GATRANEWS

Wamen ESDM Letakkan Batu Pertama Smelter Bauksit di Ketapang

Ketapang, GATRAnews - Wakil Menteri Energi Dan Sumber Daya Mineral, Susilo Siswoutomo didampingi Direktur Jenderal Mineral Dan Batubara, Thamrin Sihite melaksanakan peletakan batu pertama pembangunan pabrik pengolahan dan pemurnian (smelter) bauksit di Kendawangan, Kabupaten Ketapang, Kalimantan Barat (Kalbar) kemarin.

 

Smelter dengan investasi mencapai US$ 1 miliar tersebut merupakan milik Harita Group melalui perusahaan join venture-nya, PT Well Harvest Winning Alumina Refinery (WHW).

 

“Mendengar pidato wakil Bupati dan Wakil Gubernur dan Pangdam yang paham betul pelaksanaan Undang-Undang No. 4 tahun 2009 dan Permen ESDM no. 7 tahun 2012, mereka tahu mulai 1 Januari 2014 yaitu, lima tahun setelah undang-undang no. 4 diundangkan, semua industri pelaku pertambangan harus melaksanakan pengolahan dan pemurnian,” ujar Wakil Menteri ESDM, Susilo Siswoutomo dikutip dari laman Kementerian ESDM, Kamis (18/7).

 

Pembangunan smelter alumina yang dilaksanakan PT Harita ini, lanjut Wamen, merupakan pelaksanaan dari Undang-Undang No. 4 tahun 2009 serta bentuk partisipasi dalam mereka dalam pelaksanaan Permen No 7 tahun 2012, dimana mulai tahun 2014 ekspor bahan mentah tidak boleh lagi dilakukan.

 

Mengenai investasi pembangunan smelter, dijelaskan Presiden Direktur PT WHW Lie Feng Hai, total investasi proyek ini mencapai US$ 1 miliar. Pembangunan smelter akan dibagi menjadi dua tahap.

 

"Pertama, dibangun dengan kapasitas satu juta ton per tahun yang diharapkan bisa beroperasi pada 2015. Kedua, penambahan kapasitas produksi sebesar satu juta ton per tahun, total menjadi dua juta ton per tahun, yang dijadwalkan bisa beroperasi pada 2017," kata Lie Feng Hai. (*/DKu)

 

Design © GATRANEWS | GATRA. All rights reserved.

Top Desktop version

twn Are you sure that you want to switch to desktop version?