Awali 2017, Penjualan Retail Honda Melorot 30%

GATRA - Friday, 17 February 2017 22:30
Kenaikan harga motor dan biaya administrasi STNK membuat penjualan retail Honda merosot 30% bulan Januari lalu. (GATRAnews/Dok. DAM)

Jakarta, GATRAnews - Berdasarkan data yang diolah dari Asosiasi Industri Sepedamotor Indonesia (AISI), penjualan sepeda motor domestik di bulan Januari lalu secara wholesales mencatatkan pertumbuhan sebesar 8,2% dibandingkan Desember 2016. Yaitu dari 437.764 unit menjadi 473.879 unit.



Dari pencapaian tersebut Honda mampu menguasai pangsa pasar sebesar 77,8%, yaitu dengan torehan angka sebanyak 368.739 unit. Tidak hanya itu, hasil dicapai bulan lalu juga tumbuh 19% dibandingkan bulan Desember 2016 yang hanya meraih penjualan 309.796 unit.

Namun, kondisi ini justru berbanding terbalik dengan kinerja penjualan retailnya. Menurut Thomas Wijaya, GM Sales Division PT Astra Honda Motor (AHM), pertumbuhan wholesales tidak diiringi dengan lonjakan penjualan retail. Penjualan langsung ke konsumen justru terkoreksi sekitar 30% dibandingkan periode yang sama tahun lalu.

Melorotnya penjualan tersebut, lanjutnya, dikarenakan terdampak dari kenaikan harga jual unit sebagai dampak dari melonjaknya biaya administrasi pembuatan STNK baru.

“Stok kami di diler pada Desember tahun lalu tipis, sehingga kami memutuskan untuk menambah pasokan unit ke jaringan sehingga pada awal tahun ini terjadi kenaikan 19%. Bulan berikutnya kami akan sesuaikan lagi pasokan untuk mengantisipasi dampak kenaikan biaya administrasi STNK yang sudah menekan permintaan motor di awal tahun,” pungkasnya.

Pada bulan lalu, segmen skutik memberikan kontribusi terbesar penjualan sepeda motor Honda, yaitu 87,8% dengan total penjualan sebesar 323.705 unit, diikuti segmen cub 23.719 unit dan segmen sport 21.315 unit.


Editor: Toha

Last modified on Friday, 17 February 2017 23:01