GATRANEWS

Kimia Farma Pindahkan Pabriknya ke Bandung

Jakarta, GATRAnews - Perusahaan produsen obat PT Kimia Farma Tbk (KAEF) akan memindahkan pabrik utamanya di Pulogadung, Jakarta Timur, ke wilayah Banjaran, Bandung Selatan. Hal itu dilakukan demi menekan biaya operasi seiring kenaikan upah buruh dan kenaikan TDL (tarif dasar listrik).

Djoko Rusdianto, Corporate Secretary Kimia Farma, mengatakan bahwa upah minimum Jawa Barat berkisar Rp 800 ribu-Rp 1 juta. "Angka tersebut jelas jauh berbeda dengan angka (Upah Minimum Propinsi) UMP di Jakarta," ujarnya kepada awak media, usai Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) Kimia Farma, di Hotel Indonesia, Rabu (10/4).

Selain itu, lanjutnya, operasional pabrik di Banjaran diperkirakan akan menghemat biaya operasional hingga tiga kali lipat. Kemudian juga pabrik di Pulogadung sudah tidak layak untuk proses produksi perusahaan. "Pabrik di Pulogadung sering menghambat produksi kita karena ketika hujan datang, banjir akan menggenangi pabrik," ungkap dia.

Adapun proses pembangunan pabrik di Banjaran, dikatakannya akan dimulai tahun ini. Luas pabrik diperkirakan sekitar lima hektar. "Dana yang digunakan untuk membangun pabrik itu sebesar Rp 400 miliar yang bersumberkan dari kas internal," katanya.

Sementara itu setelah pabrik di Banjaran sudah mulai beroperasi, pabrik di Pulogadung akan digunakan untuk produksi obat obat injeksi atau obat suntik. "Kita kan belum memproduksi obat suntik, nah rencananya di 2015 kita akan memproduksi obat suntik itu di Pulogadung," katanya. (*/DKu).

Design © GATRANEWS | GATRA. All rights reserved.

Top Desktop version

twn Are you sure that you want to switch to desktop version?