Senin, 29 Agustus 2016 07:05

Jakarta, GATRAnews - PT Chandra Asri Petrochemical Tbk, perusahaan petrokimia terintegrasi di Indonesia, berhasil mencetak rekor laba bersih terbesar ...

Senin, 29 Agustus 2016 07:05

Ilustrasi (Antaranews/AR7) Jakarta, GATRAnews - Menteri Koordinator Bidang Maritim Luhut Pandjaitan telah menemukan beberapa masalah untuk ...

Senin, 29 Agustus 2016 07:05

Jakarta, GATRAnews - Komite Ekonomi dan Industri Nasional (KEIN) Muhammad Syafii Antonio  mengatakan perbankan seharusnya dapat membuat kebijakan ...

Senin, 29 Agustus 2016 07:05

Jakarta, GATRAnews- Chief executive officer (CEO) Indonesia Property Watch (IPW) Ali Tranghanda kembali mengingatkan pemerintah akan penting dan ...

Senin, 29 Agustus 2016 07:05

Jakarta, GATRAnews - Perusahaan pembiayaan, PT Radana Bhaskara Finance Tbk mendapatkan beberapa penghargaan di gelaran INDONESIA MULTIFINANCE ...

Sabtu, 08 Desember 2012 22:05

Irfan Anwar Ketua Eksportir dan Industri Kopi

Written by 
Rate this item
(0 votes)

Jakarta, GATRAnews - Pengusaha muda Irfan Anwar terpilih sebagai Ketua Umum Asisiasi Eksportir dan Industri Kopi Indonesia (AEKI) periode 2012-2015, menggantikan Suyanto Husein.

Keterangan tersebut disampaikan DPP AEKI Bidang Organisasi dan Hukum, Anggawira di Jakarta, Sabtu, (8/12). Menurutnya, Chief Executive Officer (CEO) PT Coffindo itu memimpin AEKI setelah memperoleh suara terbanyak pada Musyawarah Nasional Luar Biasa (Munaslub) AEKI, pada Rabu malam (5/12). "Irfan unggul setelah mengalahkan Saimi Saleh dalam pemilihan dengan suara, 85 : 78," ujarnya.
 
Anggawira menuturkan, dalam pidatonya, Irfan yang berhasil meraih penghargaan dari Presiden Susilo Bambang Yudhoyono tahun 2011, karena dinilai pengusaha yang unggul dalam membangun bangsa dengan mengembangkan kopi dan mempromosikan komoditi pasar di seluruh dunia, mengajak, semua anggota dan stakeholder agar berkerja keras memajukan Industri Kopi dalam negeri. ”Saatnya kita turun ke bawah bukan dengan wacana tapi dengan kerja” imbau Irfan.
 
Dipaparkan, ekspor kopi Indonesia selama tiga tahun terakhir menunjukkan perkembangan yang menggembirakan.  Angka devisa ekspor dari sektor kopi pada tahun 2010, sebesar 855 juta dolar Ameria Serikat dari volume ekspor 440 ribu ton.

Kemudian, tahun 2011, sebesar 1.085 miliar dolar AS dari volume ekspor 353 ribu ton dan pada tahun 2012, diperkirakan akan mencapai 1,300 miliar dolar AS dari volume ekspor 390 ribu ton.

"Meningkatnya devisa ekspor dari sektor kopi tersebut, disebabkan meningkatnya angka volume ekspor dari jenis kopi instant.  Jika pada tahun 2010, volume ekspor kopi instant hanya mencapai 612 ton per bulan, dalam tahun 2011, sebesar 600 ton per bulan, maka dalam tahun 2012 telah meningkat rata-rata sebesar 6.000 ton per bulan," papar Irfan.

Pria kelahiran 20 Juli 1980 itu menerangkan, anga tersebut menunjukkan, bahwa harapan pemerintah mendorong hilirisasi di sektor kopi menunjukkan keberhasilan. Industri pengolahan kopi dalam negeri tumbuh berkembang.

"Pangsa pasar dalam negeri terus tumbuh, dengan tingkat konsumsi kopi per kapita  saat ini, diperkirakan telah mencapai angka 1 kg dan pangsa pasar kopi di luar negeri yang terus tumbuh, baik untuk kopi biji maupun kopi olahan (kopi instan)," pungkas Irfan yang berhasil terpilih sebagai Best Business Man ASEAN 2012. (IS){jcomments on}

Read 3466 times Last modified on Sabtu, 08 Desember 2012 21:00