GATRANEWS

Penjualan Bersih Kalbe Farma Rp 7,4 T di Semester I 2013

Ekspansi Bisnis Kalbe Farma (ANTARA/Audy Alwi)Jakarta, GATRAnews - Perusahaan farmasi dan produsen produk kesehatan, PT Kalbe Farma Tbk, mengumumkan penjualan bersih pada semester pertama 2013 tumbuh sebesar 18,9% mencapai Rp 7,4 triliun, dibanding Rp 6,2 triliun pada  periode sama tahun 2012.

Direktur Keuangan dan Sekretaris Perusahaan Kalbe Farma Vidjongtius mengatakan, pertumbuhan penjualan bersih didukung secara berimbang oleh keempat divisi utama yaitu produk farmasi, produk konsumen kesehatan, nutrisi dan distribusi dan logistik yang mampu bertahan hingga semester pertama 2013.

Ia menyebutkan, Divisi Obat Resep mencatat penjualan bersih sebesar Rp 1,8 triliun, meningkat 18,1%, terutama didukung oleh pertumbuhan volume. Divisi Obat Resep memberikan kontribusi 25% terhadap total penjualan bersih Kalbe Farma.

Divisi Produk Kesehatan mencatat pertumbuhan 19,0% dengan penjualan bersih sebesar Rp 1,1 triliun. Divisi Produk Kesehatan memberikan kontribusi 16 persen terhadap total penjualan bersih Kalbe Farma.

"Pertumbuhan tersebut didukung secara berimbang oleh produk obat bebas dan minuman siap saji. Kinerja produk-produk baru dalam kategori minuman kesehatan termasuk Hydro Coco, Original Love Juice, dan Tipco, terus membukukan hasil yang baik sesuai yang diharapkan," katanya, dalam siaran pers yang diterima GATRAnews, Rabu (30/7).

Divisi Nutrisi membukukan penjualan bersih sebesar Rp 1.7 triliun, meningkat 32,1 persen dibandingkan periode yang sama tahun 2012. Divisi Nutrisi kini memberikan kontribusi 24% terhadap total penjualan bersih Kalbe Farma.  

Produk-produk andalan dan produk-produk baru seperti Fitbar, Zee, Nutrive Benecol,  dan Lovamil, terus membukukan pertumbuhan yang baik.

Divisi Distribusi dan Logistik tumbuh 11,6% mencapai penjualan sebesar Rp 2,5 triliun. Divisi Distribusi dan Logistik memberikan kontribusi 35% terhadap total penjualan bersih Kalbe Farma, menurun dari 37% pada semester pertama tahun 2012.

Laba kotor meningkat sebesar 18,3% mencapai Rp 3,6 triliun, seiring pertumbuhan penjualan. Rasio laba kotor terhadap penjualan menurun 0,3% menjadi 48,8% dari 49,1% pada semester pertama tahun lalu, antara lain akibat dampak pelemahan nilai Rupiah dan perubahan komposisi bisnis.

Laba sebelum pajak (ebitda) meningkat 12,7% mencapai Rp 1,2 triliun, sementara marjin laba sebelum beban pajak penghasilan tercatat sebesar 16,5%. Marjin menurun dibandingkan dengan 17,4% pada semester pertama tahun 2012 dan 16,9% pada periode sepanjang tahun 2012.

"Laba bersih tercatat tumbuh sebesar 14,2% jika dibandingkan pada Semester 1 2013 dengan mencapai Rp 922 miliar. Pencapaian ini didorong oleh pertumbuhan penjualan bersih di keempat lini tersebut yang kuat," ujar Vidjongtius.

Pengelolaan modal kerja tetap menjadi fokus perhatian untuk menjaga arus kas dan posisi kas yang kuat. Kas dan setara kas pada akhir Juni 2013 mencapai Rp 1,9 triliun, yang sebagian akan digunakan untuk pembayaran dividen dan belanja modal untuk mendukung pertumbuhan pada seluruh segmen usaha. (*/DKu)

Design © GATRANEWS | GATRA. All rights reserved.

Top Desktop version

twn Are you sure that you want to switch to desktop version?