GATRANEWS

Tahun ini Dibangun 50.000 Rumah untuk Buruh

Jakarta, GATRAnews - Asosiasi Pengembang Perumahan dan Permukiman Seluruh Indonesia (Apersi) pada tahun 2013 menargetkan membangun sekitar 50.000 rumah untuk pekerja dan buruh di seluruh Indonesia. Rumah untuk pekerja tersebut nantinya akan dibangun di sekitar kawasan industri sehingga mengurangi mobilisasi serta mempermudah para pekerja mencapai tempat bekerja.


Hal tersebut dikatakan Ketua Umum DPP Apersi Eddy Ganefo. Menurutnya, perumahan merupakan salah satu kebutuhan dasar setiap manusia termasuk para pekerja. Oleh karena itu, adanya rumah pekerja tersebut diharapkan dapat meningkatkan kesejahteraan para pekerja sehingga mereka juga lebih tenang dalam bekerja.

Rumah untuk pekerja itu, imbuh Eddy, akan dibangun di sekitar kawasan industri yang tersebar hampir di seluruh Indonesia. Namun demikian, saat ini pihak Apersi akan fokus pada kawasan indutri yang ada di daerah Bekasi, Karawang, Cikampek, Cirebon dan Banten.

"Berdasarkan data yang dimiliki, pasar rumah pekerja di kawasan industri cukup baik dan respon para pekerja untuk memiliki rumah juga positif. Kami berharap dukungan dari perusahaan-perusahaan untuk membantu para pekerjanya untuk memiliki rumah dan Pemda dalam hal perijinan pembangunannya," jelas Eddy seperti dikutip dari situs Kementerian Perumahan Rakyat (Kemenpera), Jumat (10/5).

Hingga bulan April 2013, lanjut dia, sudah terjual sekitar 16.000 rumah pekerja. "Kami berharap dengan bantuan dari perusahaan dan KPR FLPP dari Kemenpera para pekerja bisa lebih mudah membeli rumah dengan harga murah dan cicilan tetap selama masa angsuran,” harapnya.

Saat ini, pihaknya terus mendorong para pengembang yang tergabung dalam Apersi untuk tetap fokus pada pembangunan rumah murah untuk masyarakat berpenghasilan rendah. Setiap tahun Apersi bahkan mampu menciptakan 200 pengembang baru yang  yang membangun rumah murah dengan harga yang terjangkau.

Di Kabupaten Karawang jumlah rumah pekerja yang telah dibangun bahkan mencapai angka 8.500 unit rumah yang tersebar di 13 lokasi. Rumah sejahtera tapak untuk pekerja yang diresmikan oleh Menakertrans tersebut berada di Perumahan Pondok Melati Cikampek dan Grand Permata Karawang.

Sementara itu, Perumahan Pondok Melati Cikampek dibangun oleh PT Pelita Berseri Bersaudara di atas lahan seluas 13 hektar di Kampung Melati, Desa Dawuan Timur, Kecamatan Cikampek, Kabupaten Karawang, Jawa Barat. Jumlah rumah pekerja yang akan dibangun di lokasi tersebut direncanakan sekitar 1.000 unit.

Direktur PT Pelita Berseri Bersaudara, Akustika Widyastuti menjelaskan rumah pekerja dengan ukuran tipe 36/ 65 dijual dengan harga sekitar Rp 83 juta – Rp 88 juta. Saat ini jumlah rumah yang telah dibangun dan terhuni sekitar 541 unit.

“Kami juga bekerjasama dengan sejumlah perusahaan seperti PT Esap, PT Asahi dan PT Seuheung dalam penyediaan rumah untuk para pekerjanya. Dengan demikian, para pekerja akan sangat terbantu karena lokasi tempat tinggalnya tidak terlalu jauh dengan tempat mereka bekerja,” katanya.

Dalam proses pembangunan rumah pekerja, imbuhnya, pihak Kementerian Perumahan Rakyat (Kemenpera) pada tahun 2012 kemarin juga memberikan bantuan prasarana, sarana dan utilitas (PSU) seperi jalan, saluran air dan listrik untuk sekitar 241 unit rumah yang saat ini masih dalam tahap pembangunan.

“Kami juga menggandeng Bank BTN dalam proses KPR FLPP sehingga para pekerja bisa memiliki rumah dengan cicilan yang rendah yakni sekitar Rp 700.000 selama masa angsuran,” tuturnya. (*/DKu)

Design © GATRANEWS | GATRA. All rights reserved.

Top Desktop version

twn Are you sure that you want to switch to desktop version?