GATRANEWS

Wijaya Karya Ekspansi ke Tiga Negara
Saturday, 31 January 2015

Jakarta, GATRAnews - Perusahaan konstruksi "pelat merah" PT Wijaya Karya (Persero) Tbk (WIKA),...
Presdir AirAsia: Minggu Ini Ada Kompensasi Rp. 1,25 M Dicairkan
Monday, 26 January 2015

Jakarta, GATRAnews - Presiden Direktur AirAsia Sunu Widyatmoko mengatakan minggu ini akan...
KPK vs Polri Memanas, Jokowi Kembali Datangi Balai Kota
Monday, 26 January 2015

Jakarta, GATRAnews - Saat polemik KPK vs Polri memuncak, Presiden Joko Widodo kembali ke Balai Kota...
Perizinan Investasi Kini Cukup Lewat PTSP BKPM
Monday, 26 January 2015

Jakarta, GATRAnews - Mengurus perizinan berinvestasi di Indonesia, kini lebih gampang, cukup "satu...
Organda Usulkan Tarif Angutan Umum Turun 500 Rupiah
Monday, 19 January 2015

Jakarta, GATRAnews - DPD Organisasi Angkutan Darat (Organda) DKI Jakarta merekomendasikan tarif...
Premium di Bali Dijual Rp7.000 Per Liter
Monday, 19 January 2015

Denpasar, GATRAnews - Harga bahan bakar minyak (BBM) premium di SPBU di Bali dijual Rp7.000 per...
8,8 Trilyun Anggaran Siluman, Ahok Ajak Berantem DPRD
Sunday, 18 January 2015

Jakarta, GATRAnews - Rancangan APBD DKI Jakarta tahun 2015 kembali menjadi sorotan setelah...
Presiden Jokowi: Premiun 6.600 dan Solar 6.400 Mulai Senin
Friday, 16 January 2015

Jakarta, GATRANews - Presiden Joko Widodo mengumumkan harga premium yang sekarang Rp7.600 per liter...
Pindad Dapat Proyek Rp 1,7 Trilyun dari Kem-ESDM
Wednesday, 14 January 2015

Jakarta, GATRAnews - PT Pindad (Persero) bakal memperoleh proyek Kementerian Energi dan Sumber Daya...
Harga Minyak Patokan AS Turun ke USD 45 per barel
Wednesday, 14 January 2015

New York, GATRANews - Seperti di perkirakan beberapa analis yang dikutip GATRAnews Senin dua hari...
Harga Minyak Anjlok, Patokan AS ditutup US$ 46,07 per Barel
Tuesday, 13 January 2015

New York, GATRANews - Harga minyak mentah dunia anjlok pada Senin (Selasa pagi WIB), karena...
Jokowi: BUMN Dapat Suntikan Dana Rp 48 T
Monday, 12 January 2015

Jakarta, GATRAnews - Presiden Joko Widodo (Jokowi) menyampaikan bahwa pengalihan subsidi Bahan...
Empat Tukang Ojek di Bekasi Tewas Setelah Pesta Miras Campur Thinner
Tuesday, 06 January 2015

Bekasi, GATRANews - Kepala Sub Bagian Hubungan Masyarakat Polresta Bekasi Kota AKP Siswo...
Realisasi Pendapatan Negara Capai 94% dari Target‏
Tuesday, 06 January 2015

Jakarta, GATRAnews - Pendapatan negara sepanjang 2014 mencapai Rp 1.537,2 triliun atau mencapai 94%...
Harga Emas Menguat kembali diatas US$ 1.200 per Ounce
Tuesday, 06 January 2015

Chicago, GATRANews - Emas berjangka di divisi COMEX New York Mercantile Exchange berakhir naik pada...
Wayan Gede Yudane dan Dewa Ketut Alit Tampilkan Aliran Baru
Friday, 02 January 2015

Jakarta, GATRAnews - Ada hal menarik dalam gelaran Denpasar Festival (Denfest) ke-7. Tahun ini,...
Ada Tarian Sunda di Denpasar Festival
Friday, 02 January 2015

Jakarta, GATRAnews - Pentas seni Denpasar Festival (Denfest) ke-7, tak sekadar menampilkan kesenian...
Program Pengembangan Seni di Ruang Publik Jadi Sarana Hiburan dan Edukasi
Monday, 22 December 2014

Jakarta, GATRAnews - Pembangunan tingat tinggi yang kian pesat di ibu kota, menuntut pemanfaatan...
Galeri Apik Jakarta ''Pertemukan'' Lukisan dan Miniatur Otomotif
Wednesday, 10 December 2014

Jakarta, GATRAnews - Galeri Apik Jakarta menggelar pameran yang memadukan berbagai karya seni lukis...
Ciputra Bicara Seni
Monday, 24 November 2014

Jakarta, GATRAnews - Ciputra, Chairman dan Founder Ciputra Group, menaruh apresiasi terhadap...

Nia Dinata Gali Kembali Budaya Minangkabau

Nia Dinata (GATRAnews/Venny Tania)Jakarta, GATRAnews - Nia Dinata baru saja merampungkan riset untuk penggarapan naskah pertunjukkan drama tari Padusi, bekerja sama dengan penari dan maestro seni tari Tom Ibnur, yang dipentaskan pada 11-12 Mei 2012 di Taman Ismail Marzuki, Jakarta. Ia menikmati proses riset dan menulis naskah yang mengangkat budaya Minangkabau, sekaligus mengenalkannya pada sosok perempuan yang berani menunjukkan sikap dan tak mau hanya menjadi korban.

Kedekatannya dengan dunia seni dan pertunjukkan membuat Nia juga ingin generasi muda saat ini lebih bisa menghargai seni tradisi.

"Legenda yang saya riset sejak bulan Januari menunjukkan perempuan Padang itu progresif,  kadang extreme dan heroik. Padahal itu cerita legenda. Tantangannya, bagaimana saya membuat skenario yang non-judgemental. Tapi sama dengan naskah film, sama-sama berurusan dengan kertas dan komputer dan menyenangkan," kata Nia ditemui di jumpa pers Padusi di Jakarta Selatan, Rabu (1/5).

Cerita ini memerlukan riset yang mendalam, yang menurut Nia agak sulit, lantaran saat ini tidak banyak buku-buku tentang legenda Minangkabau yang masih ada.

"Waktu kecil saya suka nonton performing art karena belum banyak film masuk bioskop juga. Terakhir kali saya pulang kampung migrasi ke Padang itu tahun 1986, sampai sekarang belum pernah lagi. Buat riset saya hanya nemu buku-buku yang ada di Pasar Senen," jelas sutradara film Ca Bau Kan ini.

Untunglah ia terbantu dengan internet tempat para peneliti sastra melampirkan hasil tulisan tesisnya.

Banyak yang bisa dipelajari Nia dari riset dan pendalaman seputar cerita rakyat Minangkabau. Misalnya saja bahwa perempuan itu tangguh, meski mungkin banyak mengalami ketidakadilan, namun mereka berani membuat keputusan yang menunjukkan sikap mereka dan menolak dijadikan korban.

"Sebenarnya kita dibesarkan oleh perempuan-perempuan kuat. Legenda Padang is very truthful. Kadang kita tak tahu apa yang dialami seseorang dan menghakimi dia ketika memutuskan sesuatu. Sayang generasi sekarang banyak yang tidak paham cerita nenek moyangnya," demikian Nia. (*/Ven)

Design © GATRANEWS | GATRA. All rights reserved.

Top Desktop version

twn Are you sure that you want to switch to desktop version?