE kembali digelar. Edisi kedua dari festival ini yang akan...
Wayang Orang Bharata Gelar ''Lakon Sang Sumantri''
Tuesday, 17 December 2013

Jakarta, GATRAnews - Dinas Pariwisata dan Kebudayaan DKI Jakarta bekerja sama dengan Wayang Orang...
Erasmusindocs 2013 Boyong Jeremy Irons ke Indonesia
Thursday, 31 October 2013

Jakarta, GATRAnews – Festival film dokumenter Erasmusindocs tahun ini bakal digelar pada 12-16...
''Orang Teater Mainnya Bagus Karena Biasa Latihan''
Thursday, 24 October 2013

Jakarta, GATRAnews - Jajang C. Noer, aktris senior yang sekaligus merupakan pemain dan pendiri...
Opera Batak Selamatkan Danau Toba Gelar Tur Nusantara dan Eropa
Wednesday, 23 October 2013

Jakarta, GATRAnews - Untuk menyampaikan pesan penyelamatan lingkungan dak ekosistem Danau Toba,...
Galeri Indonesia Kaya: Ruang Ekspresi Gratis Masyarakat Seni Indonesia
Monday, 21 October 2013

Jakarta, GATRAnews - Sebuah ruang publik yang didedikasikan untuk masyarakat dan dunia seni...
Dawai-dawai Dewa Budjana Padukan Seni Lukis, Musik, Sastra, dan Fotografi
Sunday, 01 September 2013

Jakarta, GATRAnews – Gitaris Dewa Budjana berkolaborasi dengan 34 orang seniman perupa, penulis,...
Ratna Sarumpaet: Seniman Dilarang Bohong
Tuesday, 25 June 2013

Jakarta, GATRAnews - Ratna Sarumpaet berpendapat, seorang seniman dilarang untuk berbohong jika...
Art Jog 2013 Tampilkan 139 Karya Maritime Culture
Sunday, 09 June 2013

Jakarta, GATRAnews - Bursa seni rupa kontemporer Art | Jog kembali digelar untuk keenam kalinya,...
“Gambang Kromong dari Betawi, Jangan Lupa Budaya Sendiri!”
Friday, 07 June 2013

Jakarta, GATRAnews - Membuka bulan ulang tahun Jakarta ke 486, Teater Abang None yang tergabung...
Maudy Koesnadi Jadi Produser Teater Abang None
Monday, 27 May 2013

Jakarta, GATRAnews - Lama tak muncul di layar kaca, Maudy Koesnadi ternyata sibuk dengan proyek...

Nia Dinata Gali Kembali Budaya Minangkabau

Nia Dinata (GATRAnews/Venny Tania)Jakarta, GATRAnews - Nia Dinata baru saja merampungkan riset untuk penggarapan naskah pertunjukkan drama tari Padusi, bekerja sama dengan penari dan maestro seni tari Tom Ibnur, yang dipentaskan pada 11-12 Mei 2012 di Taman Ismail Marzuki, Jakarta. Ia menikmati proses riset dan menulis naskah yang mengangkat budaya Minangkabau, sekaligus mengenalkannya pada sosok perempuan yang berani menunjukkan sikap dan tak mau hanya menjadi korban.

Kedekatannya dengan dunia seni dan pertunjukkan membuat Nia juga ingin generasi muda saat ini lebih bisa menghargai seni tradisi.

"Legenda yang saya riset sejak bulan Januari menunjukkan perempuan Padang itu progresif,  kadang extreme dan heroik. Padahal itu cerita legenda. Tantangannya, bagaimana saya membuat skenario yang non-judgemental. Tapi sama dengan naskah film, sama-sama berurusan dengan kertas dan komputer dan menyenangkan," kata Nia ditemui di jumpa pers Padusi di Jakarta Selatan, Rabu (1/5).

Cerita ini memerlukan riset yang mendalam, yang menurut Nia agak sulit, lantaran saat ini tidak banyak buku-buku tentang legenda Minangkabau yang masih ada.

"Waktu kecil saya suka nonton performing art karena belum banyak film masuk bioskop juga. Terakhir kali saya pulang kampung migrasi ke Padang itu tahun 1986, sampai sekarang belum pernah lagi. Buat riset saya hanya nemu buku-buku yang ada di Pasar Senen," jelas sutradara film Ca Bau Kan ini.

Untunglah ia terbantu dengan internet tempat para peneliti sastra melampirkan hasil tulisan tesisnya.

Banyak yang bisa dipelajari Nia dari riset dan pendalaman seputar cerita rakyat Minangkabau. Misalnya saja bahwa perempuan itu tangguh, meski mungkin banyak mengalami ketidakadilan, namun mereka berani membuat keputusan yang menunjukkan sikap mereka dan menolak dijadikan korban.

"Sebenarnya kita dibesarkan oleh perempuan-perempuan kuat. Legenda Padang is very truthful. Kadang kita tak tahu apa yang dialami seseorang dan menghakimi dia ketika memutuskan sesuatu. Sayang generasi sekarang banyak yang tidak paham cerita nenek moyangnya," demikian Nia. (*/Ven)

Design © GATRANEWS | GATRA. All rights reserved.

Top Desktop version

twn Are you sure that you want to switch to desktop version?